Home Polkam Iran Tuduh Kematian Mahsa Amini Dijadikan Proyek oleh Media Barat

Iran Tuduh Kematian Mahsa Amini Dijadikan Proyek oleh Media Barat

Untuk Melemahkan Iran

146
0
SHARE
Iran Tuduh Kematian Mahsa Amini Dijadikan Proyek oleh Media Barat

Keterangan Gambar : Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Kh, H, Azad (foto aboe)

Iran Tuduh Kematian Mahsa Amini Dijadikan Proyek oleh Media Barat

Untuk Melemahkan Iran

Jakarta, parahyangan-post.com- Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Kh, H, Azad mengatakan gelombang aksi demonstrasi anarkhis yang berlangsung di Iran, pasca kematian  Mahsa Amini adalah rekayasa pihak luar untuk melemahkan Iran. Hal tersebut dikatakan  Azad pada diskusi dengan wartawan di Kediamannya, Jl. Madiun, no.1 Menteng Jakarta Pusat,Rabu 19/10.

“Otoritas Iran telah melakukan otopsi menyeluruh dan sangat teliti oleh sejumlah dokter yang sangat berpengalaman, dan juga disaksikan oleh pihak  keluarga Amini. Hasilnya adalah Amini meninggal karena akibat sejumlah kondisi medis, termasuk hipoksi serebral,” tutur Azad.

Sebelumya diberitakan Mahsa Amini meninggal setelah ditangkap oleh Polisi Sosial Iran karena melanggar aturan berpakain bagi wanita. Ia kemudian dibawa ke kantor Polisi Sosial  untuk diberi pengarahan. Namun Mahsa diketahui meninggal setelah diamankan tersebut. Informasi yang berkembang Mahsa meninggal karena dipukul dan ditendang.

Informasi itu menyebar dengan cepat, terutama oleh media-media Barat yang menjadikannya proyek untuk mendiskreditkan Iran. Informasi tersebut lantas memicu kemarahan masyarakat sehingga muncullah gelombang aksi protes yang berlangsung sampai sekarang.  

Dubes Iran di Jakarta merasa perlu meluruskan informasi keliru yang berkembang sangat cepat tersebut. Karena ada sejumlah media mainstrem Indonesia mempercayai informasi yang salah itu dan memberitakannya secara masif.  Termasuk penyebaran informasi di dunia maya yang sangat memojokkan Iran.

"Sekali lagi saya jelaskan bahwa kematian tersebut bukan disebabkan oleh pukulan di kepala atau organ vital dan anggota tubuh.  Mahsa Amini meninggal dunia akibat hipoksia serebral, gangguan irama jantung mendadak, penurunan tekanan darah dan kehilangan kesadaran, serta kekurangan oksigen ke otak," tegas Azad menjawab pertanyaan wartawan.

Diyakinkan Azad, Organisasi Kedokteran Forensik di negara mana pun merupakan lembaga yang paling kompeten dan terspesialisasi untuk mengeluarkan pendapat tentang masalah seperti penyebab kematian.

“Jadi hasil otopsi itu sangat valid dan dapat dipercaya,”tegasnya.

Kedubes Iran menyayangkan beberapa mekanisme hak asasi manusia (HAM) dan beberapa negara telah berprasangka dan menghakimi sejak awal, bahkan menyebut adanya pemukulan dan kekerasan pada bagian kepala Amini.

"Meski sejak hari-hari pertama kejadian sudah kami jelaskan bahwa tidak ada unsur pemukulan maupun kekerasan apa pun. Namun cerita-cerita kekerasan yang memojokkan Iran terus berkembang. Kini dengan adanya pernyataan dari Organisasi Kedokteran Forensik, kami diharapkan bahwa mereka akan segera memperbaiki kesalahan ini," harap Azad.

 

Ditegaskan Azad,  kerusuhan lanjutan di Iran dengan memanfaatkan dalih kematian Mahsa Amini digunakan oleh para musuh untuk mencampuri urusan dalam negeri Iran.

“Para pemimpin politik AS, rezim zionis Israel dan sebagian Eropa bersama media mereka, menyalahgunakan insiden  dengan mendukung kerusuhan di Iran. Padahal jutaan orang Iran muncul di jalan-jalan untuk mendukung negara mereka dan menentang kekacauan belakangan ini," tambahnya..

Para musuh Iran khususnya AS (Amerika Serikat) dan rezim Zionis Israel, lanjut Azad,  hanya memanfaatkan alasan tersebut untuk  menciptakan kekacauan dengan desain dan rencana mereka yang berkelanjutan,*** (aboe/pp)