Home Polkam Ichsanuddin Noorsy: Kembalikan BUMN untuk Kesejahteraan Rakyat

Ichsanuddin Noorsy: Kembalikan BUMN untuk Kesejahteraan Rakyat

Dari Diskusi Publik Rasil

209
0
SHARE
Ichsanuddin Noorsy: Kembalikan BUMN untuk Kesejahteraan Rakyat

Keterangan Gambar : Pengamat Ekonomi Politik Indonesia, Prof. Dr. H. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc, S.H, M.Si, (tengah) pada diskusi publik bertema "Kembalikan BUMN untuk Kesejahteraan Rakyat." di Makan Bawah Pohon Unique Gallery, Kalimanggis, Bekasi . (foto aboe)

Ichsanuddin Noorsy: Kembalikan BUMN untuk Kesejahteraan Rakyat

Dari Diskusi Publik Rasil

Bekasi, parahyangan-post.com-Arah bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak lagi  memihak kepentingan kepentingan rakyat. Tetapi hanya untuk melayani pejabat dan pemerintah. Para pejabatnya hidup sejahtera, mewah dan angkuh.  Sementara masyarakat yang seharusnya menikmati hasil kinerja mereka hidup sengsara. Contoh terbaru adalah  penaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pertamina. Dengan alasan memangkas subsidi yang terlalu memberatkan APBN. Padahal, jika dikelola dengan baik, Pertamina itu bisa untung besar tanpa harus menaikkan harga.

Hal tersebut diungkapkan  Pengamat Ekonomi Politik Indonesia, Prof. Dr. H. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc, S.H, M.Si, pada diskusi publik bertema "Kembalikan BUMN Untuk Kesejahteraan Rakyat."  Kegiatan dilakukan  dalam rangka Milad ke 13 Radio Silaturrahmi (Rasil), di Makan Bawah Pohon Unique Gallery, Kalimanggis, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Sabtu 17/9

“Ini kebijakan apa namanya? Jelas-jelas salah! Dan tidak memihak kepada kepentingan rakyat,” geram Ichsan berapi-api.

Makanya, lanjut Ichsan, kenaikan harga BBM itu harus dibatalkan agar manfaatnya bisa dinikmati rakyat. Dan arah (orientasi) bisnis seluruh BUMN yang jumlah sekitar 147, harus disetel ulang agar jelas.

“Sekarang kan tidak. Arah bisnis BUMN itu tidak jelas. Banyak BUMN yang rugi,  lemah, kurus kering tapi pejabatnya gemuk-gemuk,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan Ichsan, sejak dulu dia sudah berteriak agar memisahkan BUMN  dari kepentingan politik sehingga bisa lebih efisien dan untung. Tetapi suaranya tidak didengar.

Sekarang, menurutnya, hampir semua BUMN bermasalah. Misalnya Maskapai Garuda. Utangnya menggunung dan tidak mampu dibayar.

“Tetapi lucunya pejabatnya tetap mentereng dan gajinya besar-besar,” heran Ichsan.

Kalau untuk mengukur keberhasilan BUMN, lanjut Ichsan, setidaknya ada empat indikator yang bisa dijadikan tolak ukur. Pertama dari keunntungan (profit), Kedua dari segi kepuasan pelanggan, ketiga dari segi proses bisnis di dalam yang  sehat. Dan yang keempat dari segi inovasi.

“Jika diukur dari empat para meter ini tak satu pun BUMN kita yang tinggi nilainya. Hampir semuanya bermasalah. Padahal seharusnya mereka bisa untung besar dan dapat berkontribusi untuk pembangunan,” yakin Ichsan.

Selain Ichsan, seminar politik ini  juga menghadirkan Anggota DPR RI dari fraksi PKS, Dr. H. Mardani Ali Sera, M. Eng.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Abi Agus mengatakan kegiatan diskusi publik perdana ini merupakan pilot project (proyek percontohan), sehingga apabila kegiatan ini mendapat respon positif dari pendengar Rasil, maka kegiatan diskusi ini direncanakan akan diagendakan kembali.

"Ini sebagai pilot project sehingga jika bagus dan para pendengar antusias maka insya Allah akan dilanjutkan di milad selanjutnya. Ini pun sebagai acara off air- nya Topik Berita yang memang Ichsanuddin dan Mardani adalah narasumber Rasil," ujar Agus.

Ichsanuddin Noorsy merupakan narasumber tetap Rasil dalam programTopik Berita tiap Selasa pagi. Sedangkan Mardani Ali Sera adalah narasumber program Indonesian Leader Talk (ILT) setiap Jumat malam.

Acara dihadiri para pendengar Rasil dari berbagai daerah serta perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, STAI Al Fatah Bogor, STAI Al Aqidah Al Hasyimiyah Jakarta Timur,  dan satu mahasiswa dari Jerman.

Kegiatan lain yang telah dilaksanakan sebelumnya sebagai rangkaian milad ini di antaranya ialah Siaran Bareng Pendengar Setia, Pengajian Rasil (tasyakuran), dan Bakti Sosial (pembagian sembako ke warga sekitar). Sedangkan kegiatan Bakti Sosial Donor Darah direncanakan digelar pada 30 September mendatang. *** (aboe/pp)