Home Opini HARAPAN HIDUP DAN LEMBARAN HIDUP BARU YANG SEBENARNYA

HARAPAN HIDUP DAN LEMBARAN HIDUP BARU YANG SEBENARNYA

249
0
SHARE
HARAPAN HIDUP DAN LEMBARAN HIDUP BARU YANG SEBENARNYA

Oleh: H. J. FAISAL *)

Menjelang momen pergantian tahun seperti saat ini, pastinya banyak sekali ucapan, harapan, dan doa-doa yang dituliskan oleh sebagian besar manusia di dunia, di berbagai macam media kekinian,  media sosial pastinya.  

Doa dan harapan yang kompak dan serempak, dilantunkan oleh seluruh umat manusia yang ada di dunia, tanpa melihat agama, ras, suku, negara, dan perbedaan status kehidupan sosial lainnya. Inilah saat dimana kekompakan manusia di seluruh dunia terjadi, setahun sekali saja. 

Pergantian tahun masehi di setiap akhir bulan Desember, dijadikan sebuah momentum akbar untuk berharap akan terjadinya sebuah kebaikan, harapan, dan kenyataan hidup yang lebih baik lagi di lembaran tahun yang berikutnya. 

Pukul 12 lewat 1 menit tengah malam di bulan Januari, merupakan titik awal (starting point), dimana semua harapan baru dan lembaran baru tersebut akan berproses untuk satu tahun kedepannya.

Harapan baru, lembaran baru, kebaikan yang baru, yang titik ukurnya berdasarkan keberhasilan duniawi, sebenarnya hanya akan dapat diraih untuk mereka yang sudah mempunyai rencana yang matang, manajemen yang baik, niat yang kuat, dan kekuatan pemikiran yang cerdas, sehingga tujuan mereka untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dapat tercapai.

Sedangkan untuk  mereka yang tidak mempunyai perencanaan yang baik, strategi melangkah yang tidak pasti, komitmen yang lemah, manajemen yang buruk, apalagi tetap berada di dalam kebiasaan buruk yang lama, maka segala harapan yang baru, hanya akan menjadi harapan kosong belaka. 

Begitupun dengan lembaran barunya, hanya akan menjadi lembaran kosong pula, dan momen pergantian tahun yang baru, hanya akan menjadi momen pergantian hari, bulan, dan tahun yang biasa pula. 

Kita tidak akan pernah mendapatkan hasil baru yang berbeda, jika kita masih melakukannya dengan cara yang sama.

Harapan Baru dan Lembaran Hidup Baru di Dalam Islam

Sejatinya, beruntunglah kita sebagai umat Islam, dimana setiap saat kita mendapatkan momentum untuk mendapatkan harapan hidup yang baru dan lembaran hidup yang baru, tanpa harus menunggu momen pergantian tahun masehi yang baru. 

Ya, seorang muslim sejatinya tidak akan pernah kehabisan momentum untuk mendapatkan harapan hidup dan lembaran hidup yang baru.
 
Mengapa demikian?

Harapan yang baru dan lembaran hidup yang baru bagi seorang muslim sesungguhnya  adalah keadaan dimana terhapusnya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya yang pernah diperbuatnya, dihadapan Allah Ta’alla, dan dihadapan sesama manusia. Jadi sifatnya tidak hanya berdasarkan dari ukuran keberhasilan duniawi semata, tetapi lebih kepada keberhasilan atau kesuksesan yang akan diraih di akhirat. 

Tentu saja jika selama seorang muslim tersebut tidak melakukan dosa-dosa besar, seperti syiriq, mendurhakai orangtua, dan dosa-dosa besar lainnya.  

Sedangkan untuk mendapatkan pengahapusan dosa tersebut, maka seorang muslim diharuskan  berproses, dengan cara mengikuti semua aturan berupa perintah dan larangan dari Allah Ta’alla dan Rasul-Nya, yang semuanya diaplikasikan dalam bentuk ibadah dan do’a.

Adapun contoh atau petunjuk dari Rasulullah Alaihiwassalam tentang momen-momen untuk mendapatkan harapan yang baru dan lembaran hidup yang baru, lembaran hidup yang menandai kesucian manusia tanpa dosa tersebut antara lain, ketika setiap selesai melaksanakan ibadah sholat fardhu (HR  Muslim), saat saling bertemu, saling memaafkan dan berjabat tangan sesama muslim (HR Abu Dawud), saat kita selesai berwudhu dengan tatacara wudhu yang baik dan sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Utsman bin ‘Affan RA), saat bersabar ketika sakit, sedih atau saat terkena musibah (HR al-Bukhari), dan waktu diantara dua Jum’at (HR Muslim). 

Begitupun ketika seorang muslim berada diantara situasi dua umroh dan mendapatkan haji yang mabrur, maka dosa-dosanya akan dihapuskan oleh Allah Ta’alla (HR. Bukhari dan Muslim), maka disitulah lembaran hidupnya merupakan lembaran hidup yang baru, dan akan mendapatkan harapan hidupnya yang baru, yaitu harapan untuk menjadi muslim yang lebih baik dan lebih bertaqwa. 

Begitupun di saat setiap pergantian hari di waktu Maghrib (pergantian hari menurut perhitungan Islam), setiap selesai bulan Ramadhan dan masuk waktu idul fitri, setiap menyenangkan hati suaminya (bagi seorang istri), juga merupakan saat untuk menimbulkan harapan baru bagi setiap seorang muslim, yaitu harapan untuk mendapatkan ampunan dari Allah Ta’alla.

Ya, tentu saja masih banyak lagi cara dan tuntunan Allah dan rasul-Nya, dan momen-momen di dalam Islam untuk mendapatkan ampunan dosa dari Allah Ta’alla. 

Itu semua adalah merupakan momen dan proses seorang muslim untuk mendapatkan lembaran hidup dan harapan hidup yang baru yang sesungguhnya, yaitu untuk  menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bertaqwa kepada Allah Ta’alla, serta lebih bermanfaat bagi sesama manusia. InsyaAllah,


Wallahu’allam bisshowab

Jakarta,   1 Januari 2022

*) Penulis adalah Pemerhati Pendidikan/ Doktoral Pascasarjana UIKA, Bogor/ Anggota Majelis Pendidikan Pengurus Besar (PB) Al Washliyah.