Home Seni Budaya Grup Kesenian Tradisional Giri Wangi Siap Meriahkan CJAF

Grup Kesenian Tradisional Giri Wangi Siap Meriahkan CJAF

Tampilkan Degung dan Calung

305
0
SHARE
Grup Kesenian Tradisional Giri Wangi Siap Meriahkan CJAF

Keterangan Gambar : Dari kiri ke kanan: Ketua Panitia CJAF Ismail Lutan, W. Suratman, Tunggul Yani, Pimpinan grup Kesenian Giri Wangi Lala Daniati, Wakil Ketua FKWS Rahman dan Imansyah Al Rasyid, saat bersilaturrahmi di Puncak Arca, dengan latar belakang kabut Gunung Arca yang tebal, Rabu 10/2. (foto boe)

Grup Kesenian Tradisional Giri Wangi Siap Meriahkan CJAF

Tampilkan Degung dan Calung

Botim, parahyangan-post.com- Grup Kesenian Giri Wangi yang berlokasi di Kampung  Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Bogor Timur,  siap meramaikan Cileungsi-Jonggol Art Festival (CJAF) 2021.

Kepastian tersebut  mengemuka pada pertemuan tim CJAF Ismail Lutan (ketua Panitia), H. Imansyah Al Rasyid, W. Suratman dengan pimpinan Grup Sekar Wangi Lala Daniati di Puncak Arca, Rabu 10/2.

Lala Daniati menjelaskan, grup kesenian Giri Wangi yang berdiri sejak tahun 2008 itu memiliki beberapa jenis kesenian tradisional, diantaranya Calung, Degung, Kecapi Suling  dan Pencak Silat.

“Kami siap tampil untuk memeriahkan Festival Kesenian Cileungsi-Jonggol atau festival kesenian Bogor Timur,” tegas Nia, diampingi suami Tunggul Yani dan Wakil Ketua Forum Komunikasi Warga Sukawangi (FKWS), Rahman.

Lebih jauh Lala menjelaskan grup keseniannya memiliki banyak tokoh kesenian tradisional yang mumpuni di bidangnya. Dan banyak juga yang sudah sepuh. Diantaranya Mang Maman, Mang Ja'i dan Mang ang Jeje. Bidang seni tradisional yang mereka kembangkan  memiliki ciri dan keunikan tersendiri. Khas Bogor Timur.

Bebebarapa karya mereka pun bisa dinikmati di media sosial. Kalau pemirsa mengklik ‘Degung Sabilungan’ di youtube, maka akan keluarlah hasil karya mereka. Di youtube penggemarnya juga banyak. Sudah jutaan. Bukan saja di dalam negeri tetapi juga sampai ke Eropa.

“Degung kita (Giri-Wangi-red) berbeda dengan degung-degung lain yang ada di tanah Sunda. Ada kekhasannya. Dan sangat unik. Degung kita sering mentas di berbagai acara resmi maupun acara keluarga. Namun selama pandemi covid-19 ini agak vakum,” tambah Lala yang juga aktif di berbagai kegiatan sosial ini.

Lala sangat antusias dengan penyelenggaraan CJAF. Bahkan dia ingin ikut terlibat dengan kepanitiaan karena mempunyai visi yang sama. Yakni ingin memajukan kesenian Sunda, khususnya yang berkembang di Bogor Timur.  Disamping itu dia  mempunyai banyak relasi dengan tokoh-tokoh kesenian yang ada di Caping Timur Bogor.

Menurutnya CJAF bisa mengeksplor kesenian asli Sunda, kususnya di Bogor Timur.

“Biarkan sesama Degung  Sunda, namun masing-masing daerah itu ada kekhasannya dan tidak dijumpai di daerah lainnya. Kita pun selalu melakukan inovasi. Misalnya degung kita bisa mengiri pembacaan puisi. Degung kita pun sudah sampai ke Jerman,” tambahnya.

Sementara itu ketua Panitia CJAF Ismail Lutan mengatakan salah satu tujuan  penyelenggaraan CJAF ini adalah mencari jati diri Bogor Timur di bidang kesenian. Karya seniman Bogor yang kaya dan beragam harus dieksplor terus-menerus sehingga menghasilkan karya yang benar-benar berkualitas dan digemari masyarakat. Tidak larut dalam budaya pop.

“Kita ingin menampilkan karya para seniman asli Bogor Timur  pada festival yang akan kita selenggarakan agar  masyarakat (khusunya di Bogor TImur) tahu, bahwa mereka mempunyai seniman yang hebat. Agar mereka tahu bahwa daerahnya juga mempunyai kesenian asli yang hebat,” tutur Ismail Lutan yang juga Pemimpim Umum parahyangan-post.com ini.

CJAF akan diselenggarakan pada bulan Juni 2021, bertepatan dengan ulang tahun Bogor di Jonggol.*** (man/rat)