Home Disaster Forum Warga Cibubur: Usut Dishub Kota Bekasi dan Pengembang CBD

Forum Warga Cibubur: Usut Dishub Kota Bekasi dan Pengembang CBD

Buntut Kecelakaan Maut Truk Tangki Pertamina

251
0
SHARE
Forum Warga Cibubur:  Usut Dishub Kota Bekasi  dan Pengembang CBD

Keterangan Gambar : Sejumlah pimpinan Forum Warga Cibubur (FWC) saat memberi keterangan pers kepada wartawan.

Forum Warga Cibubur:  Usut Dishub Kota Bekasi  dan Pengembang CBD

Buntut Kecelakaan Maut Truk Tangki Pertamina

Cibubur, parahyangan-post.com- Forum Warga Cibubur  (FWC) meminta pihak berwajib mengusut Dishub Kota Bekasi dan pengembang CBD atas kecelakaan maut truk  tangka pertamina yang menelan korban belasan orang. Karena mereka menduga penyebab kecelakaan tersebut adalah penempatan  traffic light (lampu merah)  yang tidak benar. Hal tersebut disampaikan FWC dalam jumpa wartawan di Cafe Sanding Kota Wisata Cibubur (depan Masjid Darussalam, Komplek Eropa), Selasa 19/7.

“Kami menduga kecelakaan mengerikan tersebut dipicu oleh penempatan  traffic light  yang tidak tepat,” tutur  koordinator forum, Lisman Hasibuan.

Ketua Forum lain, Suhawi, juga mengatakan hal sama. Menurutnya, penempatan lampu merah tersebut membuat pengendara yang datang dari arah Cibubur terkaget-kaget.  Pertama karena erada di tikungan, yang kedua di turunan dan yang ketiga. yang tak kalah pentingnya, itu pertigaan. Bukan perempatan. Tidak ada korelasinya dengan memperlancar arus lalu lintas dengan penempatan lampu merah di situ.

“Kalau kita datang dari arah Cibubur menuju Jonggol,  lampu merah itu tidak kelihatan. Karena jalannya menurun dan berada di tikungan ‘Cilu’ba’. Dia baru kelihatan setelah kita dekat. Kalau kita agak ngebut, terus tiba-tiba lampunya merah,  jelas tidak akan bisa mengantisipasinya. Apalagi kalau pengendara itu baru pertama kali melewati jalan itu. Kami yang setiap hari lewat di situ tetap merasa was-was jika melewati lampu merah itu,” tambahnya.

Sebenarnya, lanjut mereka, sejak awal penempatan lampu merah itu sudah dipersoalkan. Karena diduga bukan demi kelancaran lalu lintas, melainkan semata atas permintaan pihak pengembang untuk memperlancar akses ke kompleknya.

Herannya permintaan tersebut dipenuhi oleh Dishub Kota Bekasi.  Padahal jelas tidak wajar, tidak tepat dan hanya demi kepentingan bisnis semata. Tanpa mengindahkan keselamatan pengguna jalan lain. FWC menduga ada kepentingan tertentu dalam pemberian izin tersebut. Untuk itu FWC minta diusut tuntas. Siapa pun yang bersalah harus bertanggung jawab.

“Ingat! Kecelakaan truk tangki Pertamina ini bukan yang bertama. Sejak dipasang bulan Februari lalu sudah sering terjadi kecelakaan di situ. Terbaru sekitar sebulan lalu. Sebuah truk warna hijau bermuatan penuh juga mendapat kecelakaan di situ dan modusnya sama dengan truk tangki Pertamina. Truk tersebut menabrak mobil yang sedang  berhenti di lampu merah,” tambahnya.

FWC  juga meminta agar dalam pengusutan kasus tersebut, pihak berwenang tidak mengkambinghitamkan supir truk tangki Pertamina dengan alasan rem blong.  Atau alasan lain yang dicari-cari. Untuk mengaburkan pokok persoalan yang sesungguhnya.

“Kecelakaan maut ini kami kira adalah teguran keras kepada pengembang yang kami duga memaksakan kemauannya tanpa mempedulikan pengguna jalan lain. Dan yang kami suarakan ini bukan hanya di tempat itu saja. Tetapi juga di tempat-tempat lain. Yang penempatan marka jalannya tidak benar. Yang hanya atas permintaan sepihak (pengembang), yang diduga berkolusi dengan pihak pemberi izin, ” tambah Suhawi.

FWCpun  mengultimatum.  Jika dalam tempo 2 x 24 jam traffic light tersebut tidak dibongkar, pihaknya akan membongkar dan menduduki lampu merah itu.

“Kalau perlu kita gergaji tiang lampu maut yang meresahkan pengguna jalan itu,” tegas Lisman.

FWC merupakan gabungan dari sejumlah forum masarakat yang mendiami berbagai perumahan elit Cibubur, seperti Kota Wisata, Rafles Hill, Cibubur Country, Citra Gran, Taman Laguna dan Legenda Wisata.*** (pp/aboe)