Home Ekbis Ekonom Kerakyatan DR. Awalil Rizky: Hentikan Narasi Kebencian

Ekonom Kerakyatan DR. Awalil Rizky: Hentikan Narasi Kebencian

Agar Indonesia Tidak Terseret Resesi Global

204
0
SHARE
Ekonom Kerakyatan DR. Awalil Rizky:  Hentikan Narasi Kebencian

Keterangan Gambar : DR. Awalil Rizky

Ekonom Kerakyatan DR. Awalil Rizky:  Hentikan Narasi Kebencian

Agar Indonesia Tidak Terseret  Resesi Global

Jakarta, parahyangangan-post.com- Narasai-narasi kebencian menjelang pemilu bisa membawa Indonesia mengalami resesi tahun 2023.

Hal tersebut disampaikan Ekonom Kerakyatan, DR.  Awalil Rizky pada diskusi tengah bulanan yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) ,  Barisan Nusantara (BN) dan Barisan.co, di Jakarta, Rabu 26/10.

“Untuk itu perlu kesadaran  dan kearifan seluruh lapisan masyarakat agar tidak mengobarkan narasi kebencain itu,” pinta Awalil yang juga  Kepala Pusat Belajar Rakyat (PBR).

Diskusi dengan tema “Bersiap Menghadapi Resesi” berlangsung secara hybrid, dimoderatori Wakil Ketua PJMI MY Gunawan. Dihadiri puluhan peserta secara langsung dan puluhan lainnya dari  seluruh tanah air  via zoom.

Menurut Awalil,  Bangsa Indonesia harus belajar dari pengalaman pemilu lalu. Narasi kebencian yang dikobarkan pada saat itu telah membelah bangsa, yang hingga kini masih belum pulih.

“Apa kita akan masuk ke lobang yang sama?” tanyanya.

Narasi-narasi kebencian yang bisa membawa Indonesia ke jurang resesi, menurut Awalil, diantaranya,  Kebencian berlebihan terhadap etnis tertentu (Cina, Arab). Pelabelan negatif terhadap kelompok yang tidak sepaham dan pembunuhan karakter tokoh potensial yang  tidak disukai.

“Perang siber di dunia maya dengan narasi kebencian itu semakin kencang menjelang pemilu 2024. Ini harus direm. Kalau tidak,   modal akan  lari ke luar negeri dan akhirnya muncullah resesi,” terangnya.

Bisa Tahan Asal 

Sebelumnya pemerintah (BI dan Menkeu) menyatakan Indonesia tidak akan mengalami resesi tahun 2023. Pernyataan itu didasari oleh  sejumlah indikator ekonomi yang mereka nilai baik. Misalnya pertumbuhan di kwartal ketiga, tahun ini  masih ke atas (positif). Namun menurut Awalil,  indikator -indikator ekonomi yang  yang baik itu tidak akan berarti apa-apa kalau kondisi dalam negeri tidak stabil.  

“Investor akan ragu-ragu. Mereka  tidak mau menanam uangnya jika kondisi tidak aman. Mereka akan cari aman dan memarkir uangnya di luar negeri,” tambah Awalil.

Sekarang saja, lajut Awalil, cadangan devisa Indonesi sudah tergerus sangat signifikan. Jika keadaan semakin tidak menentu, bisa saja mereka  berbondong-bondong menarik uangnya di bank dan mengamankaan di luar negeri.

Namun,  Awalil masih melihat,  ada beberapa kekuatan yang bisa menahan Indonesia tidak terseret ke dalam resesi global yang mungkin akan terjadi pada tahun 2023 itu. Yakni ketahanan pangan yang dinilai masih cukup kuat. Dan perdagangan ‘terhubung langsung’ dengan dunia internasional tidak terlalu besar.

“Berbeda dengan Singapura. Perdagangan mereka yang terhubung langsung dengan dunia internasional sangat besar. Jadi mereka lebih rentan terkena resesi dari pada kita,” terang Awalil.

Sebenarnya, lanjut Awalil, ada tiga negara lain, selain Indonesia yang bisa bertahan dari resesi global tahun 2023, yakni India, Brazil dan Mexiko.***(aboe/pp)