Home Seni Budaya Eddie Karsito: Seniman dan Artis Kenamaan Sunda Harus Diajak Ramaikan Festival Jonggol

Eddie Karsito: Seniman dan Artis Kenamaan Sunda Harus Diajak Ramaikan Festival Jonggol

Sebagai nara sumber pada diskusi pemanasan

187
0
SHARE
Eddie Karsito: Seniman dan Artis Kenamaan  Sunda Harus Diajak  Ramaikan Festival Jonggol

Keterangan Gambar : Ketua Panitia Festival Kesenian Jonggol Ismail Lutan (kiri) dan aktor dan wartawan senior Eddia Karsito (kanan) usai diskusi mempersiapkan acara . (foto san)

Eddie Karsito: Seniman dan Artis Kenamaan Sunda Harus Diajak  Ramaikan Festival Jonggol

Sebagai nara  sumber pada diskusi pemanasan

 

Bekasi, parahyangan-post.com, Artis kawakan Sunda,  Rieke Diah Pitaloka  akan diundang untuk meriahkan Festival Jonggol atau Jonggol Art Fest.

Pameran ‘Oneng’ dalam sinetron komedi “Bajaj Bajuri” yang fenomenal itu,  mempunyai kapasitas luar biasa. Dia bisa berperan cukup menentukan dalam festival kesenian lokal yang digadang-gadang terbesar di Tatar Sunda itu. Hal tersebut mengemuka saat audiensi ketua pantia festival Ismail Lutan dengan aktor senior dan pegiat seni, pendiri yayasan  Humaniora Eddie Karsito, di kediamannya, Komplek Perumahan Kranggan Permai Bekasi, Selasa 16/2.

“Kapasitas Bu Diah cukup mumpuni berbicara pada festival kesenian Jonggol tersebut. Karena, selain sebagai pelaku seni (artis), Beliau juga anggota Dewan yang bisa menyuarakan aspirasi masyarakat Jawa Barat. Khususnya dibidnag kesenian,” tutur Eddie Karsito yang juga wartawan senior Grup Pikiran Rakyat ini.

Diketahui, saat ini Rieke Diah Pitaloka adalah anggota DPR RI, mewakili wilayah pemilihan Jawa Barat VII.

Melibatkan tokoh seniman dan pelaku seni sekaliber Bu Diah, lanjut Eddie, akan memberi nilai plus pada festival Jonggol yang baru pertama kali ini diselenggarakan..

“Festival Kesenian Jonggol dapat menjadi  starting point untuk menggali jenis-jenis kesenian Sunda yang tumbuh dan berkembang di wilayah Bogor Timur. Makanya saya menyarankan. Sebelum festival inti dilaksanakan, akan lebih baik menyelenggarakan  diskusi kebudayaan  terlebih dahulu. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh kesenian, budayawan. Bukan saja yang berasal dari Jonggol atau Bogor Timur, tetapi juga budayawan nasional  yang memahami budaya Sunda,” tutur Eddie.

Eddie yang kini tengah merampungkan pertunjukkan teater-film Sutradara Ngekting “Senja di Taman” dan mensuvervisi OVOS ( One Village One Story) itu , yakin  Festival Jonggol akan sukses.  Mengingat Jonggol mempunyai histori kuat di ingatan masyarakat. Terkait dengan berbagai peristiwa dan perkembangannya yang  berbeda dengan daerah lainnya di Jawa Barat. Misalnya Jonggol pernah digadang-gadang menjadi ibukota negara RI, sehigga bermunculanlah sejumlah perumahan elit di wilayah itu.

Menjawab masukan dari tokoh pelaku seni dan tokoh perfileman Indonesia itu, ketua panitia Festival Kesenian Jonggol Ismail Lutan, menyatakan kegembiraannya. Masukan yang sangat berharga tersebut semakin memperkuat semangat panitia untuk bekerja all out menyukseskannya.

“Sangat-sangat bagus dan menambah vitamin pihak penyelenggara,” tutur Ismail Lutan, yang juga Pimpinan Umum parahyangan-post grup ini.

Dikatakan Ismail Lutan ide penyelenggaraan Festival Kesenian Jonggol  berawal dari kegelisahan para seniman yang mati suri gegara covid. Maka perlu dilakukan terobosan guna membongkar kevakuman tersebut.

Ide tersebut mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, baik pelaku seni, pemerintah, Dewan Kesenian Kabupaten Bogor, pengusaha dan tokoh masyarakat Jawa Barat.

Kepanitiaan Festival Kesenian Jonggol ini berpusat di Yayasan Anugerah Qalam Indonesia (YAQIN).

Kampung Kubang RT 10/05 Desa Jatisari Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor.

Cileungsi 16820.*** (boe)