Home Edukasi Dubes Maroko untuk Indonesia Apresiasi Penyelenggaran Munas III PJMI

Dubes Maroko untuk Indonesia Apresiasi Penyelenggaran Munas III PJMI

Siap Lanjutkan Ramadhan Dialogue Series

178
0
SHARE
Dubes Maroko untuk Indonesia  Apresiasi Penyelenggaran Munas III PJMI

Keterangan Gambar : Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Dr. Queda Benabdellah (kanan) dan Ketua Panitia Munas III PJMI H. Ismail Lutan (foto Dicky)

Dubes Maroko untuk Indonesia  Apresiasi Penyelenggaran Munas III PJMI

Siap Lanjutkan Ramadhan Dialogue Series

Jakarta, parahyangan-post.com- Duta Besar Maroko untuk Indonesia Dr. Queda Benabdellah  menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Munas III PJMI. Hal tersebut disampaikan saat panitia Munas, dipimpin ketuanya H. Ismail Lutan, bersilaturrahmi ke kantornya,  di Jakarta, Kamis 14/7.

Silaturrahmi dengan Dubes Maroko. Dr. Queda Benabdellah berlangsung hangat. Didampingi bebebarapa stafnya, antara lain Omar El Asli (economic counsellor) dan Chaymae Khebouiz, diskusi sangat cair, akrab dan penuh tawa-canda. Sementara panitia Munas, selain ketua tampak Muhammad Anthomi, J. Faisal, M. Rana Setiawan, M. Dicky, Yunan Miftaul Alam dan Septian Tawar.

Dikatakan Dubes Queda, pihaknya  berterima kasih telah dikunjungi. Karena silaturrahmi, menurutnya, (dengan mengutip hadis Rasulullah) akan memperkuat pertemanan, memperpanjang umur dan mempermudah rezeki.  Ia sangat tertarik dan mengapresiasi penyelenggaraan Munas III PJMI yang bertujuan, antara lain, menjunjung tinggi etika pemberitaan jurnalistik.

“Saya  sepakat tentang kewajiban jurnalis untuk menghasilkan sebuah pemberitaan yang nyata, jujur, dan sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Bukan pemberitaan yang bohong, tidak berimbang dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan,” tuturnya.

Dubes Queda juga mengapresiasi Jurnalisme Profetik (Jurnalisme Kenabian) yang digagas dan disosialisasikan wartawan senior Indonesia Parni Hadi. Menurutnya, Jurnalisme Profetik  yang berazazkan Amanah, Fatonah, Tabblig adalah roh wartawan Muslim dalam menyampaikan berita yang bertanggungjawab dan berimbang. Jauh dari berita yang tidak benar atau hoax.

Dalam kesempatan itu juga disepakati Kedubes Maroko  siap melanjutkan kerjasama yang sudah pernah dilakukan beberapa waktu lalu, yakni penyelenggaran “Ramadhan Dialogue Series” yang beberapa tahun belakangan terhenti  gegara pandemi covid-19.

Ramadhan Dialogue Series adalah salah satu program PJMI dengan kedutaan-kedutaan negara Muslim di Jakarta, yang dimuali sejak delapan tahun lalu. Program ini belakangan terhenti karena beberapa hal dan terutama sekali setelah pandemi covid-19 melanda Indonesia dan dunia.

“Tidak hanya di bulan Ramadhan, di luar bulan itu kami siap berpartisipasi  untuk menyelenggarakan diskusi dengan jurnalis Muslim di Indonesia dengan topik-topik yang hangat guna membangun peradaban Islam yang rahmatan lil alamin,” terangnya bersemangat.

Dubes Queda juga mengatakan,  selama ini kerjasama antara Kerajaan Maroko dan Pemerintah  Indonesia telah berlangsung dengan baik. Banyak bidang yang dikerjasamakan, diantara bidang pendidikan, perdagangan dan kebudayaan.

Sementara itu Ketua panitia Munas III PJMI H. Ismail Lutan menyatakan kegembiraannya telah diterima oleh kedua Duta Besar Kerajaan maroko di Indonesia. Dukungan ini semakin menyemangati panitia untuk bekerja lebih keras lagi, sehingga Munas sukses dan melahirkan pemikiran-pemikiran yang konstruktif.

"Membangun kerja sama dan silaturrahmi dengan Dubes Maroko adalah satu bentuk wujud tanggung jawab profesi untuk meningkatkan pergaulan global, utamanya di kalangan dunia Muslim," tutur Ismail Lutan yang juga Pemimpin Umum Parahyangan-post.group ini. 

Munas akan berlangsung pada tanggal 4 Agustus 2022. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan direncanakan akan memberikan sambutan dalam acara itu. Selain itu sejumlah pakar dan tokoh juga direncanakan akan hadir, diantaranya wartawan senior Parni Hadi, ekonom kerakyatan Awalil Rizki, Wakil Ketua Kadin Indonesia Perwakilan Tetap Timur Tengah Mohamad Bawazeer,  ketua MUI Bidang Penegakan Moral dan Etika Bangsa DR. KH Masyhuril Khamis, SH, MH dan pengamat Hukum Irjen Pol (Purn) DR. Marwan Paris MBA. Munas akan diikuti 75 orang peserta, berasal dari Jakarta dan daerah.*** (pp/aboe)