Home Polkam Diskusi Publik PJMI-BN Tentang Palestina

Diskusi Publik PJMI-BN Tentang Palestina

Tolak Framing Realitas Sejarah Israel

234
0
SHARE
Diskusi Publik PJMI-BN Tentang Palestina

Keterangan Gambar : dari kiri-kekanan: Wakil Sekjen Barnus MY Gunawan, Ketua AWG Ustad Muhammad Anshorullah dan Ketua Umum PJMI Ismail Lutan (foto didi)

Diskusi Publik PJMI-BN Tentang Palestina

Tolak Framing Realitas Sejarah Israel

Jakarta, parahyangan-post.com-Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) Anshorullah menolak framing realitas sejarah yang sengaja dibuat oleh negara Israel. Menurutnya, narasi-narasi kebohongan sejarah serta disampaikan ke publik dengan tujuan ingin mendapat perhatian dunia internasional.

Hal tersebut disampaikan pada diskusi publik dwimingguan yang dislenggarakan oleh Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Barisan Nusantara (Barnus) dan barisan.co di Sekretariat bersama PJMI, Ruko Permata Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (7/12/2022) malam.

AWG mengatakan hal tersebut dilakukan oleh Israel dengan alasan memiliki hak untuk tinggal di Palestina. Dalam framing tersebut, sebagian negara demokrasi di Timur Tengah mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1948. Anshorullah menilai apa yang telah dilakukan Israel merupakan bagian dari kebohongan belaka.

" Saya ingin menyampaikan kepada publik bahwa framing Israel yang mengatakan bahwa mereka realitas sejarah yang harus diterima oleh semua kalangan. Hari ini harus kita tolak, harus kita tantang karena semua produk 'prank' mereka itu semua kebohongan," ujar Anshorullah,

Diskusi dihadiri sejumlah wartawan PJMI, anggota Ormas Barnus, Barisan Emak-emak Nekad (BEN) dan sejumlah pengurus AWG.

Anshorullah menegaskan kehadiran Israel di Palestina sesungguhnya menjajah. Namun, kata dia, Palestina merupakan objek yang terjajah. Saat ini, Palestina tengah berupaya merebut kemerdekaannya dari Israel.

Untuk itu, AWG meminta bangsa Indonesia peduli dan mendukung kemerdekaan Palestina. Lanjutnya, Indonesia harus menunjukkan komitmen untuk mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan. Sebab, Palestina adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 lalu.

Cita-cita AWG disampaikan oleh Anshorullah tak lain agar Palestina merdeka. Kemudian dia menyampaikan, bila Palestina merdeka dari penjajahan tentunya warga negara Palestina bisa membebaskan masjid Al Aqsa. Hal ini diungkapkan Ketua Presidium Aqsa Working Group saat diskusi bersama Barisan Nusantara (BN) serta Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) di Jakarta.

" Karena kita adalah bangsa anti penjajah, kita berhutang pada Palestina karena mereka dulu yang pertama kali mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 45," kata Anshorullah.

Ia menambahkan meskipun pemimpin Indonesia saat ini tidak sekuat Presiden Soekarno akan tetapi dikatakan Anshorullah telah memiliki banyak kemajuan. Dari sisi perdagangan, kata dia, banyak produk Palestina yang masuk ke Indonesia bebas cukai.

Langkah pemerintah terhadap Palestina pun diapresiasi olehnya. Neraca perdagangan menurutnya meningkat 21,28% tahun ini dibandingkan tahun lalu. Meski sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga sempat menyatakan untuk memboikot produk-produk Israel masuk ke Indonesia.

" Banyak kemajuan yang konkrit perdagangan Indonesia dengan Palestina saat ini semakin maju, banyak produk Palestina bebas cukai masuk ke Indonesia itu perlu kita apresiasi," jelas Ketua Presidium Aqsa Working Group.

Sementara itu Ketua Umum PJMI Ismail Lutan mengatakan, apa yang diperjuangkan oleh AWG sejalan dengan visi PJMI, yakni memperjuangkan keadilan dan menghilangkan semua bentuk penjajahan di muka bumi.

"Apa yang dilakukan oleh AWG merupakan representasi umat Muslim Tanah Air. Meski kita tahu saat ini Israel unggul dalam segala hal, namun perjuangan rakyat Palestina merebut kemerdekaannya secara penuh harus didukung," tuturnya. 

Pada akhir acara AWG menyerahkan dua buah buku tentang Palestina  karya  Yakhsyallah Mansur berjudul Membaca Protocol Of Zion dan  Masjidil Aqsa  Tanggung Jawab Seluruh Umat Islam.*** (aboe/pp)