Home Nusantara Carut Marut Pembebasan Lahan Kadis Binamarga Diminta Turun ke Cakung

Carut Marut Pembebasan Lahan Kadis Binamarga Diminta Turun ke Cakung

61
0
SHARE
Carut Marut Pembebasan Lahan Kadis Binamarga Diminta Turun ke Cakung

JAKARTA [ www.parahyangan-post.com ] - Komisi D Bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta menegaskan terhadap Kepala Dinas Binamarga turun kelapangan dan menyelesaikan permasalah lahan warga. Pembebasan tanah serta bangunan warga di Cakung Barat hingga kini terkatung-katung. 

Anggota DPRD DKI Jakarta minta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menyelesaikan uang pergantian yang sesuai. Syahroni mengatakan sejumlah warga mengeluhkan sejak tahun 2016 hingga April 2021 ini tempat tinggal mereka belum dituntaskan. 

" Pada hari ini saya mengatakan Kepala Dinas yang namanya Hari itu tolong turun ke masyarakat jangan main asal gusur aja untuk pembangunan," terang anggota Komisi D, Sabtu (24/4/2021). 

Lalu, Syahroni mengibaratkan bila saja lahan tersebut milik Kepala Dinas Binamarga atau keluarganya dibayar dibawah harga NJOP tentunya yang bersangkutan menolak. Sejak menerima laporan warga, Komisi D akan mendalami termasuk permasalahan hukum imbas dari pembangunan tersebut. 

" Bayangin kalau yang digusur itu adik, kakak atau ibunya dibayar tanahnya separuh harga. Gusur itu juga harus pakai hati nurani," kata Syahroni didampingi Muhayar yang juga anggota Komisi D. 

Dari pembangunan jalan ini, warga Cakung menuai keresahan. Pasalnya, 4 KK yang bermukim di RT 05/02 Kelurahan Cakung Barat Kecamatan Cakung Jakarta Timur tak kunjung menerima pelunasan. Kedatangan warga perihal keluhan tersebut dan mengadukan telah terhitung dua kali pertemuan dengan luas tanah yang berbeda. 

Kemudian, sekitar belasan warga Cakung juga menceritakan padanya tentang pembayaran lahan yang dinilai berbeda-beda jumlahnya. Bahkan, selama tiga tahun warga setelah dilakukan pengukuran tanah mereka belum juga dibayar lunas. 

" Ada sekitar 15 sampai 20 orang mengadu ke saya dalam waktu dekat kita akan membuat surat resmi ke Binamarga. Supaya dapat merespon keluhan warga ini dengan cepat," beber pria yang tinggal di Jakarta Timur.

(didi/pp)