Home Edukasi Bentuk Jiwa Kompetitif dan Uji Keterampilan Seni, BBU ITB XIX Hadirkan LCT dan Drawing Test

Bentuk Jiwa Kompetitif dan Uji Keterampilan Seni, BBU ITB XIX Hadirkan LCT dan Drawing Test

135
0
SHARE
Bentuk Jiwa Kompetitif dan Uji Keterampilan Seni, BBU ITB XIX Hadirkan LCT dan Drawing Test

LAMPUNG - www.parahyangan-post.com - Dalam mempersiapkan seorang siswa menghadapi masa depan yang tak menentu, kepintaran saja tidak cukup. Para siswa perlu memiliki sifat kompetitif yang membuat mereka ingin bersaing dengan siswa lain. Tentunya persaingan yang dibentuk haruslah bersifat positif agar dapat menjadi dorongan bagi setiap siswa untuk mengejar mimpi atau tujuan mereka. Maka dari itu, hadirlah Bulan Bakti Ubala (BBU) ITB XIX yang menyediakan wadah bagi para siswa untuk bersaing dan menguji keterampilan yang mereka miliki dalam bentuk perlombaan. 

BBU ITB merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh para mahasiswa ITB asal Lampung sebagai wujud pengabdian kepada Provinsi Lampung, daerah asal mereka, setelah merantau untuk berkuliah. Sebagai mahasiswa ITB tentunya mereka memahami pentingnya berkompetisi karena kompetisi dapat menciptakan kemampuan berpikir logis, kreatif, inovatif, dan kritis. Selain itu, para mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB juga mengingat kesulitan yang mereka alami saat harus membuat portofolio, terutama karena pada FSRD/jurusan kesenian lainnya, portofolio menjadi salah satu komponen penilaian. Lomba Cepat Tepat (LCT) dan Drawing Test pun akhirnya hadir dalam rangkaian acara BBU ITB XIX karena pemikiran tersebut. Kedua lomba tersebut dapat diikuti oleh para siswa kelas X hingga XII SMA/sederajat di Provinsi Lampung.

Antusias Para Peserta Dalam Mengikuti Kegiatan LCT diselenggarakan pada 7 Januari 2023 di SMAK BPK Penabur Bandar Lampung mulai pukul 09.30 hingga 17.00 WIB dan terdiri dari tiga babak, yaitu penyisihan, semifinal, dan final. Sebanyak 19 regu, masing-masing beranggotakan tiga orang, berkompetisi menjawab pertanyaan dari pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi kelas X hingga XII Semester 1. Soal yang dilombakan merupakan soal yang dibuat mandiri oleh panitia BBU ITB XIX dengan juri yang merupakan guru pada mata pelajaran terkait. Setelah berjuang di seluruh babak yang ada, SMA AL-Kautsar Bandar Lampung (Regu A) keluar menjadi pemenang, sedangkan juara kedua dan ketiga ditempati oleh SMAN 1 Pringsewu dan SMA AL-Kautsar Bandar Lampung (Regu B). 

Berselang satu hari dari lomba LCT, di tempat yang sama, diadakan lomba Drawing Test yang dimulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Lomba ini diikuti oleh 22 peserta yang akan mengerjakan dua gambar, suasana dan still-life, sesuai tema yang sudah ditentukan dan dibuat oleh mahasiswa FSRD ITB asal Lampung. Pada gambar suasana, peserta diwajibkan untuk menggambar satu dari tiga tema sesuai pilihan masing-masing. Tema yang dilombakan adalah suasana seseorang yang sedang merecoki keberlangsungan sebuah prosesi pernikahan, suasana kebakaran yang berasal dari sebuah kios di pasai yang ramai pengunjung, dan suasana “aku” berkhayal menjadi pemeran utama dalam dongeng kesukaanku. Berbeda dengan gambar suasana, pada gambar still-life, peserta diwajibkan untuk menggambar objek-objek yang berada di depan mereka pada saat itu, yaitu taplak meja, pisau, gelas, buah jeruk, botol semprotan, dan talenan.
Para Peserta Sedang Menyelesaikan Gambar DrawingKarya-karya peserta kemudian dinilai oleh para mahasiswa FSRD ITB asal Lampung yang sudah berpengalaman di bidangnya. Tidak hanya menilai, para mahasiswa juga memberikan tips dan trick seputar portofolio seni, mengenalkan FSRD ITB, serta memberikan feedback pada setiap hasil gambar kepada para peserta. Setelah melalui proses penilaian, Dyah Cahyani dari SMA Al-Kautsar Bandar Lampung memperoleh juara I, Fatimah Abida Delbar dari SMA Al-Kautsar Bandar Lampung memperoleh juara II, Shafa Alganiyu Yazid dari SMAN 5 Bandar Lampung memperoleh juara III, dan Siti Nurhayati dari SMAN 1 Pringsewu memperoleh juara favorit. Berbeda dengan juara I, II, dan III yang ditentukan para juri, juara favorit ditentukan berdasarkan jumlah like terbanyak pada hasil karya yang dipublikasikan pada instagram BBU ITB XIX.


(rn/pp)