Home Opini Benarkah Varian Baru Corona Tak Lebih Berbahaya dari Covid-19?

Benarkah Varian Baru Corona Tak Lebih Berbahaya dari Covid-19?

147
0
SHARE
Benarkah Varian Baru Corona Tak Lebih Berbahaya dari Covid-19?

Keterangan Gambar : Daimah Fauziah Ningrum, Mahasiswa Universitas Gunadarma dan Tinggal di Kota Depok.

Oleh: Daimah Fauziah Ningrum, Mahasiswa Universitas Gunadarma

GUBERNUR - Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan dua warga Kabupaten Karawang positif virus corona varian baru B117. Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menyebut ancaman virus corona B117 ini cukup serius. (news.deitk.com,4/3/2021). 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat tak khawatir dengan keberadaan mutasi virus corona B117 yang sudah terdeteksi masuk ke Indonesia. Ia mengklaim varian virus ini tak lebih berbahaya dari sebelumnya. Diketahui, varian virus corona B117 dibawa dua warga Karawang, Jawa Barat, yang merupakan pekerja migran Indonesia. (ccnindonesia.com,4/3/2021). 

Benarkah varian baru corona tak lebih berbahaya dari Covid-19? Namun, faktanya meskipun disebut tak lebih berbahaya dari Covid -19 tapi justru kekhawatiran  masyarakat semakin meningkat terhadap adanya varian baru corona.

Hal tersebut sebetulnya mengindikasikan tingkat kepercayaan publik pada pemerintah  semakin melemah. Sebab, kinerja pemerintah dalam mengatasi pandemi ini dinilai lamban oleh masyarakat. Justru pemerintah terkesan meremehkan wabah melalui kebijakan-kebijakan yang kontraproduktif terhadap penyebaran virus. Mengapa tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah kian melemah? Lalu bagaimanakah solusi Islam terkait kondisi tersebut dan kemudian saling menopang untuk bersama-sama keluar dari pandemi ini?. 

Ketidakpercayaan umat pada penguasa tak akan ada dalam sistem Islam. Penanggulangan wabah akan cepat teratasi karena akan terjalin kerja sama yang baik antara penguasa dan rakyat. Sistem politik Islam akan menunjuk para penguasa amanah dan kapabel, pengurus umat yang paham  dan berkarakter pemimpin.

Mereka pemimpin yang sedari awal menginginkan berkhidmat pada Sang Pencipta dengan menjadi pelayan umat. Mereka mencintai dan menjadikan umat sebagai fokus kerjanya. Titik inilah yang sebenarnya menjadi langkah preventif dalam menyelesaikan pandemi. Selanjutnya, selain adanya kepercayaan penuh umat kepada penguasa, penguasa akan menggandeng para pakar dalam menyelesaikan problematik yang ada. Sebab, segala sesuatu jika tidak diserahkan kepada ahlinya, akan binasa. Begitu pun sistem kesehatan, akan mandiri diurusi pemerintah, tidak menyerahkannya pada swasta. Penelitian untuk bisa mendapatkan vaksin akan didukung bukan malah dipangkas karena bermental impor. 

Semakin mengancamnya varian virus corona terhadap keselamatan masyarakat adalah sesuatu yang niscaya jika pengurusan penanggulangan wabah masih di tangan penguasa dalam sistem kapitalisme demokrasi. Sebab itulah, mari kita terapkan sistem yang melahirkan penguasa amanah dan kapabel agar dunia segera terbebas dari corona dan wabah penyakit lainnya.[]