Home Disaster BantuanTerhadap Korban Gempa Turki dan Suriah Masih Kurang

BantuanTerhadap Korban Gempa Turki dan Suriah Masih Kurang

MER-C minta PJMI suarakan kepedulian secara masif

864
0
SHARE
BantuanTerhadap Korban Gempa Turki dan Suriah Masih Kurang

Keterangan Gambar : Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad (tengah) saat memberikan paparannya pada diskusi publik PJMI (foto iwan)

Jakarta, parahyangan-post-com- Respon masyarakat Indonesia untuk membantu korban gempa Turki dan Suriah masih kurang. Untuk itu wartawan yang tergabung dalam Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) harus memberitakan secara masif. Sehingga rasa empati masyarakat meningkat. Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad saat diskusi Publik  bertema : Peran Jurnalis Muslim di Era komunikasi Digital untuk Memperkuat Literasi Umat, di hotel Balairung Jakarta, Jumat 17/2.

“Dibanding bencana tsunmi Jepang, respon umat terhadap korban gempa Turki dan Suriah sangat kurang. Padahal korban jiwa lebih  banyak. Per hari ini (17/2-red) sudah tercatat lebih dari 35.000 orang.  Dan angka itu akan terus bertambah mengingat masih banyak lagi yang belum ditemukan,” tutur dr. Sarbini.

Diskusi publik berlangsung dalam ranga  Pengukuhan pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Periode 2022-2025. Selain Sarbini juga tampil CEO BWA Heru Binawam, Ketua Umum PRIMA DMI Ahmad Arafat Aminullah, ST dan Corporate Secretary Dompet Dhuafa Taufan Yusuf Nugroho.

Dikatakan Murad, MER-C sudah mengirim tim medis bedah untuk menolong korban gempa Turki – Suriah. Berangkat Minggu, 12 Februari lalu. Setelah dari Turki timnya langsung ke Suriah.

“Penanganan korban gempa oleh pemerintah Turki sangat bagus dan cepat. Bahkan pemerintahnya juga mendata gedung-gedung yang ambruk untuk dimintai pertanggungjawaban pemilik dan kontraktornya. Karena diduga sebagian besar gedung yang ambruk itu menyalahi amdal. Bangunannya tidak didesaign anti gempa, padahal berada di daerah rawan gempa,” tutur Murad.

Sementara itu Ketua Umum PJMI yang baru dikukuhkan Ismail Lutan mengatakan PJMI akan menyurakan kepedulian kepada korban gempa Turki dan Suriah melalui pemberitaan secara masif.

“Pada acara ini pun PJMI mendeklarasikan keprihatinan terhadap korban gempa Turki-Suriah itu. Kita menggugah kepedulian masyarakat untuk menyalurkan bantuannya kepada NGO-NGO yang dipercaya dan kredibel. Seperti MER-C, Dompet Duafa dll, yang track recordnya dalam membantu korban bencana sudah teruji,” tutur Ismail Lutan.

Meningkatkan SDM

Di bagian lain sambutannya Ismail Lutan mengatakan,  saat ini PJMI tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya Universitas Paramadina untuk peningkatan SDM jurnalis PJMI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

"PJMI juga memiliki agenda melakukan pemberdayaan bagi kalangan jurnalis untuk meningkatkan kemampuan jurnalistiknya guna mendukung kinerja yang selama ini menjadi tugasnya sehari-hari," kata pemimpin Redaksi Parahyangan Post itu.

Ismail juga menyebut nantinya ada program sejuta mesjid, sejuta jurnalis. Diharapkan kelak para jurnalis muslim betul-betul menjalankan fungsinya dengan baik dan profesional.

"Setelah pengukuhan, dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan kegiatan pelatihan jurnalistik masjid di tiga daerah. Di samping itu, membentuk PJMI Muda sebagai wadah bagi gerenasi muda untuk mengembangkan diri dalam dunia kepenulisan serta sebagai upaya regenerasi dalam wadah organisasi," jelasnya.

Tak hanya itu, PJMI juga akan memberi lokakarya untuk jurnalis lingkungan, mendidik YouTuber, dan memberdayakan UMKM.

Di bulan Ramadhan, PJMI juga akan mengadakan Ramadan Dialogue Series, suatu forum diskusi khusus dengan narausmber duta besar negara sahabat dan digelar di kedutaan di Jakarta, pada waktu menjelang berbuka puasa.***(aboe/pp)