Home Agama BANDUL KEHIDUPAN

BANDUL KEHIDUPAN

#KajianHikmah #Renungan #InstopeksiDiri

195
0
SHARE
BANDUL KEHIDUPAN

Oleh :  Imansyah Hkim A Rasyid
(Wartawan, Penulis dan Pengurus PJMI) 

Pada suatu masa ketika bandul kehidupan menyimpang melampaui batasnya, terlalu menekan ketika digerakkan,  hingga batas kedzholiman, Allah punya cara untuk memberinya ayunan pembalik yang tak kalah dahsyatnya.

Bandul semakin kuat dihentakkan ;
Maka semakin kuat daya penghancurnya;
Itu yang akan terjadi sebagai wujud hukum SUNNATULLAH ;

Adalah Abu Jahl pemuka kaum berhala, melecehkan Nabi Muhammad  SAW di depan khalayak dengan hinaan, cercaan, dan kutuk yang angkara, maka Hamzah yang selama ini masih ragu dan membiarkan perjuangan keponakannya berjalan alami saja dilanda murka. 

Menunggang kuda dan berthawaf tanpa menurunkan busur serta buruannya, dia lalu hantam kepala Abu Jahl gembong Kuraisy,  hingga berdarah darah dengan ujung gandewanya dan dengan kata-kata menyala mengumumkan ke-Islamannya.

Pada satu titik, setiap simpangan kedzholiman bandul pasti berbalik, menghantam kedzholiman itu sendiri.

Seperti ketika kebencian 'Umar bin Khaththab,  kepada Muhammad SAW, telah memuncak dan nyaris meledak di ubun-ubunnya. 

Petang itu, dia telah membulatkan tekad untuk membunuh lelaki jujur yang dia anggap berubah menjadi pemecah belah Makkah sejak beberapa tahun belakangan, yang memisahkan suami dari istri, anak dari bapak, dan karib dari kerabat karena keyakinan mereka. 

Umar malah berbelok ke rumah adiknya, dan darah yang mengaliri wajah suami istri Fathimah-Sa'id dari tamparannya, membuatnya rela mendengarkan Kalam. Umar lalu bergegas ke rumah Al Arqam, bukan untuk membunuh, melainkan untuk menjadi Al Faruq yang gelegar semangatnya menggigilkan Musyrikin di keesokan harinya.

Pada suatu titik simpangan semakin kuat dihentakkan,  pasti berbalik..
Mengayun lebih kuat dari tekanan pada awalnya..

Seperti ketika Suhail ibn 'Amr memaksa dihapusnya nama "Arrahmanirrahim" dan sebutan "Rasulullah SAW dari naskah Hudaibiyah, maka justru peristiwa itu ditandai oleh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dengan turunnya firman, "Sesungguhnya Kami telah bukakan untukmu kemenangan yang gilang gemilang."  

Dan jumlah orang yang berbondong masuk Islam dalam 4 tahun berikutnya beribu kali lipat dibanding 19 tahun penuh darah dan airmata yang telah -terlewati.

Maka kita katakan kepada semua tiran penguasa lacur,  pemimpin dzhalim dan penganiaya ummat. 
Terus-teruskan saja jika kalian memang mengingini kezhaliman bersimaharajalela. 
Lanjutkan saja kegembiraan kalian menganiaya dan menyiksa Ummat Islam.
Keraskan sekalian tekanan kalian, 
Tetapi sekeras kalian mengayun, sebegitupun bandul akan berbalik tanpa ampun.

Berbalik tanpa bisa dibendung, bahkan semakin kuat bandul itu dihentakkan ke arah ummat yg tak bersalah. Maka semakin kuat  ia akan berbalik menghantam setiap kedzoliman..
Hancur lebur, porak poranda..

Suatu saat kelak, akan tiba masanya;
Yang tersisa hanya sejarah kelam mengerikan; 
Sang pemimpin durjana mati ditawur rakyatnya sendiri ;
Sang penguasa dzalim mati dengan sekujur tubuh berbau busuk; 
Bahkan tanah pun enggan menerima jazad mereka ketika dikuburkan.

Naudzubbillah min dzalika.

Cileungsi,  23 januari 2021 jam 02:25