Home Opini APA KABAR PERKUMPULAN JURNALIS MUSLIM?

APA KABAR PERKUMPULAN JURNALIS MUSLIM?

Catatan Ringan

1,079
0
SHARE
APA KABAR PERKUMPULAN JURNALIS MUSLIM?

Keterangan Gambar : Pengukuhan Pengurus Persudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) (2022 - 2023) (sumber foto : ist/pp)

Oleh : Adhes Satria 
Praktisi Media


TADI PAGI - Saya menghadiri undangan Pengukuhan Pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Periode 2022-2025 di Hotel Balairung, Jakarta Timur. 

Dalam sambutannya, Ketua Umum PJMI Ismail Lutan, sohib saya yang sudah lama kenal saat liputan kegiatan sastra, seni dan budaya dulu, menyampaikan, perkumpulan jurnalis muslim PJMI telah berdiri sejak 2011.

Pendirinya adalah para jurnalis muslim senior, seperti Muhammad Antoni (Kantor Berita Antara), Mashadi (dahulu Pemred Suara Islam dan Voa Islam), R. Widojo Hartono, Suyunus Rizki,  Lukman B Khalid (dahulu Harian Terbit), Iwan Syamariansyah, Ahmad Djunaiedi (sabili.id).

Sejak salah satu pendirinya wafat, yakni R. Widojo Hartono, sebagian lagi tidak aktif, PJMI sempat vakum beberapa tahun. Tapi kini kembali bergerak dengan  munculnya regenerasi dengan wajah baru yang lebih fresh.

Ismail Lutan berharap, PJMI yang dia pimpin akan melahirkan jurnalis muslim yang berakhlakul karimah, profesional, dan membawa maslahat untuk umat. Juga tentunya mengembangkan potensi sumber daya manusia, khususnya jurnalis Islam menuju masa depan yang lebih gemilang. Begitu visi misi idealnya.

Ismail Lutan menyebut bahwa saat ini PJMI tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Diantaranya, Universitas Paramadina untuk peningkatan SDM jurnalis PJMI dan Dewan Mesjid Indonesia (DMI). 

"Alhamdulillah ada 7 orang dari PJMI yang mendapatkan beasiswa Program S2 dari Universitas Paramadina. Ke depan, Insya Allah program beasiswa ini akan bekerjasama dangan Perguruan Tinggi Islam As-Syafi'iyah, Jakarta," kata Bang Mail, begitu doi akrab disapa.

Ismail juga menyebut nantinya ada program sejuta mesjid, sejuta jurnalis."Setelah pengukuhan, dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan kegiatan sejuta jurnalis tersebut di tiga daerah," terangnya.

Ketua Dewan Pembina PJMI, Prof Dailami Firdaus hadir saat mengukuhkan pengurus PJMI di Hotel Balairung Jakarta. Jum'at (17/2/2023).

JURNALIS MUSLIM

Perkumpulan jurnalis muslim PJMI bukanlah satu satunya. Selain PJMI, juga ada Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dan Forum Jurnalis Muslim (Forjim). Keduanya kebetulan saya ikut mendirikan dan pernah terlibat di dalamnya. 

Sebelumnya juga ada Silaturahim Wartawan Muslim Indonesia (SWAMI), jurnalis yang tergabung kala itu rata rata dari wartawan yang ngepos di Departemen Agama (Depag). Ketuanya seingat saya Nasir Maqsudi. 

Kalo rapat mereka biasanya di Masjid Istiqlal kamar 30. Salah satu event yang dibuat SWAMI kala itu adalah Lomba MTQ Tingkat Nasional antar jurnalis dari berbagai media. Masih segar dalam ingatan, saya pernah diminta redaktur media saya untuk ikut menjadi peserta Lomba MTQ. Dan Alhamdulillah kalah. 

Ada lagi perkumpulan jurnalis muslim lainnya, namanya IJMI (Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia). Ketuanya Mas Kadar Santoso, sohib senior saya juga. Mantab!

Patut disyukuri dengan munculnya sejumlah perkumpulan jurnalis muslim denga berbagai karakter dan programnya. Diharapkan diantara jurnalis muslim dari berbagai organisasi maupun komunitas saling berlomba lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

Diantara perkumpulan jurnalis muslim tersebut, ada yang sudah bubar denan sendirinya. Ada yang  vakum, dikarenakan kesibukan para anggotanya. Ada pula yang sudah banting stir tidak lagi bekerja di media dan berprofesi sebagai jurnalis. 

Yang membanggakan, hampir semua perkumpulan jurnalis muslim yang ada itu punya tujuan mulia. Salah satunya mengadvokasi kaum muslimin di negeri sendiri dan belahan dunia dari kezaliman tirani. Membela ulama yang dikriminalisasi, membentengi akidah umat dari paham dan pemikiran yang sesat. 

Juga memberikan informasi yang benar, bukan hoax, mencerdaskan bangsa, inspiratif, memberi edukasi dan pelatihan yang bermanfaat. Semoga spirit dakwah dan jihad dengan literasi itu tak pudar dan putar haluan serta melenceng dari tujuan semula. Semangat itu yang harus dijaga.

ORIENTASI JURNALIS MUSLIM

Terpenting, jalinan silaturahim diantara para pengurusnya harus mejadi prioritas. Begitu juga hubungan dengan organisasi dan komunitas yang berbeda. Kata persaudaraan hendaknya bukan sebatas lips servis. Jadikan kata persaudaraan seperti halnya menyebut temen perjuangannya sebagai sahabat dan saudara sesungguhnya.

Itulah perlunya taaruf, saling mengenal. Jangan sampai terjadi diantara anggotanya tidak mengenal di lingkarannya sendiri. Kata persaudaraan bukanlah sebatas jargon, tanpa meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Yang namanya persaudaraan itu ada rasa saling peduli, saling menolong, menjenguk yang sakit, mengunjungi yang tertimpa musibah dsb. Inilah asas perkumpulan yang ideal dalam Islam. Juga bukan sebatas teman ngobrol, makan bareng, bertemu saat ada kepentingan dan keuntungan saja. 

Di organisasi, perkumpulan dan komunitas dimanapun akan berakhir kisruh, jika orientasi perjuangannya hanya mengejar cuan dan hal hal yang bersifat duniawi. Transparansi, mengelola manajemen konflik internal maupun eksternal, menahan ego adalah kunci kesuksesan sebuah perkumpulan. Mencari solusi adalah hal yang paling utama untuk diselesaikan.

Tentu untuk menjalankan program dan kegiatan organisasi membutuhkan network, komitmen, finansial yang tak sedikit. Karena itu perlu dibincangkan dengan bijak dan kepala dingin. Sehingga tidak ada yang merasa ditinggalkan dan jadi bahan pergunjingan.

Anggap aja ini sebuah otokritik sederhana untuk kebaikan bersama. Tak ada niatan apapun untuk menyalahkan atau merendahkan siapapun. Saya cuma ingin berbagi cerita dan pengalaman saja.

Tapi yang namanya organisasi, bukanlah sesuatu yg terikat. Masing-masing punya kesibukan dan keterbatasan gerak. Tak ada salahnya jika dimaklumi. 

Saya tentu saja senang dan merasa bahagia dengan munculnya perkumpulan jurnalis muslim dengan keanekaragamannya. Itu bagus. Harapan saya ke depan, perkumpulan jurnalis muslim mengedepankan kemaslahatan dan urusan ukhrawi, tanpa meninggalkan kebutuhan duniawi yang halalan thoyyiban.

Akhirnya saya ingin mengucapkan Congratulation pada PJMI yang ingin berkontribusi pada umat. Saya akan terus mendukung dan mendoakan agar para pengurus PJMI diberi kesehatan, keteguhan iman Islam dan istiqamah dalam perjuangan. Saya kira ini eranya PJMI utk berkiprah dan beramal. (*)