Home Agama Anies Baswedan: Al Washliyah harus Mampu Membaca Perubahan Zaman

Anies Baswedan: Al Washliyah harus Mampu Membaca Perubahan Zaman

Pesannya di Rakernas I Al Washliyah

151
0
SHARE
Anies Baswedan: Al Washliyah harus Mampu Membaca Perubahan Zaman

Keterangan Gambar : Gubernur DKI Anies Baswedan

Anies Baswedan: Al Washliyah harus Mampu Membaca Perubahan Zaman

Pesannya di  Rakernas I Al Washliyah Ancol

Jakarta,parahyangan-post.com-Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Al Jam’iyatul Washliyah di hari pertama, Jumat 10 Juni 2022 di Hotel Mercure Ancol Jakarta, memang menjadi magnet perhatian tersendiri bagi para peserta Rakernas tersebut.

Meskipun mayoritas peserta Rakernas berasal dari luar daerah DKI Jakarta, tetapi mereka tetap antusias untuk menyambut kedatangan beliau, dan mendengarkan sambutan singkat dari tokoh nasional yang digadang-gadang sebagai calon presiden RI 2024 tersebut dengan penuh antusias pula.

Dalam kesempatan itupula, gubernur DKI Jakarta tersebut menerima tanda kehormatan keanggotaan Al Jam’iyatul Washliyah, dengan disematkannya baju jas hijau Al Washliyah oleh Ketua Umum Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. K.H. Masyhuril Khamis.

Dalam sambutan singkatnya tersebut, Anis Baswedan mengucapkan terimakasih kepada warga Al Washliyah karena selalu mendoakan beliau, karena menurut beliau tidaklah mudah menjadi seroang pemimpin di Jakarta, maka doa adalah jalan untuk memudahkan pekerjaannya, dan beliau sangat mengharapkan doa dari sesama saudara muslim di seluruh Indonesia, termasuk dari warga dan anggota organisasi Al Washliyah.

Anis juga mengatakan bahwa kita harus serius membaca perubahan zaman, agar organisasi Al Washliyah yang berkonsentrasi di bidang sosial dan Pendidikan dalam pergerakannya, menjadi tetap  tetap eksis. Karena hanya dengan Pendidikan, maka kita dapat mengikuti perubahan zaman yang cepat tersebut.

Masih menurut Anis, yang juga mantan Menteri Pendidikan ini, bahwa ada ketidakseimbangan antara kemajuan pendidikan anak-anak milenial saat ini dengan guru-gurunya yang tertinggal pengetahuan teknologinya. Siswanya adalah produk abad 21, gurunya ada di abad 20, sementara para guru tersebut lahir di abad 19.

Umat Islam sering kalah karena bukan tidak mampu, tetapi selalu kalah karena selalu lambat dalam merespon perubahan zaman. Umat Islam seharusnya pandai melihat perubahan tersebut. Perubahan yang paling berdampak pada masadepan adalah perubahan dalam bidang Pendidikan, tambah Anis. Dan Al Washliyah harus mampu mengantiipasi perubahan dalam  bidang Pendidikan dengan mengundang para pakar yang mampu melihat masa depan.

Anis juga mendorong umat Islam, khususnya warga Al Washliyah  untuk terus memunculkan sumber daya manusia yang mampu mengambil keputusan strategis keumatan, agar organisasi mempunyai harapan masa depan yang lebih cerah, terlebih lagi dalam hal keputusan publik.*** (pp/ H. J. Faisal)