Home Opini ALHAMDULILLAH TERLAKSANA JUGA RIHLAH PANTAI SAWARNA LEBAK BANTEN 24 SD 26 DESEMBER TAHUN 2020.

ALHAMDULILLAH TERLAKSANA JUGA RIHLAH PANTAI SAWARNA LEBAK BANTEN 24 SD 26 DESEMBER TAHUN 2020.

DITENGAH ANCAMAN PANDEMIK COVID 19, DAN PERDA RAPID TEST ANTIGEN

572
0
SHARE
ALHAMDULILLAH TERLAKSANA JUGA RIHLAH PANTAI SAWARNA LEBAK BANTEN 24 SD 26 DESEMBER TAHUN 2020.

Keterangan Gambar : Para Peserta Rihlah Berpose Bersama (sumber foto : Imansyah HR/pp)

Oleh : Imansyah Hakim Al Rasyid
(wartawan, penulis dan pengurus PJMI)

Rencana untuk rihlah, tiap akhir tahun, pengkajian gabungan, Majlis gang Arus, Majlis MHT, Majlis Masjid Bachir Ahmad, Majlis Klender, Majlis Turki Bekasi, dan Majlis masjid At Taubah yang dipimpin ustadz Abdurrahman Majrie,  jauh jauh hari sudah direncanakan dan digagas oleh panitya. 

Jauh hari sebelum dikeluarkannya atura dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, juga sebagai instruksi  dari Pemerintah Pusat terkait pembatasan skala besar (PSBB) dan aturan tentang adanya perasi Yustisi di beberapa daerah yang mewajibkan setiap orang yang akan masuk dan keluar Provinsi DKI Jakarta khususnya harus dilengkapi dengan surat keterangan rapid test antigen.

Kebijakan ini  dalam rangka untuk mengantisipasi pergerakan warga masyarakat menjelang akhir tahun, Natal dan Tahu Baru (Nataru), hal tersebut juga bertepatan akan adanya aksi, unjuk rasa dan penyampaian pendapat pada tanggal 18 Desember 2020 di depan istana lalu.

Kebijakan dan aturan ini dinilai cukup efektif, mampu mengurai kedatangan para pengunjuk rasa yang berdatangan dari empat penjuru angin, lebih dari 50% tak berhasil masuk, terbukti dari beberapa titik perbatasan Cianjur, Polres Cianjur berkoordinasi dengan Polsek Polsek dibawahnya melarang warga masyarakat yang mau masuk wilayah DKI untuk mentaati aturan Rapid Test Antigen, informasi perbatasan Bakauheni Lampung, warga Sumatera balik kandang kembali ke kotanya,

Perbatasan Propinsi Banten dan DKI, juga dilakukan pemeriksaan yang berujung kembalinya kelompok massa yang akan hadir penuhi acara (18/12) tersebut.
Padahal kalau dicermati, aturan ini implementasinya masih rancu. Dan secara khususnya ditujukan bagi pengguna kereta api di stasiun dan pengguna pesawat terbang di bandara bandara, dll.

Panitia Rihlah Tahunan Bingung

Sempat membuat panitia rihlah kalang kabut, ditengah ancaman salah satunya biaya rapid test antigen yang ditengarai sebesar 385 ribu rupiah, apalagi beredar rumor, dibeberapa titik tiap kendaraan roda empat akan digeledah dan diperiksa terkait rapid test antigen dimaksud.

Ketika dicermati dengan seksama, ternyata aturan ini akan dilaksanakan secara bertahap, bagi yang akan bepergian cukup menggunakan masker dan melaksanakan program standart 3M, sesuai protokol kesehatan.

Dengan keyakinan seperti inilah, panitia rhlah akhirnya memutuskan bahwasanya rihlah tetap lanjut, dengan tetap mentaati protokol kesehatan, standart pencegahan Covid 19 dengan cara melaksanakan 3M.

Selesai sudah,  sesuai waktunya kita pun berangkat. Sawarna, pada saat kita melakukan kunjungan Rihlah, memasuki penghujung musim penghujan, hampir setiap saat Sawarna diguyur hujan, kaum lelaki dan wanita nya bergerilya disela hujan reda matahari munculkan sinarnya, bersegera menuju pantai, yang memang menjadi daya tarik desa Sawarna.
Panorama alam ciptaan ALLAH sangat indah untuk sekedar di syukuri bagi setiap hambanya, betapa Maha Besar Allah menciptakan. Ciptaan laut yang membiru, ombak yang menggulung dahsyat di pesisir pantai selatan.

Semuanya sungguh luar biasa untuk di tadabbur,  bahwa manusia sangatlah kecil jika dibandingkan dengan  ciptaan-NYA yang Maha Akbar.

Menempati dua rumah besar, untuk basecamp kajian dan homebase konsumsi,  dua kamar homestay, serta dua kamar dirumah penduduk lokal milik para sahabat penulis, rupanya baru mencukupi dan representatif untuk meng adopsi seluruh kebutuhan tempat tinggal dan ber istirahat para peserta yag berjumlah lebih dari 40 jiwa. Bahkan penyedia tempat pengkajian Ggang Arus membawa anak, menantu dan cucu ikut berpartisipasi meramaikan acara Rihlah ini dan menyewa beberapa kamar yang disewa secara khusus untuk keperluan ini.

Malam pertama usai kajian, dilewati dengan menu ikan bakar, dari ikan Kakap Hitam besar hin?ga ikan Salem. Hari kedua full ikan laut segar, Tuna goreng,   gulai tetelan ikan Black Marlin yang oleh masyarakat Pelabuhan Ratu disebut ikan Janjilus, ikan prestisius para pemancing profesional. Ditutup dengan acara bakar jagung dipenghujung malam.

Sesuai dengan promosi saya pada pra kunjungan yang akan adakan acara men-jala ikan di gerbang muara (pertemuan air laut dan air sungai). Berharap mendapat ikan Belanak, ikan Trevaly,  Udang Menjangan, Kepiting, Rajungan, Siput Mata Lembu, dan Siput Macan dan Kuyutug, yang memang melimpah pada musimnya,  di session 24 Desember hingga 25 Desember 2020 (menjala dimalam hari).

Para kaum rijalun hanya bisa berharap tanpa realisasi yang jelas. Karena gerimis mengundang, sungai meluap dibatas standart yang di ijinkan para masyarakat adat sahabat sawarna yang masih loyal kepada saya hingga kini. Dan yang pasti menu tambahan rempeyek Udang tak jadi dibuat para annisa yang berharap untuk menu tambahan yang bergizi, karena tak se ekorpun Udang dan ikan yang jadi kita tangkap melalui Jala Sakti sahabat Sawarna karena gerimis mengundang tadi..

Next time kita akan mengulang kembali kunjungan ke Sawarna dengan persiapan yang lebih baik lagi disertai moment yang mendukung kegiatan outdoor kita selama di Sawarna.

In syaa Allah. Spesial Thanks To. Guru Usep Jono beserta  Eni Nurhayati, Mamat Tompel dan Keluarga koordinator wisata desa Sawarna, Pemilik home stay Dwiva.

Kyai Tongkop Hendi Ohol & Keluarga Rumah yang saya, bang Minto, mang Sarbuat, dan bang Zulkarnaen inapi. Yadi Supriadi Lempok pemilik tempat kajian. Teteh Elas, jurukunci rumah kajian. Kang Kukun, kang Henda, kang Dode, kang Jenal, Olot dan teteh Mar serta para sahabatku yang nama nya bisa panjang seperti Karang Kereta Pantai Tanjung Layar jika disebut satu persatu.

Semoga kalian semua senantiasa diberi kesehatan dan Rejeki yang berlimpah, dijauhi dari segala macam mara bahaya.

Kang Asep yang sedang diberi cobaan sakit, semoga cepat disembuhkan. Laa baasa thohurrun in syaa Allah

Aamiin yaa Rabbal Alamiiin..

Cileungsi, 27 Desember 2020:21:40:18