Home Opini Tokoh senior HMI MPO, Ustadz Zuhud kaum Muslimin yang telah tiada.

Tokoh senior HMI MPO, Ustadz Zuhud kaum Muslimin yang telah tiada.

IN MEMORIAM KAKANDA ABDURRAHMAN MAJRIE,

263
1
SHARE
 Tokoh senior HMI MPO, Ustadz Zuhud kaum Muslimin yang telah tiada.

Keterangan Gambar : MS Ka'ban dan Oerip Erwanto, usai menghadiri pemakaman ustadz Abdurrahman Majrie. Dipemakaman Duren Sawit, Ahad (15/05/2022) (Foto : dokumen pribadi/pp)

Oleh :  Imansyah Hakim Al Rasyid
(Wartawan, Penulis dan pengurus PJMI).

Tanggal 15 Mei ditahun 2022 adalah tanggal musibah bagi saya, dan musibah bagi kaum muslimin karena berpulangnya salah seorang Ulama yang faqih dan zuhud dalam kesehariannya. 

Padahal ditanggal tersebut rencananya saya akan ikut menghadiri haflah Ied keluarga besar HMI MPO ngumpul bareng dengan para senior dan Junior HMI, ada babe Ridwan Saidi, ada kang Ubed, juga tak lupa hadir bung Rizal Ramli ngumpul bareng di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat.

Bagai guntur menggelegar ba'da subuh dihari itu saya mendapat rentetan pesan whatsapp, bahwa telah berpulangnya dipanggil Allah Subhana Wa Taala, abangda, ustadz yang saya hormati Abdurrahman Majrie yang wafat menjelang adzan subuh itu.

Pikiran terbelah menjadi dua, antara hadir di Gedung Joang 45 ataukah ikut hadir mengurus jenazah abang tercinta ini.

Tahun 2018, ketika rekan duet dalam berdakwah Bang Majrie, (abang Debby Nasution) wafat mendahuluinya, saya hadir mulai dari prosesi memandikan, menjadi Imam shalat Jenazah, hingga menghantarkan kepemakaman saya hadir.. saya ingat betul itu.

Mengingat itu semua tanpa berpikir panjang sy berangkat ba'da Shalat Subuh, ke rumah duka di kawasan Duren Sawit.

Bertemu istri almarhum uni Damayanti, saya di ingatkan beliau, apa kenangan manis bersama almarhum sewaktu masih hidup, saya hanya terdiam berurai airmata, (bahkan ketika menulis inipun airmata saya mengalir tak terbendung), cukup banyak kenangan manis yang saya lewati bersama almarhum.

Mulai dari beberapa kali ke Lamongan kampung halamannya, bakaran ikan laut,  ke Tanjung Kodok (sebelum dijadikan tempat wisata) tempat rujukan melihat hilal, ber I'tikaf bulan Ramadhan bersama para ikhwan dengan mengkaji kitab, di Masjid Cikunir sebelum diambil paksa kelompok tertentu, Masjid di Pejompongan, Masjid Bachir Ahmad di Ciledug serta Masjid At Taqwa Tenabang, semuanya meninggalkan kesan tersendiri yang tak akan bisa dilupakan selama hayat dikandung badan.

Bukan itu saja, bersama bang Chaidir saya pernah ke markas Polda Metro Jaya, menemui seorang tahanan yang menggelapkan mobil rental miliknya, di Polda itu juga saya bertemu dengan Lia Eden, yang ditahan karena mengaku sebagai Nabi.

Terakhir di acara Rihlah akhir tahun 2020, kami semua para jamaahnya berkumpul di pantai Sawarna, mengkaji sembari nikmati alam pesisirnya yang terkenal itu. Ketika uni Damayanti mengingatkan kenangan manis berapa banyak yang mesti saya ceritakan??...

Sungguh amat sangat banyak..

 Bahkan ketika saya masih memimpin Pesantren Khusus Putri Darul Marhamah pun beliau beberapa kali saya undang.

Sebagai tokoh senior HMI MPO dan ustadz yang Zuhud, bang Majrie meninggalkan rekam jejak yang positif dan baik dikalangan jamaahnya.

Di HMI MPO bersama Oerip Erwanto dan salah satunya Valina Sinka, Bang Majrie pernah menjadikan markas Cilosari sebagai rumah pergerakannya, tahun 1981 ketika saya mengenalnya di Pegangsaan, bersama Bang Debby Nasution beliau menjadi Ustadz yang mengajarkan kami semua, termasuk uni Damayanti yang waktu itu belum menjadi istrinya, sebagai tokoh yang mengenal banyak tokoh, seperti Adhyaksa Dault, MS Ka'ban, Hamdan Zoelfa dll, bang Majrie tetap menjalani kehidupan Zuhudnya, tidak tergiur dengan hingar bingar kehidupan duniawi, baginya kehidupan akhirat adalah tujuan hidup utamanya, bahkan yang saya dengar pada I'tikaf Ramadhan 1443 H kemaren beliau tidak mampu menuntaskan 10hari ibadah, dihari ke delapan, beliau dipaksa pulang oleh istri karena sakit yang dideritanya.

Duren Sawit 15 Mei 2022, bukan saja menjadi saksi kedatangan para sahabat HMI MPO beliau yang hadir seperti Oerip Erwanto, bang MS Ka'ban, Balawi, Irvan dan lainnya, para Kohati, tetapi juga para jamaah Pegangsaan, Uni Yun, mbak Rina, mbak Trisna, Iskandar, Ayyub dan lainnya,  jamaah Tenabang, jamaah Bachir Ahmad, jamaah gang Arus dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Selamat jalan abang Abdurrahman Majrie, Surga menantimu, darimu saya mengharapkan, panggilan di yaumil akhir sebagai keutamaan para penghuni Surga dalam menyelamatkan para sahabatnya yang masih tertinggal diluar pintu surga.

Aamiin yaa mujibas sailiiin

Cileungsi 16 Mei 2022, 06:21.