Home Opini Standart Jagal Musiman

Standart Jagal Musiman

116
0
SHARE
 Standart Jagal Musiman

Oleh :  Imansyah Hakim Al Rasyid
(Wartawan, Penulis dan Pengurus PJMI) 


MENJADI - Tukang jagal musiman di hari hari Iedul Adha, bukanlah pekerjaan yang sepele atau mudah dilaksanakan. Butuh persiapan serta stamina yang prima, disamping keberanian menyembelih hewan kurban, berkaitan dengan darah dan sakratul maut tentunya dari hewan sembelihan kita. 

Penyembelihan ditempat tempat pemotongan hewan yang dibuka pemda setempat, amat jauh berbeda dengan kondisi lokasi Masjid atau Pesantren tempat diadakannya ritual penyembelihan tersebut.

Infrastruktur tempat penyembelihan hewan yang dibuka Pemda memang sengaja dipersiapkan untuk semua kegiatan itu, mulai dari tempat bangunan yang tertutup dikelilingi pagar eksklusife,  saluran pembuangan limbah dan darah, pernyediaan saluran air, hingga besi besi kokoh tempat mengikat hewan,  sudah dirancang sedemikian rupa guna kelancaran dan kemudahan si penyembelih, serta kenyamanan hewan itu sendiri. 

Keadaan ini, jauh berbeda dengan kondisi ril, sebuah Masjid atau Pondok Pesantren, yang hanya mempunyai fasilitas lapangan, dan bersifat umum.  Ditempat seperti ini, hewan di ikat dan dipertontonkan kepada khalayak, anak kecil bebas mendekati dan memberi makan hewan tersebut secara sporadis. 

Mengikuti sunnah Nabi, hingga saatnya ba'da khutbah Ied, hewan hewan tersebut disembelih, para tukang jagal musiman tadi. Dalam kondisi seperti ini, hewan akan merasa tertekan dan stress, 

Banyak kerumunan, suara bising anak anak kecil berlarian dengan baju warna warni, serta berbagai tingkah polah manusia, para penduduk sekitarnya. Belum lagi jika ada anak anak yang mengganggu dengan berbagai cara, seperti membangunkan hewan yg ber istirahat dengan colokan sebatang kayu dan lain sebagainya. Banyak hewan kurban sudah strees duluan, sebelum di sembelih.

Adalah kami Tim jagal musiman, yang punya reputasi keberanian, serta sedikit doa dan teknik menyembelih yang dianjurkan Nabi Muhammad hingga sembelihan kami halal dan syar'i, sejak muda sudah berkecimpung menekuni ritual jagal non formal ini. Pada perayaan Iedul Adha 1442 H, Hari Selasa kemaren di undang untuk membantu pelaksanaan Kurban di Pondok Pesantren Al Hijaz Desa Sukasirna Kecamatan Jonggol. 

Pimpinan Pesantren Al Hijaz Trio Rahmat, DR Rahmat Hidayat, ustadz Rahmat Riyadh, ustadz Rahmat Ridwan, serta ustadz Syukran Nashrullah, menyambut kedatangan tim jagal dengan keramahan para ustadz yang mumpuni. Pelaksanaan penyembelihan yang dilaksanakan mulai pukul 08pagi itu, berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan tersebut melibatkan para santri laki laki dan santri perempuan itu efektif sukses dibawah komando para ustadz dan ustadzahnya. 

Hingga jelang Maghrib, 14 ekor Sapi ukuran besar dan sekitar puluhan ekor Kambing, berhasil disalurkan kepada yang berhak menerima, khususnya warga sekitar Pondok Al Hijaz, di Desa Sukasirna Kecamatan Jonggol, dengan standart protokoler cegah covid 19 yang di anjurkan pemerintah setempat. 

Alhamdulillah kegiatan menjadi jagal musiman untuk tahun 1442 H, kali ini pun berjalan aman, lancar dan terkendali tanpa suatu aral apapun.

Sekedar lecet ditangan, menahan tenaga Sapi yang marah, saat dibungkus tambang, serta terjungkal kurang keseimbangan saat mati langkah menariknya, adalah resiko perjuangan yang menjadi bumbu penyedap sebagai bahan cerita yang tak berkesudahan untuk generasi kami selanjutnya. 

Sebagai tongkat estafeta yang harus tetap terjaga ke ontetikasi serta estestika sebuah pengamalan sunnah Nabi dalam Hal Tata Cara Berkurban. Bravo dan sukses..., ustadz DR Rahmat Hidayat,.Semoga Allah panjangkan dan berkahi usia antum, hingga tahun tahun Kurban berikutnya, semoga Al Hijaz dibawah kepemimpinan antum, menjadi lebih berkembang dan maju, menghasilkan peserta didik yang berilmu dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Aamiiin yaa Rabbal Alamiin.

Cileungsi, 11 Dzulhijjah 1442 H.