Polkam

Kampanye

Kampanye Damai, Yang Mencerdaskan, Mencerahkan Dan Memberdayakan

Administrator | Selasa, 25 Maret 2014 - 23:20:08 WIB | dibaca: 56768 pembaca

Parni Hadi (Foto : ist)

Jakarta, Parahyangan-post.com - Para calon anggota DPR RI, DPD RI dan DPRD seluruh Indonesia  dihimbau untuk memanfaatkan sisa masa kampanye sampai  5 April mendatang dengan aksi-aksi nyata yang mencerdaskan, mencerahkan dan memberdayakan rakyat  sebagai calon pemilih yang dilakukan secara damai dan menghibur,  demikian Parni Hadi, wartawan senior dan aktivis sosial, menyerukan.

Parni Hadi, yang diusung kaum dhuafa dan penyandang disabilitas untuk maju sebagai  calon anggota DPD Ri dari Dapil DKI dengan nomer 22, mengatakan masa kampanye ini adalah saat terbaik  bagi para caleg untuk memberi contoh kepada rakyat untuk berbuat baik dan memerangi kebathilan alias amar makruf  dan nahi  munkar.

“Mengadakan rapat-rapat terbuka dengan orasi  dan hiburan musik dangdut silahkan saja, tapi harap diperhatikan jangan sampai menimbulkan keributan, menggunakan minuman keras, narkoba, dan meninggalkan  sampah berserakan”, kata Parni, calon independen, non  parpol, ini.

Orasi hendaknya berisi hal-hal yang mendidik, bukan hanya asal kritik, apalagi janji-janji  yang secara akal sehat tidak mungkin diwujudkan dalam waktu dekat, kata mantan Pemred Republika, Dirut ANTARA dan RRI ini.

 Ia tidak keberatan dengan  pementasan  musik dangdut, tapi pakaian dan gerak tarian penyanyinya tidak seronok, mengundang syahwat, tegas Parni, yang juga pegiat kesenian tradisional.

“Sampah-sampah harus segera dibersihkan begitu kampanye usai”, kata aktivitis lingkungan dan mantan Ketua Komite Evaluasi Lingkungan Kota (KELK) DKI. Sebagai contoh, dalam rangka”,   memaknai  Hari Air Sedunia,  22 Maret, ia bergabung dalam aksi peduli sampah di taman margastawa Muara Angke, Jakarta Barat, bersama ratusan aktivitis lingkungan.

Parni Hadi sendiri tidak melakukan kampanye terbuka dalam bentuk  rapat umum, kecuali diundang caleg lain untuk kolaborasi.  Alasannya, disamping belum tentu efektif, kampanye terbuka memerlukan biaya besar dan ia menyatakan sejak awal tidak akan melakukan “money politics” atau politik uang alias membeli suara dengan uang atau dalam bentuk lainnya.

Sebagai pendiri Dhompet Dhuafa, ia lebih memilih dialog dengan komunitas dhuafa dan kaum disabilitas tentang hal-hal yang edukatif dan produktif. Misalnya, diskusi  tentang kondisi mereka dan mencari jalan keluar bersama. Jalan keluar, tidak harus  berupa uang, tapi advokasi, pemberian latihan dan pemeriksaan dan layanan kesehatan umum dan kacamata bagi yang memerlukan, tambahnya.

Ia tidak setuju pelibatan anak-anak dalam kampanye terbuka, karena menurut Undang-undang Perlindungan Anak,  anak-anak harus dilindungi  dari kemungkinan menjadi korban  kerusuhan.

Program pemberdayaan

Khusus untuk  kaum disabilitas, Parni, yang juga anggota Dewan Pertimbangan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI),  mendukung upaya penghapusan diskriminasi dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi  Negeri (SNMPTN) yang ditrapkan Kemendiknas.

 Kaum disabilitas tidak minta dikasihani, mereka sama dengan orang-orang normal, mempunyai potensi untuk menjadi sehat, bersemangat,  cerdas, berkwalitas, bermanfaat dan bermartabat, kata Parni yang menyebut dirinya  Sahabat huafa dan Disabiliitas.

 “Syaratnya,  beri mereka kesempatan yang  adil untuk menempuh pendidikan dan bekerja, “ tegasnya dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam acara kontes Putera dan Puteri Tuna Rungu Indonesia dan peluncuran buku “Jika Aku Mereka”, Disabilitas Tanpa Batas. Keduanya diadakan di Kemendiknas beberapa waktu lalu.

Untuk memberdayakan kaum dhuafa dan disabilitas, Parni melakukan upaya menjadikan masjid sebagai  “Center of Excellence” atau Pusat Keunggulan di bidang spiritual, intelekual, ekonomi, sosial dan kultural. Caranya, masjid harus dikembangkan tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tapi juga pusat gerakan ekonomi rakyat, pusat layanan kesehatan, pusat pendidikan dan budaya. Pendidikan yang dimaksud bukan hanya tentang keagamaan, tapi pelatihan tentang “life skills” atau ketrampilan untuk hidup seperti komputer, perbengkelan dan bahasa asing yang diperlukan di tempat kerja di luar negeri, selain Arab.

Untuk memakmurkan jamaah di bidang ekonomi, masjid harus berbentuk badan hukum agar dapat mendirikan badan usaha, seperti koperasi. Untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan, jamaah masjid punya juga potensi untuk itu, karena di antara jamaah ada yang berprofesi sebagai tenaga medis dan pendidik. Juga untuk pengumpulan zakat,  pasti ada di antara jamaah masjid yang tergolong muzaki (orang yang wajib membayar zakat), di samping  mustahik (yang berhak menerima zakat).

“Masalahnya adalah tidak banyak masjid yang mempunyai data-base tentang jamaahnya”, kata Parni Hadi yang telah menggalang kerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI),  Wasilah Subuh (Wadah Silaturahmi Sholat Subuh)  dan media massa, termasuk Rasil (Radio Silaturahim), untuk mengkampanyekan gagasannya itu. Alhamdulillah, berbagai  pihak menyambut baik gagasan itu, terbukti dengan banyaknya permintaan  untuk memberikan ceramah tentang itu di berbagai masjid DKI .

Satu lagi yang juga harus dibenahi  adalah manajemen masjid, katanya, seraya menambahkan, masjid selama ini umumnya dikelola secara konvensional. Untuk itu, ia memrakarasi pelatihan manajemen masjid untuk pengurus masjid. Alhamdulillah, gayung bersambut.  Wasilah Subuh, DMI dan Dompet Dhuafa terpanggil untuk menyelenggarakan pelatihan manajemen masjid. Pelatihan pertama yang diikuti 40 orang dari 20 masjid di Jakarta Timur Februari lalu berlangsung lancar dan dinilai bermanfaat. Dari  pelatihan peratama itu diperoleh masukan  perlunya menyelenggarakan pendidikan khusus tentang manajemen masjid, baik dalam bentuk kursus singkat, program diploma satu  dan bahkan tingkat akademi, kata Parni Hadi, yang juga Ketua Sekolah Tinggi Umar Usman.

Sebagai  orang independen, bukan anggota parpol , Parni menyatakan siap bekerjasama dengan siapa pun, putera-puteri Indonesia, yang berniat baik dan apalagi telah berbuat baik untuk Indonesia.

Sebagai aktivis Pramuka, terakhir sebagai Waka Kwarnas bidang Pengabdian Masyarakat dan Humas, dalam setiap pertemuan Kak Parni, 65, selalu menyampaikan Salam Pramuka dan mengajak hadirin menyanyi “Di sini senang, di sana senang.......”  plus Tepuk Pramuka “ Plok,plok, plok”.










Komentar Via Website : 31
obat tradisional hepatitis b
29 Maret 2014 - 11:46:50 WIB
oke makasih infonya wa | http://goo.gl/P1IRfq
obat tradisional hepatitis b
29 Maret 2014 - 13:11:28 WIB
oke makasih infonya wa | http://goo.gl/P1IRfq
Cara Mengobati Radang Telinga Secara Alami dan Aman
29 Maret 2014 - 13:27:50 WIB
Setiap hari itu indah, jika kita senantiasa bersyukur disetiap hembusan nafas kita :) thanks for articel , nice :)
http://goo.gl/G3zqQX
obat asam urat
29 Maret 2014 - 16:50:10 WIB
Terimakasih atas informasinya.
http://goo.gl/XdQJkS
obat tradisional tbc
31 Maret 2014 - 13:17:57 WIB
oke makasih infonya wa | http://goo.gl/GBY9BO
obat tradisional tipes
01 April 2014 - 10:04:08 WIB
oke makasih infonya wa | https://mysp.ac/HZrQ
obat tradisional tipes
01 April 2014 - 10:04:37 WIB
oke makasih infonya wa | https://mysp.ac/HZrQ
Obat Penyakit Darah Tinggi Herbal
08 April 2014 - 14:43:32 WIB
Terima kasih atas informasinya http://goo.gl/y6ISdf
Obat Penyakit Rematik
08 April 2014 - 16:54:57 WIB
Terima kasih atas informasinya http://goo.gl/Zh0JTz
Obat Jantung Bengkak Alamiah
10 April 2014 - 14:32:28 WIB
Semoga Terus Bisa memberikan Info Yang Menarik dan juga terus berkarya untuk negeri ..


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)