Home Polkam Waketum PP AMPG Airlangga Gunakan Tangan Besi Untuk Cegah Rapat Pleno

Waketum PP AMPG Airlangga Gunakan Tangan Besi Untuk Cegah Rapat Pleno

609
0
SHARE
Waketum PP AMPG Airlangga Gunakan Tangan Besi Untuk Cegah Rapat Pleno
JAKARTA (Parahyangan-Post.com) - Wakil Ketua Umum PP AMPG Abdul Aziz mendatangi kantor DPP Partai Golkar untuk menanyakan tentang urgensi penjagaan ketat yang dilakukan oleh pihak DPP, akan tetapi kedatangannya dihadang oleh Polisi setempat pada hari kamis, (22/8/2019) di palmerah Jakarta Barat.

Dalam wawancaranya, "Abdul Aziz mengatakan saya datang ke sini karena ini rumah kami, bukan untuk demo."

AA  menambahkan bahwa kedatangannya untuk mendorong DPP melaksanakan Rapat Pleno,  “karena Partai Golkar butuh jalan yang jelas untuk  memback up program program Joko Widodo di pemerintahan, lantas bagaimana mau back up pemerintah kalau rapat pleno saja tidak pernah, ucapnya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar AH, telah gunakan tangan besi untuk mengkooptasi anak muda. 

 Hasil dari negosiasi dengan aparat kepolisian,  meminta aparat untuk menjadi penengah dan  tidak ada keberpihakan, jika saya tidak boleh masuk maka yang di dalam juga harus dikeluarkan, jadi apa dasarnya melarang kami untuk masuk, tegas Abdul Aziz. 

Polisi tetap harus jadi penengah dan tidak ikut berpolitik, AA juga menambahkan orang yang hari ini hadir adalah kader saya berani jamin itu.

Intinya kami para kader  ingin Partai Golkar menjalankan proses demokrasi, Golkar ini jangan dijadikan layaknya perusahaan pribadi oleh segelintir elit.

Biar Masyarakat Indonesia menilai beginilah tata kelola partai Golkar dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. 

Kami AMPG harus menjaga partai Golkar ini tetap pada jalurnya, Partai yang mengusung demokrasi, bukan partai yang bermain kayu, yang mengikuti kehendak segelintir orang.  

Demokrasi jangan sampai di tutup pintunya, dan kader AMPG yang didalam jangan menjadi centeng dari kekuatan yang ingin menguasai partai dengan cara yang tidak benar. Partai Golkar ini adalah laboratorium kader, malu kita partai besar dijadikan seperti ini.

Di daerah kita bicara akan mensupport program pak Jokowi, gimana bisa mensupport kalau rapat pleno saja yang menjadi sarana musyawarah dan diskusi tidak pernah ada. Jadi,  jangan sampai pemerintahan sekarang seolah dibohongi karena rapat pleno saja tidak pernah ada.

Pleno ini tuntutan dari semua pihak dan pengurus daerah baik DPD I dan DPD 2, bukan  hanya dari  AMPG, Tutur Abdul Aziz Kepada Media.

(mhadi/pp)