Home Polkam Usman Sayogi, Kandidat Wakil Bupati Kabupaten Bandung 2020-2025

Usman Sayogi, Kandidat Wakil Bupati Kabupaten Bandung 2020-2025

Diusung Partai Golkar dan Partai Gerindra

152
0
SHARE
Usman Sayogi, Kandidat Wakil Bupati Kabupaten Bandung 2020-2025

Keterangan Gambar : Usman Sayogi (foto dok)

Usman Sayogi, Kandidat Wakil Bupati Kabupaten Bandung 2020-2025   

Diusung Partai Golkar dan Partai Gerindra

Bandung, parahyangan-post.com-Masyarakat Kabupaten Bandung telah mengenal sosok Usman Sayogi, yang akrab dipanggil Yogi. Seorang birokrat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Bandung. Posisi terakhirnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Keberhasilannya menjaring pendapatan daerah yang dipercayakan padanya berupa potensi dan peluang pendapatan daerah berhasil digalinya di tengah kondisi pandemik Covid-19.

Yogi adalah putra Soreang Bandung yang kini didaulat  menjadi kandidat wakil Bupati Bandung, mendampingi Kurnia Agustina Naser (Nia Naser). Daulat ini nampaknya menjadi sebuah opsi tak terelakkan. Kendati diakuinya, awalnya tak ada rencana ke arah sana. Bahkan tak terpikirkan olehnya. Namun darah politisi mengalir kuat dalam tubuhnya. Terlahir dari keluarga aktivis , birokrat sekaligus politikus, menuntun Yogi  mengikuti jejak  sang ayah, Almarhum H.Tjahyo Karyadara.

Yogipun menjadikan sosok ayahnya sebagai inspirasi dan panutan dalam kiprahnya terjun ke arena politik.

“Saya merasa lega menghadapi pencalonan ini. Bahkan, sebelumnya saya sempat mempersilahkan untuk memilih calon lain yang mungkin dianggap lebih mampu,"ujar Yogi pada reporter di Soreang Bandung, Sabtu, (29/08/2020).

Namun, pilihan terhadap Yogi nampaknya sudah bulat tidak ada keraguan, baik dari Partai Golkar maupun Partai Gerindra yang menjadi lokomotif pengusung.

Tatkala ditanya bagaimana perasaannya saat merespon pencalonannya sebagai kandidat wakil bupati. "Saya menyerahkan sepenuhnya kepada petunjuk dan kuasa Allah Swt,” kata alumnus APDN tahun 1991 ini.

Semuanya mengalir ibarat air. Baginya, satu kata kunci untuk setiap aktivitasnya: 'Pengabdian' .

Hal inilah yang mendasari niat kuatnya untuk ikut maju di liga Pilkada Kabupaten Bandung 2020.

Berbagai jabatan pernah diamanahkan padanya. Mulai dari Sekretaris Desa Cikadut, Kemantren Parompong, Mantri Polisi Kecamatan Margaasih, Sekretaris Kecamatan Pangalengan, Sindangkerta dan Pasir Jambu. Tahun 2006-2010 Yogi menjabat Camat Ibun, Bojong Soang dan Bale Endah. Di periode 2010-2012, dipercayakan menjabat Kabag Ekonomi, dan di periode 2012-2018 bertugas sebagai Kepala Dinas Satpol PP; hingga di 2019 sampai saat ini beliau didapuk menggawangi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) hingga saat ini.

Tawaran mendampingi Nia Naser, bagi Yogi bukan hal yang gegabah. Semua telah dipertimbangkan dengan matang. Awalnya tak ada dukungan dan dorongan dari keluarga besarnya  mereka berat untuk menyetujui Yogi melepas ke-ASN-annya, mengingat karir birokrasinya tengah melejit. Namun tawaran serius muncul dari bupati sekaligus Ketua partai Golkar Kabupaten Bandung, M.Dadang Naser, yang memintanya untuk mendampingi Nia Naser sebagai calon wakil bupati dalam Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Tawaran ini dinilainya sebagai peluang yang jarang didapatkan dalam hidupnya dan harus ditangkap sebagai upaya mengembangkan diri.

“Tawaran dari Ketua Golkar ini adalah kepercayaan dan amanah yang harus dijaga," tegas Yogi.

Setelah berunding kembali dan meminta dukungan keluarga besarnya, akhirnya dalam isak tangis dan doa, sang Ibu pun merestui dan mewanti-wanti untuk berbuat yang terbaik bagi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Bandung. Restu keluarga inilah yang menguatkan  langkah-langkah Yogi.

Meskipun ada isu miring menerpa  keberadaan pasangan calon Nia-Yogi mengenai ihwal- ihwal politik dinasti, menerjangnya begitu deras. Namun, Yogi melihat ini sebagai tantangan baginya untuk kinerja yang lebih baik kedepannya, bukan soal siapa orangnya. Publik lebih banyak melihat dinasti sebagai jualan politik ketimbang fakta politik. Berbuat yang terbaik bagi kemajuan daerah, apabila berhasil orang akan melihat  hasilnya, bukan semata-mata siapa orang dibelakangnya.

Memasuki rimba politik, bagi Yogi sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah bupati dan senior yang pernah diikutinya di birokrasi selama ini, telah memberinya bimbingan dan pelajaran berharga tentang berpikir, bersikap dan bertindak strategis dan taktis. Para senior birokrat ini ikut mendukungnya tampil sebagai calon wakil bupati, termasuk juga dari sejumlah birokrat di Pemda Bandung. Ini juga yang menjadi modal kuat memasuki arena politik.

Yogi memandang, pengalamannya di birokrasi mengajarkan hal besar tentang perlunya peningkatan “inovasi dan produktivitas”. Lewat dua kata ini pula Yogi merancang langkah-langkah dan program kerjanya.

Saat ini dukungan resmi dari Partai Golkar dan Partai Gerindra telah dikatonginya.

“Dengan ketulusan dan dukungan masyarakat Kabupaten Bandung, saya akan berusaha menjaga dan menjalankan amanah serta kepercayaan yang diamanatkan kepada saya," pungkas Yogi.***(fri)