Home Edukasi UHAMKA Siapkan Lahan Seluas 100 ha untuk Didik Tenaga Pengajar Sambut Era Industri 4.0

UHAMKA Siapkan Lahan Seluas 100 ha untuk Didik Tenaga Pengajar Sambut Era Industri 4.0

Wisuda 2828 Sarjana

105
0
SHARE
UHAMKA Siapkan Lahan Seluas 100 ha untuk Didik Tenaga Pengajar Sambut Era Industri 4.0

Keterangan Gambar : Rektor UHAMKA Prof. Dr. H. Gunawan Suryoputro, M. Hum (foto aboe)

Jakarta, parahyangan-post.com-Universitas Muhammadiyah Prof.DR. Hamka (UHAMKA) telah menyiapkan lahan seluas 83 ha. untuk melahirkan sarjananya agar  mampu menjawab tantangan insustri 4.0.

Hal tersebut disampaikan rektor UHAMKA Prof. Dr. H. Gunawan Suryoputro, M. Hum, usai mewisuda 2828 lulusannya di Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu 28/12.

“Yang telah tersedia  83 ha dari  100 ha yang kami rencanakan. Lokasinya berada di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ” tuturnya.

Menurut Gunawan, dunia kampus harus mempersiapkan lulusannya agar mampu bersaing di industri 4.0, kalau tidak maka  kampus tersebut akan ketinggalan. Industri 4.0, katanya  (dengan mengutip McKinsey) akan memangkas 52,6 juta jenis pekerjaan dalam kurun 5 tahun kedepan. Kalau kampus tidak menyiapkan lulusannya maka mereka akan gagap terhadap perubahan yang sangat drastis tersebut.

UHAMKA sendiri,  lanjut Gunawan,  sudah lama memikirkan hal tersebut. Tetapi UHAMKA lebih fokus menyiapkan guru-guru (tenaga pendidik) yang akan mengajar siswa-siswa di SMK/sederajat untuk kreatif. Karena gurulah yang  terlebih dahulu harus kreatif. Kalau di SMK  gurunya masih mengajarkan ilmu-ilmu (keterampilan) konvensional dengan cara-cara yang konvensional pula, maka dikhawatirkan SMK tersebut akan melahirkan pengangguran.

“Lahan yang 100 ha tersebut tidak semata kami gunakan untuk bangunan kampus tetapi juga untuk lahan produktif dan pengembangan akademik, serta non akademik. Di sana juga akan kami bangun pusat industri kreatif. Mahasiswa bisa melakukan berbagai inovasi dan berkreasi  mengembangkan industri kreatif  di era  industri 4.0 ini,” terang Gunawan.

Dalam industri 4.0, lanjut Gunawan,  kretaifitas individu sangat dibutuhkan. Individu individu yang kreatif akan sukses dan mampu menghadapinya tetapi kalau individu-individu tersebut masih memakai pola pikir konvensional, maka mereka akan tercecer. 

Sederhanakan 

Lebih jauh Gunawan mengatakan, kebijakan Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  Nadiem Makarim, yang dikenal dengan kemerdekaan belajar itu, sangat  kondusif untuk menyambut industri 4.0.

“Dalam pemahaman saya, kemerdekaan belajar itu adalah memberikan kebebasan kepada dosen dan mahasiswa untuk melakukan inovasi. Kan belajar tidak harus tatap muka di kelas dengan cara-cara ceramah. Dosen cukup memberikan panduan, mahasiswa mencarinya bahannya di internet. Kemudian berdiskusi. Diskusi inilah yang penting, karena dalam diskusi ini akan melahirkan sikap kritis, baik oleh mahasiswa maupun oleh dosen itu sendiri,” terang Gunawan.

Di sisi lain Gunawan juga meminta Mendikbud Nadiem Makarim untuk menyedehanakan sistem akreditasi yang sekarang sangat merepotkan perguruan tinggi.

“Akreditasi cukup institusi saja, sementera prodinya secara otomatis ikut institusi. Kalau institusi terakreditasi A, maka  Prodi A. Sekarang kan tidak semua prodi diakreditasi setiap tahun. Waktu dosen habis untuk menyiapkan adiministrasi akreditasi, sehingga menggaggu jadwal mengajarnya. Jadi saya berharap Pak Menteri menyederhanakan sistem akreditasi yang ada sekarang ini,” pintanya.

Lagi pula, lanjut Gunawan, pemerintah  kekurangan anggaran untuk mengakredtasi puluhan ribu prodi yang ada. Jika itu dihilangkan maka akan sangat membantu keuangan pemerintah juga. Pemerintah bisa berhemat anggaran.

“UHAMKA sendiri memiliki 43 Prodi, hampir setiap bulan dosen menyiapkan administrasi untuk akreditasi, ini kan kurang produktif. Mengganggu jadwal mengajarnya, ” tutupnya.***(aboe)