Home Edukasi Tim Pengabdian Masyarakat Dosen UHAMKA Selenggarakan Pelatihan Merakit Personal Komputer

Tim Pengabdian Masyarakat Dosen UHAMKA Selenggarakan Pelatihan Merakit Personal Komputer

Melalui Teknologi Virtual Reality

126
0
SHARE
Tim Pengabdian Masyarakat Dosen UHAMKA Selenggarakan Pelatihan Merakit Personal Komputer

Keterangan Gambar : Suasana pelatihan teknologi virtual reality Tim Pengabdian Masyarakat Dosen FT UHAMKA yang judul PEMANFAATAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY BERBASIS MOBILE UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN MERAKIT PERSONAL KOMPUTER, pada Jumat 23 Oktober 2020. (foto tim)

Tim Pengabdian Masyarakat Dosen UHAMKA Selenggarakan Pelatihan Merakit Personal Komputer

Melalui Teknologi Virtual Reality

 

Jakarta, parahyangan-post.com-Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta menyelenggarakan pelatihan dengan judul PEMANFAATAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY BERBASIS MOBILE UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN MERAKIT PERSONAL KOMPUTER, pada Jumat 23 Oktober 2020.

Tim terdiri dari Estu Sinduningrum M.T, (ketua)   Atiqah Meutia Hilda, Mkom, dan Mia. Kamayani, M.T. (anggota)  Sementara peserta adalah  siswa  SMA/SMK dan sederajat.

Menurut Estu, pandemi Covid-19  yang diketahui masuk  ke Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu menimbulkkan kekhawatiran dan kecemasan kepada masyarakat. Sehingga membuat berbagai aktivitas tertunda. Termasuk aktivitas di dunia pendidikan.  

Aktivitas belajar-mengajar dunia pendidikan di semua tingkat mulai dari,  PTN / PTS, SMA / SMK / MA sederajat, SMP / MTS sederajat, SD / MI sederajat, TK / RA sederajat dan SLB sederajat yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, maka selama pandemi diubah menjadi online.

“Pandemi Covid-19 telah mengubah dunia secara drastis. Dunia dipaksa untuk beradaptasi dengan situasi dan lingkungan baru. Banyak kegiatan yang harus dilaksanakan melalui daring guna mencegah penularan virus,” tutur Estu, kepada parahyangan-post.com.

Pembelajaran yang dilakukan secara online (Pembelajaran Jarak Jauh / PJJ), tambah Estu, oleh berbagai kalangan, terutama oleh siswa, dirasa kurang menyenangkan. Karena tidak terjadi interaksi antar guru dan murid. Akibatnya minat belajar anak  menurun.

“Melihat keadaan ini  kami memikirkan solusi apa yang dapat meningkatkan minat belajar para siswa tersebut. Akhirnya kami sampai pada kesimpulan mungkin Virtual Reality (VR) dapat menjadi salah satu solusinya. Makanya kami menyelengarakannya.” tambah Estu.

Menurut Estu, hasil pengabdian masyarakat tim Dosen FT UHAMKA ini  cukup memuaskan. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan.

Dari kuesioner melalui google form kepada 50 siswa peserta pengabdian masyarakat ini ternyata banyak siswa yang belum mengetahui bahwa teknologi VR bisa digunakan tidak hanya untuk bermain game saja. Siswa menyatakan 40% bahwa “sebelumnya telah mengetahui mengenai Teknologi Virtual Reality (VR)”. Dan hanya 34% siswa menyatakan “sebelumnya telah mengetahui bahwa Teknologi VR dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah”.

Setelah dilakukan pengabdian masyarakat siswa menyatakan bahwa kemampuan media pembelajaran dengan teknologi VR ini dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangat baik bernilai 96%. Kemudahan media pembelajaran untuk memahami materi yang disajikan sangat baik bernilai 85%. Serta perlu terus dikembangkan media pembelajaran dengan menggunakan teknologi VR sehingga dapat membantu mata pelajaran lainnya bernilai 97.5%. Rerata nilai dari keseluruhan pertanyaan yang diajukan didapatkan hasil 88,25% siswa merasa bermanfaatnya teknologi virtual reality ini sekiranya digunakan pada bidang pendidikan seperti salah satunya perakitan komputer.*** (Nab)