Home Hukrim Tim Advokasi dan Litigasi Komnas PA: Ribuan Anak Jadi Korban Eksploitasi di Jakarta

Tim Advokasi dan Litigasi Komnas PA: Ribuan Anak Jadi Korban Eksploitasi di Jakarta

79
0
SHARE
Tim Advokasi dan Litigasi Komnas PA: Ribuan Anak Jadi Korban Eksploitasi di Jakarta

JAKARTA (Parahyanganpost.com) --Tim Advokasi dan Litigasi Komnas Anak menemukan informasi ratusan bahkan ribuan anak dieksploitasi secara sistimatis dan terorganisir. Kemudian, Arist menerangkan langkah Pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi anak dengan menggunakan pendekatan raziah dan krimimalisasi. 

Dia merincikan, anak-anak putus sekolah dasar (SD) ini didatangkan dari berbagai daerah untuk dipekerjakan menjadi manusia silver dan pengamen ondel-ondel di DKI Jakarta. 

" Disamping itu, anak-anak yang tereksploitasi ini harus dikategorikan dan ditempatkan sebagai korban sehingga penanganannya menggunakan pendekatan anak sebagai korban dan pendekatan perlindungan anak," ujar Arist, Sabtu (12/9/2020). 

Dari hasil penertiban petugas Satpol PP dilanjutkan Arist petugas lalu mengirim ke panti sosial. Komnas PA mengatakan langkah pemerintah dianggap tidak tepat dan tidak menyelesaikan masalah. Bahkan melanggar hak asasi manusia. Dari penelusuran itu, praktek eksploitasi ini diuraikan Arist Merdeka Sirait merupakan fenomena sosial baru ditengah bangsa Indonesia menghadapi serangan pandemi COVID-19. 

Mengingat keberadaan anak yang dieksploitasi itu diutarakan dia merupakan bagian dari tindak pidana. Karena konsekuensi hukum sesuai dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2015 Tentang Perlindungan Anak. Dan UU RI Nomor 23 tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan dan Konvensi ILO Nomor 98 dapat terancam pidana. 

" Maka pendekatan kriminalisasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan menggunakan Satpol Pamong Praja sesungguhnya harus di berlakukan kepada si pengeksploitasi bukan kepada korban. Sehingga si pelaku atau si pemberi kerja dapat dikenakan saksi pidana," tegas Arist. 

Demi kepentingan terbaik anak (the best interest of the child), Komnas Perlindumgan Anak sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan serta perlindungan terhadap anak di Indonesia.

" Meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan pendekatan kriminal dan kekerasan untuk mengatasi dan menangani anak korban eksploitasi sebagai manusia silver dan ondel-ondel," tutur Komnas PA.  

Terakhir, Arist mengemukakan untuk memutus praktek eksploitasi anak model baru ini. Komnas Perlindungan Anak mendesak Dinas Sosial dan Satpol PP di masing-masing daerah untuk segera bertindak menghentikan praktek-praktek yang melibatkan anak.

(didi/pp)