Home Edukasi TETAP SENANG BELAJAR MESKI SITUASI DARURAT

TETAP SENANG BELAJAR MESKI SITUASI DARURAT

Diskusi Nasional Rumah CaPer

113
0
SHARE
TETAP SENANG BELAJAR MESKI SITUASI DARURAT

Keterangan Gambar : Diana Bakti Siregar

TETAP SENANG BELAJAR MESKI SITUASI DARURAT

Diskusi Nasional Rumah CaPer

Jakarta, parahyangan-post.com-Di masa pandemi covid-19 orang tua gelisah. Sebab, kalau menyekolahkan anak takut  tertular. Jika tidak khawatir anaknya tertinggal.

Solusi yang diberikan pemerintah, yakni Belajar dari Rumah, belum sepenuhnya dipahami orang tua. Menghadapi situasi ini  Rumah CaPer menyelenggarakan diskusi nasional (via aplikasi zoom)  bertajuk “Tetap Senang Belajar Meski Situasi Darurat”.

Hadir sebagai nara sumber Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Jatim dan Anggota Dewan Pendidikan Jatim. M. Isa Anshori,  Pemerhati Pendidikan dan Founder Rumah Belajar Berkemas, Yayah Komariah, Pengajar Matematika di SAI Bless Diana Bakti Siregar dan dimoderatori oleh Budi Santoso (Founder Rumah CaPer).

Berubah

Panelis Diana Bakti Siregar mengatakan, kita semua harus berubah karena keadaan sudah berubah.

“Agar tidak menjadi korban dari perubahan, jadilah agen perubahan,” tuturnya.

Diana yang juga penulis buku Catatan Aisyah ini menambah. Dalam proses belajar di rumah, sebaiknya guru dan orang tua memberikan anak-anak proyek sesuai usianya. Seperti yang dipraktekkan oleh salah satu sekolah alam. Di situ anak diminta untuk mengerjakan sebuah proyek. Dari proyek itu nantinya semua mata pelajaran ada di dalamnya.

Dia berharap  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nabiel Makarim yang pernah mencetuskan program Merdeka Belajar” merealisasikan program ini.

“Ke depan, alangkah baiknya sekolah  semacam itu mulai merencanakan kurikulum yang berbasis potensi. Karena hal seperti ini akan terpakai dalam segala kondisi,” tambahnya.

Dengan latar belakang sebagai praktisi Talents Mapping, Diana mengatakan, kurikulum berbasis potensi ini akan membuat warna baru yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar dimanapun. Karena anak-anak akan diberi tantangan dengan banyak projek yang di dalamnya terkait semua pelajaran yang aplikasinya sangat dibutuhkan di masa yang akan datang. Target utama kurikulum harus meliputi akhlak, leadership dan berpikir logis. Kurikulum akademik yang utama adalah Bahasa, Matematika, Sains dan History. Pelajaran lain adalah sebagai pendukung projek-projek yang ada. Namun apapun yang dipelajari tak lepas dari unsur religi.

Di dalam setiap projek itu ada berbagai aktifitas yang nantinya akan mengkerucut menunjukkan di situlah potensi kekuatan anak didik.

Alasan utama pemakaian kurikulum berbasis potensi ini adalah bahwa setiap manusia diciptakan unik. Dan setiap manusia dibekali Allah dengan fitur unik yang namanya potensi kekuatan yang jika diasah akan menjadi bakat seseorang. Bakat itu adalah sesuatu yang dilakukan seseorang dengan Enjoy, Easy, Excellent dan Earn. Artinya kita mengantarkan anak didik menuju bakatnya. Jika seseorang melakukan sesuatu sesuai bakatnya, dia akan melakukannya dengan tanpa paksaan.  

Dengan mengetahui bakat dan potensi ini kelak diharapkan bahwa generasi mendatang akan menjadi manusia-manusia yang mampu menyumbangkan peran terbaiknya di masa hidupnya.*** (aboe/diana/pp)