Home Nusantara TEMU KANGEN ALUMNI PEGANGSAAN 80~90 BERNUANSA JAZEERAH ARABIA.

TEMU KANGEN ALUMNI PEGANGSAAN 80~90 BERNUANSA JAZEERAH ARABIA.

286
0
SHARE
TEMU KANGEN ALUMNI PEGANGSAAN 80~90 BERNUANSA JAZEERAH ARABIA.

Oleh : Imansyah Hakim Al Rasyid. *)

Rasanya tak banyak manusia budiman dan diberi kemuliaan, seakan tak pernah habis bahkan semakin bertambah kemuliaan itu melingkupi diri dan keluarganya. Mungkin inilah sesuatu keyakinan yang tumbuh dalam dirinya akan suatu efek dari buah silaturrahiem, salah satunya akan menambah rejeki dan panjangkan usia. Bertempat di kawasan elite, Ahad 23 Februari di Tahun Kabisat 2020, temu kangen Alumni Pegangsaan angkatan 80~90 kembali digagas dan dilaksanakan ditempat mewah sebuah restaurant yg representatif bilangan Menteng Jakarta Pusat. 

Restaurant Al Jazeerah Signature and Lounge, kembali membuncah kenangan orang orang yang hadir diundang di acara tersebut. Berlatar belakang irama musik yang menjadi ikon para alumni nya, seakan membius berjuta kenangan masa muda para undangan, akan suatu peristiwa apa dan mengapa para alumni tersebut dinamakan Alumni Pegangsaan angkatan Tahun 80~90an. 

Begitu banyak sudah ingatan indah yang tertanam dalam sanubari buah dari pelajaran menimba ilmu pedoman kehidupan dalam Islam pernah di ajarkan sang Mahaguru yang juga seorang maestro musik terkenal era tahun 70-an. 

Meski sang Mahaguru itu telah tiada hampir  3tahun mendahului para pengikutnya, tetapi sedikit banyak ilmu dan wejangan Debby Nasution sang guru telah mengajarkan sisi sisi kebaikan kehidupan, akidah ke islaman yang kuat serta Tauhid yang kokoh. 

Mungkin itu pula lah, yang menyelamatkan seorang Adhyaksa Dault sang penggagas pertemuan dari ujian fitnah nya seorang pejabat  setingkat Menteri yang pernah di embannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah nilai ke islaman yang tinggi. Pemahaman dan amanah ke Islaman yang paripurna akan melahirkan etos kerja positif dan terbukti mampu menjawab godaan duniawi sehingga tidak mudah tergoda oleh delusi fatamorgana kehidupan dunia yang menipu mata. 

Al Jazeerah, khabar yang berhembus cukup kencang di komandoi oleh Chef dari Turki, dengan ke piawaiannya menghadirkan menu menu khas Arab yang kental seperti Biryani Laham Lamb, dengan potongan daging kambing yang besar besar dan lembut,  nasi biryani yang ringan tak terlalu beraroma kuat layaknya nasi Kebuli Made in India, sup kambing,  curry laham lamb and chicken, dengan daging kambing atau ayam yang empuk dan potongan daging yang besar dilengkapi roti khas arab sebagai cocolan nya, kalau kita pernah ke Arab Saudi untuk ibadah hajji atau umrah, pasti pernah merasakan menu Curry Laham Lamb dengan Arabic Bread ini. Itu kalau kita tidak fanatik hanya merasakan Indonesia Food selama berada di sana. 

Untuk minuman penetralisir disediakan Lemonade Mint, Tea Lemon, Turkish Coffee dan juga Salad. Tak lupa ketinggalan kue khas Arab,  Sambosa dan daging cincang kambing goreng berbentuk sosis yang nikmat disantap. Dalam sambutannya Adhyaksa Dault menjelaskan maksud dan tujuannya mengundang para sahabat Alumni, semata mata untuk menjaga tali silaturrahiem agar tetap terjaga dan terjalin semakin kokoh, menginjak usia yang semakin senja, ia mengharapkan para jamaah semuanya tetap istoqamah berada di jalan Agama Allah hingga maut menjemput. 

Dalam kesempatan itu ia juga mengumumkan akan mengadakan daurah Alumni lanjutan di Villa Mira Cisarua pada tanggal 6 s/d 8 Maret 2020 mendatang,  dengan Guru yang juga alumni Pegangsaan ustadz Abdurrahman Majrie,  dan guru guru lainnya yang di undang. Seperti biasanya berkumpul terlebih dahulu di tempat kediamannya bilangan Kalibata Jakarta. Berangkat sama sama dengan Bis menuju tempat acara. 

Hadir menemani Adhyaksa Dault sang Istri yang datang belakangan,  Mirah Amiria Arismunandar, terasa lengkap sudah kebahagiaan seorang Adhyaksa Dault. 

Acara yang ditutup dengan rangkaian doa dari seorang Mudir muda yang pernah ditemui Adhyaksa Dault ketika berada di Libya untuk menemui sang Presiden Muammar Khadafi kala itu menambah suasana doa semakin khusyu, Abdan Lillaahil Ahad alumni Libya yang pernah ditemui Adhyaksa di Libya dahulu ketika beliau menjabat sebagai Menpora, didapuk untuk mengakhiri pertemuan di Resto Al Jazeera Signature and Lounge tersebut.

*) Penulis, adalah Alumni Pengajian Gang Pegangsaan dan Tinggal Di Bogor, Jawa Barat.