Home Hukrim Teken MoU Kejaksaan Kirim Berkas Tilang Melalui Jasa Kurir Pos

Teken MoU Kejaksaan Kirim Berkas Tilang Melalui Jasa Kurir Pos

91
0
SHARE
Teken MoU Kejaksaan Kirim Berkas Tilang Melalui Jasa Kurir Pos

JAKARTA (Parahyanganpost.com) - Kejaksaan Negeri Jakarta Timur bekerjasama dengan PT Pos Indonesia menandatangani kerjasama terkait pengiriman barang bukti berkas pelanggar lalulintas. Inovasi baru tersebut dimaksudkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) untuk mempermudah pelayanan publik. 

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum), Ahmad Fuady SH MH menyampaikan mendatang pelanggar tilang setelah melakukan pembayaran melalui bank dapat menanti SIM atau STNK dirumah masing-masing. 

" Jadi terkait MoU terkait kerjasama antara Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dengan PT Pos Indonesia Jakarta Timur terkait pembayaran tilang. Jadi masyarakat bisa melakukan pembayaran di kantor pos kemudian nanti kantor Pos ngambil bb-nya ke Kejari langsung dari kantor Pos ke pelanggan," kata Fuady pada Jum'at (17/7/2020). 

Dengan dilakukannya memorandum of understanding (MoU) bersama PT Pos Indonesia, diharapkan oleh Kejari Jaktim kini pelanggan dapat duduk manis dirumah. 

Saat itu MoU dihadiri oleh kepala kantor pusat PT Pos Indonesia, Agus dan Deputi wilayah jaringan dan keuangan bertempat di bilangan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Dimasa pandemi COVID-19 dikatakan dia, proses antrian diloket tilang sementara dialihkan hingga batas waktu ditentukan. 

" Tadi kepala kantor pusat Pak Agus, kemudian tadi ada Deputi wilayah jaringan dan keuangan di Jalan Pemuda, Rawamangun sekitar jam 10.00," ungkapnya.

Menurut dia, inovasi baru yang baru dilaksanakannya ini bertepatan dengan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 Tahun. Namun, Fuady juga menjelaskan kerjasama pengiriman berkas tilang dengan PT Pos Indonesia tetap akan berlangsung dan tidak menghentikan proses pembayaran tilang melalui sistem online yang telah tersedia. 

" Nanti akan kita umumkan jadi masyarakat yang akan datang dan kantor Pos juga ikut mensosialisasikan itu dalam saat kondisi pandemi kita mengurangi atau tidak boleh melakukan kerumunan-kerumunan. Antri-antri itu berpotensi nanti (terpapar). Tapi ini tidak hanya disebabkan oleh covid ini akan dilakukan terus (continue) jadi masyarakat silakan jadikan kantor pos ini cabangnya kan banyak," terang dia lagi. 

" Harapannya khususnya pelayanan tilang ini masyarakat dapat dilayani dengan baik dan tentunya harus cepat memudahkan masyarakat," ujar Kasipidum. 

Kemudian, Ahmad Fuady juga merincikan mekanisme proses pembayaran denda tilang yang perlu dilakukan oleh para pelanggar lalulintas. Bukti setoran (slip) dari bank setelah itu akan diproses dan dilaporkan ke jasa pengiriman melalui kantor Pos terdekat. 

" Kita biayanya tetap langsung ke bank nanti kita tinggal mengirimkan bukti setorannya saja karena di sini kan tidak menerima uang cash kan di sini. Nanti tinggal menunjukkan bukti-bukti bayar dan diproses," sambungnya. 

Tidak perlu khawatir, bagi masyarakat yang tinggal diluar Jakarta Timur maupun didaerah pengiriman tetap akan dilakukan melalui jasa kurir PT Pos Indonesia. Untuk itu, dia mengharapkan MoU yang telah terjalin dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan. 

" Kalau dia tinggal di Barat ditilang di Timur nanti kantor Pos Timur akan mengirimkan ke kantor Pos Barat nanti kantor Pos Barat juga akan mengirimkan ke wilayahnya juga. Atau contoh dia orang Karawang nih (yang ditilang) dia ketilang di Timur nanti orang kantor Pos Timur akan mengirimkan ke kantor Pos Karawang atau orang Jogja ketika dia jalan-jalan ke Jakarta ditilang di Timur nanti orang kantor Pos akan mengirimkan ke kantor Pos Jogja," urai Fuady.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur bekerjasama dengan PT Pos Indonesia menandatangani kerjasama terkait pengiriman barang bukti berkas pelanggar lalulintas. Inovasi baru tersebut dimaksudkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) untuk mempermudah pelayanan publik. 

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum), Ahmad Fuady SH MH menyampaikan mendatang pelanggar tilang setelah melakukan pembayaran melalui bank dapat menanti SIM atau STNK dirumah masing-masing. 

" Jadi terkait MoU terkait kerjasama antara Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dengan PT Pos Indonesia Jakarta Timur terkait pembayaran tilang. Jadi masyarakat bisa melakukan pembayaran di kantor pos kemudian nanti kantor Pos ngambil bb-nya ke Kejari langsung dari kantor Pos ke pelanggan," kata Fuady pada Jum'at (17/7/2020). 

Dengan dilakukannya memorandum of understanding (MoU) bersama PT Pos Indonesia, diharapkan oleh Kejari Jaktim kini pelanggan dapat duduk manis dirumah. 

Saat itu MoU dihadiri oleh kepala kantor pusat PT Pos Indonesia, Agus dan Deputi wilayah jaringan dan keuangan bertempat di bilangan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Dimasa pandemi COVID-19 dikatakan dia, proses antrian diloket tilang sementara dialihkan hingga batas waktu ditentukan. 

" Tadi kepala kantor pusat Pak Agus, kemudian tadi ada Deputi wilayah jaringan dan keuangan di Jalan Pemuda, Rawamangun sekitar jam 10.00," ungkapnya.

Menurut dia, inovasi baru yang baru dilaksanakannya ini bertepatan dengan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 Tahun. Namun, Fuady juga menjelaskan kerjasama pengiriman berkas tilang dengan PT Pos Indonesia tetap akan berlangsung dan tidak menghentikan proses pembayaran tilang melalui sistem online yang telah tersedia. 

" Nanti akan kita umumkan jadi masyarakat yang akan datang dan kantor Pos juga ikut mensosialisasikan itu dalam saat kondisi pandemi kita mengurangi atau tidak boleh melakukan kerumunan-kerumunan. Antri-antri itu berpotensi nanti (terpapar). Tapi ini tidak hanya disebabkan oleh covid ini akan dilakukan terus (continue) jadi masyarakat silakan jadikan kantor pos ini cabangnya kan banyak," terang dia lagi. 

" Harapannya khususnya pelayanan tilang ini masyarakat dapat dilayani dengan baik dan tentunya harus cepat memudahkan masyarakat," ujar Kasipidum. 

Kemudian, Ahmad Fuady juga merincikan mekanisme proses pembayaran denda tilang yang perlu dilakukan oleh para pelanggar lalulintas. Bukti setoran (slip) dari bank setelah itu akan diproses dan dilaporkan ke jasa pengiriman melalui kantor Pos terdekat. 

" Kita biayanya tetap langsung ke bank nanti kita tinggal mengirimkan bukti setorannya saja karena di sini kan tidak menerima uang cash kan di sini. Nanti tinggal menunjukkan bukti-bukti bayar dan diproses," sambungnya. 

Tidak perlu khawatir, bagi masyarakat yang tinggal diluar Jakarta Timur maupun didaerah pengiriman tetap akan dilakukan melalui jasa kurir PT Pos Indonesia. Untuk itu, dia mengharapkan MoU yang telah terjalin dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan. 

" Kalau dia tinggal di Barat ditilang di Timur nanti kantor Pos Timur akan mengirimkan ke kantor Pos Barat nanti kantor Pos Barat juga akan mengirimkan ke wilayahnya juga. Atau contoh dia orang Karawang nih (yang ditilang) dia ketilang di Timur nanti orang kantor Pos Timur akan mengirimkan ke kantor Pos Karawang atau orang Jogja ketika dia jalan-jalan ke Jakarta ditilang di Timur nanti orang kantor Pos akan mengirimkan ke kantor Pos Jogja," urai Fuady.