Home Agama SINERGI MENJAGA TOLERANSI DI TENGAH PANDEMI

SINERGI MENJAGA TOLERANSI DI TENGAH PANDEMI

#toleransi

752
0
SHARE
SINERGI MENJAGA TOLERANSI  DI TENGAH PANDEMI

KAYUWANGI, BANYUBIRU (Parahyanganpost.com) -- 'Giat Bareng', Sebagai bentuk tindak lanjut komitmen  sinergitas 4 (empat) kelompok komunitas (Komunitas Sahabat Babinsa, Komunitas Sego Jum'at Ambarawa, Komunitas Sayur Barokah Ngablak Magelang dan Pesantren Lansia Raden Rahmat Banyubiru),  kembali digelar pekan ini. Kegiatan Bakti Sosial membersihkan tempat ibadah dilakukan Jum'at (25/9).  Kegiatan yang mengusung tema Menjaga Toleransi Disaat Pandemi ini dilaksanakan di dua titik tempat ibadah, yakni Masjid Al-Muttaqin, Kayuwangi dan Kapel Fransiskus Xaverius XVII, Kayuwangi, Desa Gedong Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Suliyan, penggagas kegiatan ini yang juga mewakili Komunitas Sahabat Babinsa menuturkan bahwa sasaran kegiatan ini adalah untuk tempat ibadah dan sekolah, yang selama pandemi ini ditinggalkan jama'ah dan siswanya dikarenakan Pembatasan Sosial Berskala Besar  (PSBB). "Kegiatan ini memang diperuntukkan bagi warga, khususnya para jama'ah masjid atau gereja dan sekolah-sekolah, dalam masa pandemi ini."

Diakuinya, kegiatan Giat Bareng bersih-bersih tempat ibadah ini sudah berjalan sejak pandemi dimulai Maret lalu, tujuannya adalah agar tercipta toleransi antar warga dan warga senang datang ke tempat ibadah di lingkungan yang bersih.

"Ya, kami sudah memulainya sejak Maret lalu hingga hari ini, tujuannya untuk membantu tempat ibadah dan sekolah yang ditinggalkan jama'ah dan siswanya, sehingga ketika pandemi usai, mereka tetap bisa beribadah dengan baik di lingkungan yang bersih, selain itu terciptanya kerukunan dan toleransi dalam beribadah antar warga."

Tidak hanya sinergi 4 (empat) komunitas saja yang terlibat, rencananya komunitas atau kelompok masyarakat lainnya di sekitar Kabupaten Semarang dan Salatiga juga akan terjun langsung dalam kegiatan bakti sosial ini, seperti Perangkat Pemerintah Desa Gedong, Pramuka Saka Wira Kartika kota Salatiga, Komunitas Relawan Jum'at Bersih Banyubiru, Rumah Zakat Indonesia, Koalisi Perempuan Indonesia Kabupaten Semarang, Relawan Peduli Sampah Kabupaten Semarang, Siswa SD Gedong Dua beserta guru, Diresiki Laundry Banyubiru, MJ Steel Salatiga, Remaja Masjid/Gereja/Karangtaruna Kayuwangi. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan bakti sosial ini tetap mengedepankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah 3M (Menjaga jarak, Menggunakan masker dan Mencuci tangan), "tentu kami sadar betul, di tengah pandemi ini kita tetap saling jaga, agar tidak terjadi penumpukan massa, kami membagi tugas di beberapa tempat, sehingga standar protokol kesehatan tetap yang utama.", tutup Suliyan mengakhiri perbincangan Kamis sore (24/9).

(win/pp)