Home Disaster SETU PENGARENGAN BIKIN DEPOK SEMAKIN INDAH

SETU PENGARENGAN BIKIN DEPOK SEMAKIN INDAH

K3D ubah lahan liar dan rawan begal jadi obyek wisata air

157
0
SHARE
SETU PENGARENGAN BIKIN DEPOK SEMAKIN INDAH

Keterangan Gambar : Profil K3D mengubah Setu Pengalengan menjadi obyek wisata air yang indah dan menarik (foto Iwan Pajajajaran)

SETU PENGARENGAN BIKIN DEPOK SEMAKIN INDAH

K3D ubah lahan liar dan rawan begal jadi obyek wisata air

Jakarta, parahyangan-post.com- Terbentuknya Komunitas Kampung Kita Depok  (K3D) berawal dari rawannya kondisi keamanan di jalan H. Juanda.  Begal jalan H. Juanda menjadi terkenal setelah peristiwa tahun 2019 yang mengerikan dan super sadis itu. Sehingga membuat lintasan wilayah ini menjadi  sepi dan menakutkan pada malam hari.

Selain begal sadis, lingkungan di sekitar jalan H. Juanda  semakin rawan karena pada waktu itu suasananya sepi, kumuh dan kotor. Terutama di sekitar Setu Pengarengan yang terdapat di pinggir jalan. Di atas Setu Pengarengan itu juga melintas jalan tol Cijago.

Kerawanan sosial dan tindak kriminal meningkat drastis. Mulai dari pembegalan, pembunuhan, pembuangan mayat korban mutilasi serta pembuangan bayi hasil hubungan gelap.

“Tentunya kondisi ini  sangat memprihatinkan. Maka kami membentuk  K3D karena  merasa terpanggil untuk memerangi kerawanan sosial tersebut,” tutur salah seorang penggagas K3D, Bapak Bowo, kepada parahyanagan-post.com, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Bowo, dengan cara mereka sendiri, K3D mulai menata lingkungan sekitar jalan Ir. H. Juanda. Diantaranya,  membersihkan, memberikan lampu penerangan, membina pedagang  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),  tanaman hias, pupuk, batu alam dan ikan hias.

Karena lahan sepanjang jalan Juanda itu adalah mulik Pertamina Gas, dan di bawahnya terdapat pipa gas maka pihaknya meminta izin kepada Pertamina untuk menata kawasan itu.

Pertamina pun memberi izin dan menunjuk K3D untuk pengawasan, penjagaan, penataan dan pemanfaatan wilayah itu.  

Lebih jauh Bowo mengatakan, sejak kehadirannya K3D telah  membina lebih dari 1000  UMKM yang menggantungkan hidup dilingkungan itu. Para UMKM  juga ikut  membenahi dan mengatasi masalah ketertiban umum. Diantaranya mengawasi dan membina para pengamen jalanan hingga teratur bisa diarahkan untuk bekerja lebih baik sesuai bakatnya masing-masing hingga menjadi lebih baik.

Pos Pantau

Lokasi ini paling rawan dan paling jorok di sepanjang ruas Jl. Juanda tersebut adalah Situ Pengarengan. Dalam satu tahun minimal  terjadi 4 kali peristiwa kriminal tingkat tinggi, seperti pembunuhan, pembuangan mayat mutilasi dan perampokan.

Selain itu lingkungan Setu juga sangat kotor, jorok, bau dan ditumbuhi semak belukar serta ilalang liar. Sampah menumpuk dan menggunung yang kemudian menimbulkan bau tidak sedap dan mencemarkan lingkungan.

Yang lebih berbahaya lagi pernah terjadi kebakaran yang cukup besar. Apinya merambah  hingga ke area kawasan lintasan jalur pipa gas Pertamina. Sementara asapnya menghalangi pandangan pengendara mobil di jalan tol dan jalan H.Juanda.

“Untunglah pada saat itu  petugas Damkar cepat datang dan dapat menguasai api, sehingga kebakaran bisa diatasi,” terang Bowo.

Untuk mengatasi dan mencegah agar kebakaran dan penumpukan sampah tidak terjadi lagi, K3D kemudian mendirikan pos pantau di tengah Setu.

“Jadi  pendirian pos pantau itu bukan dengan cara menguruk Setu, melainkan memanfaatkan tanah tumbuh yang sudah ada di situ. Gunanya adalah untuk memantau kondisi setu agar tidak adalagi penumpukkan sampah, peristiwa kebakaran di sekelilingnya, dan agar selalu kelihatan besih dan rapi,” tutur Ketua K3D  H. Abdul Hamid yang mendampingi Bapak Bowo saat wawancara.

Pos pemantau yang berada di tengah Setu, lanjut Abdul Hamid,  akan dijaga secara bergantian oleh relawan K3D.

Lebih jauh Abdul Hamid mengatakan, K3D akan menggelola Setu Pangarengan sebagai  obyek wisata air  yang indah. Sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat Depok dan sekitarnya.

Gagasan menjadikan Setu Pengalengan  menjadi obyek wisata air, lanjut  Abdul Hamid, mendapatkan apresiasi dan rekomendasi dari berbagai pihak, terutama  dari  PT.Pertamina Gas, PT. Lingkar Jaya (Dinas Pengelola JalanTol Cijago), Dishub yang sudah memberikan Lampu Penerangan, PT.PLN (Depok) yang membuat lokasi gelap menjadi Terang, Serta Apresiasi dari Warga Komunitas Lingkungan Depok, Pemkot Depok hingga ke Tingkat Provinsi Jawa Barat – UPTD PSDA (Sundawapan) Bogor.*** (PP/IP)