Home Nusantara SENSASI LAIN MEMBELI IKAN SEGAR SEMBARI NOSTALGIA KARYA PUJANGGA BESAR

SENSASI LAIN MEMBELI IKAN SEGAR SEMBARI NOSTALGIA KARYA PUJANGGA BESAR

#Mancing #Kuliner #Wisata

193
0
SHARE
SENSASI LAIN MEMBELI IKAN SEGAR SEMBARI NOSTALGIA KARYA PUJANGGA BESAR

Keterangan Gambar : Penulis, bersama pemilik pemancingan Masyistik Hajji Raut, Bang Mastur (sumber foto : imansyah/pp)

Sebait petikan pusisi karya Chairil Anwar berikut, mengingatkan kita akan, daerah yang bersejarah dan penuh perjuangan, tidak saja bagi warga di wilayah tersebut, Karawan, Bekasi, tetapi juga perjuanan heroik anak-anak bangsa saat mempersiapkan kemerdekaan negeri ini, berikut petikan karya Sang Pujangga Puisi Indonesia,:

Krawang - Bekasi.
By :  Chairil Anwar.

Kami yang kini terbaring..
Antara Krawang - Bekasi

Tidak bisa teriak "Merdeka"
Dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi
Mendengar deru kami.
Terbayang kami maju dan mendegap hati.

Siapa manusia yang mengaku sartrawan tak mengenal judul puisi di atas?

Bagi pencinta puisi, dasar pengenalan puisi mungkin saja ditandai dengan bait bait semangat epik perjuangan jaman kemerdekaan yang dibuat Chairil Anwar itu...

Cikarang, adalah sebuah tempat lintasan sejarah lahirnya sebuah puisi fenomenal yang saat tulisan ini dibuat kini sedang berbenah diri menjadi kota super sibuk, super padat, kawasan industri  bertebaran antara empat penjuru angin, dari pabrik pembersih rumah tangga,  chemical, hingga perakitan kendaraan besar, kecil berdiri dengan megahnya dikota ini, dan jika sukses segalanya akan menjadi epicentrum pusat bisnis dengan dibangunnya proyek Meikarta, lengkap sudah jargon tersebut disematkan pada kota ini.

Cikarang yang terletak persis mengapit dua kota antara Krawang - Bekasi memang saat ini diselimuti berbagai aktifitas yang menjemukan oleh berbagai kegiatan rutine warga sekeliling penyangga kota ini.

Tapi rehatlah sejenak diakhir pekan, weekend anda,  Cikarang dihari Sabtu dan Minggu kesibukan rutinitasnya jauh berkurang,  waktunya santai untuk sekedar melepas lelah, hindari stress karena beban tekanan hidup dengan mengunjungi tempat pemancingan sederhana berbasis syariat. 

Syariat karena harga ikan sudah di badrol dengan harga tak jauh dari harga pasar.  Disini tersedia ikan mulai dari Mujair - Nila,  Lèle, Mas, Bawal, Patin, Gurame, bahkan ikan Gabus sang penyelusup predator jika beruntung bisa tersangkut dikail para pemancing.

Untuk ikan terakhir sang predator, kini banyak menjadi incaran para pencinta kuliner dengan ikon   "gabus pucung". Disamping rasanya yang lezat, ternyata gabus mengandung  banyak zat albumin komposisi zat yang sangat dibutuhkan guna mempercepat proses penyembuhan luka pasca operasi.

Dibeberapa toko obat herbal dan apotik rupanya sudah dijual produk dari si gabus ini dengan sebutan Albumin.

Jika banyak mendapatkan ikan (sesuai dengan ukuran isi kantong). Kalau mau hasil pancingan bisa dimintai tolong untuk sekalian dibuatkan menu, gurame asam manis,! ataupun ikan bakar Patin sambal bajak spesial  yang diramu tangan ahlinya.

Kumpul keluarga makan ikan hasil memancing sendiri, atau beli yang sdh dipersiapkan, akan menjadi momen kebersamaan yang pasti tak akan terlupakan sepanjang hidup.

Dikatakan syariat, karena system pemancingan ini berbeda kelola dengan usaha pemancingan lain disekitar yang dipenuhi unsur undian, sehingga unsur menang kalah undian kental terasa.

Bagi Anda, yang ingin sekear melepas penat, dan bisa refresh, menikmati harga murah meriah, sembari memancing ikan, dan merasakan sensasinya ketika ikan menghajar umpan kita dan menyentak tali kenur hingga terjadi tarik menarik yang mendebarkan ikan apa yang didapat...

Ada satu tempat, di wilayah Cikarang, yaitu  : "Pemancingan Mayistik Hajji Raut" , dan pemiliknya telah dikenal di wilayah Cikarang, Bang Mastur. 

Untuk lokasinya sendiri, tidak sulit di jangkau dari arah manapun, dan berikut alamat, 'Pemancingan Masyistik Hajji Raut" (Bang Mastur)" :

Kampung Kali Ulu Gang Masjid Baitul Wiqoyah Cikarang (+/- 200M) dari jalan utama  Krawang - Bekasi.
(dari arah bekasi letaknya sebelah kiri)


(Penulis : Imansyah Hakim Al Rasyid / Wartawan, Pnulis, Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia/PJMI)