Home Agama Sekum PGI: Tetap Optimis dan Berpengharapan di Tengah Covid

Sekum PGI: Tetap Optimis dan Berpengharapan di Tengah Covid

Jelang Nataru

93
0
SHARE
Sekum PGI: Tetap Optimis dan Berpengharapan di Tengah Covid

Keterangan Gambar : Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt Jacklevyn Frits Manuputty (foto aboe)

Sekum PGI: Tetap Optimis dan Berpengharapan di Tengah Covid

Jakarta, parahyangan-post.com- Sekretaris Umum  Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt Jacklevyn Frits Manuputty mengharapkan agar umat tetap optimis dan berpengharapan menyongsong perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Hal tersebut disampaikan Manuputty pada konprensi pers  yang berlangsung secara daring, Senin 21/12.

“Meski dunia tengah dilanda pandemi Covid, sonsonglah Natal dan Tahun Baru dengan optimis dan berpengharapan,” tuturnya.

Virtual

Dalam bagian lain paparannya, Manuputty menganjurkan agar ibadah dilakukan secara virtual. Hal ini guna menekan penyebaran virus Corona.

PGI, katanya,  tetap pada imbauan yang telah diedarkan sebelumnya agar gereja-gereja merayakan Natal dan Tahun Baru dalam bentuk virtual.

“Kita tidak menghendaki ketahanan diri kita yang telah terbentuk selama ini untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 menjadi mubazir, hanya karena ketidaksabaran kita untuk berkumpul dan beribadah secara ragawi," katanya.

Namun, Manuputty mengatakan jika ada gereja yang memungkinkan untuk hadir secara fisik, harus berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 wilayah setempat.

“Tentunya dengan jumlah yang dibatasi dan protokol kesehatan yang wajib dilakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut, PGI juga mengimbau jemaat untuk tidak melakukan open house. Dia meminta agar perayaan Natal dilakukan dengan sederhana.

Manuputty menghimbau Natal tahun ini hendaknya dirayakan secara sederhana, dengan menghindari penyelenggaraan open house serta kegiatan sejenis lainnya.

Ini 7 Point Himbauan  PGI pada Nataru Tahun ini:

1. PGI tetap pada imbauan yang telah diedarkan sebelumnya agar gereja-gereja merayakan Natal dan Tahun Baru dalam bentuk virtual. Kita telah menyelenggarakan ibadah virtual maupun bentuk ibadah lainnya yang tidak menghadirkan kerumunan umat selama masa pandemic ini. Tentu kita tidak menghendaki ketahanan diri kita yang telah terbentuk selama ini untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 menjadi mubazir, hanya karena ketidaksabaran kita untuk berkumpul dan beribadah secara ragawi.

2. Kalaupun dimungkinkan dilaksanakan dalam bentuk ragawi maka jumlah kehadiran umat dalam ibadah harus dibatasi, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat serta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di wilayah tempat tinggal masing-masing.

 

3. Natal tahun ini hendaknya dirayakan secara sederhana, dengan menghindari penyelenggaraan 'open house'serta kegiatan sejenis lainnya. Hindarilah juga aktifitas bepergian dan persinggungan dengan kerumunan orang di ruang publik dalam berbagai bentuk acara perayaan Natal dan Tahun Baru.

4. Manfaatkanlah anugerah waktu yang tersedia bersama keluarga untuk menjadikan keluarga sebagai palungan tempat menyambut berita Natal itu.

5. Ciptakanlah ide-ide kreatif untuk saling mengirim ucapan Selamat Natal kepada orang-orang yang dikasihi, maupun kepada kelompok-kelompok marginal yang kerap terlupakan. Ingatlah di dalam doa, keluarga-keluarga yang berduka karena ditinggalkan orang-orang terkasih akibat terpapar
Covid-19, pembunuhan, bencana, serta berbagai sebab lainnya.

 6. Dukung dan doakanlah para tenaga medis, Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, serta berbagai elemen pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan yang terus berjuang untuk menangani Pandemi Covid-19 serta semua dampak ikutannya.

7. Songsonglah Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dengan tetap optimis dan berpengharapan.*** (pp/aboe)