Home Agama Seks Bebas Dipromosikan Tanpa Henti, #IndonesiaTanpaJIL Angkat Suara

Seks Bebas Dipromosikan Tanpa Henti, #IndonesiaTanpaJIL Angkat Suara

112
1
SHARE
Seks Bebas Dipromosikan Tanpa Henti, #IndonesiaTanpaJIL Angkat Suara

JAKARTA (Parahyangan-post.com) -- Tanpa dipromosikan pun, zina sudah menjadi penyakit masyarakat. Ironisnya, kini ada kelompok-kelompok yang secara terang-terangan mempromosikan zina asalkan dilakukan secara konsensual, alias suka sama suka.

Sebuah akun Twitter yang berafiliasi pada situs yang belakangan kerap mempropagandakan feminisme dan kebebasan seksual pada Senin (27/07) lalu menulis, “Tidak ada yang salah dalam mencari cuddle dan seks di aplikasi kencan. Tidak ada yang salah, manusia boleh berusaha tapi kerap kali ada manusia lain yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.” Cuitan tersebut juga memuat sebuah tautan menuju sebuah artikel yang membahas seputar aplikasi kencan.

Dalam artikel tersebut, penulisnya memaparkan bagaimana perempuan seringkali dikecewakan karena menjadi korban manipulasi oleh kaum lelaki yang hanya menginginkan seks. Di bagian akhir artikelnya, sang penulis hanya menawarkan sebuah solusi: “Kalau kira-kira ‘bajingan’ ya tidak usah diladeni, kecuali kalau yang engkau cari memang ‘bajingan’.”

Promosi seks bebas ini mendapat kecaman dari para pemuda dari komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ). Salah seorang aktivis ITJ dari Chapter Jakarta, Anila Gusfani, menganggap bahwa sang penulis artikel dan pengelola laman situs yang memuatnya akan turut bertanggung jawab jika kasus perzinaan di kalangan anak muda semakin merebak lantaran mereka telah membantu mempromosikannya.

“Sebenarnya tidak ada yang menarik dari artikel itu. Cerita selanjutnya sudah bisa ditebak, seperti yang sudah-sudah. Setelah beres berzina, minta tanggung jawab kemudian,” ujar Anila.

Anila menyatakan keheranannya akan kekecewaan perempuan yang merasa ditipu oleh lelaki yang dijumpainya melalui aplikasi kencan, sebab aplikasi semacam itu memang sejak awal tidak menawarkan masa depan yang baik. Kalau mau membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, memang harus dengan jalan yang baik, bukan dengan mendekati zina.

“Apa sih yang diharapkan dari pencarian pasangan via online seperti ini? Sekarang, mencari pasangan serius dengan cara baik-baik saja masih rentan dibohongi, apalagi dengan cara online yang sudah banyak kasus penipuannya?” ungkap perempuan muda yang aktif di banyak komunitas seperti Baca Bareng dan Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia ini.

Sejak didirikan pada tahun 2012, ITJ banyak menyuarakan keprihatinannya terhadap pengaruh pemikiran sekularisme dan liberalisme, termasuk juga turunannya seperti feminisme, pembelaan terhadap LGBT dan kebebasan seksual. (ITJ Media Center)