Home Hukrim Saksi Perkara Akta Autentik Ceritakan Seputar Batas Tanah Seluas 5 Hektare di Cakung

Saksi Perkara Akta Autentik Ceritakan Seputar Batas Tanah Seluas 5 Hektare di Cakung

77
0
SHARE
Saksi Perkara Akta Autentik Ceritakan Seputar Batas Tanah Seluas 5 Hektare di Cakung

JAKARTA (Parahyanganpost.com) -- Petugas BPN/ATR Jaktim menjelaskan permasalahan yang menjerat terdakwa Paryoto di PN Jaktim. Saat ini, Paryoto duduk di kursi pesakitan tercatat dalam dakwaan pemalsuan keterangan ke dalam Akta Autentik. 

Saefudin dalam kesaksiannya menceritakan luas tanah 5 hektare di Jalan Kampung Baru RT 09/08 Cakung Barat, Jakarta Timur sempat dilakukan pengukuran oleh 5 orang petugas dari BPN. 

Menurut dia, tanah seluas 5 hektare itu rencananya akan diukur oleh tim juru ukur untuk menentukan titik batas. Selain itu, dia juga merincikan kelima petugas juru ukur dilokasi tanah bermasalah itu. 

Dari batas sisi timur dan barat lokasi objek tanah diantaranya disebut sebagai tempat depo kontainer. 

" 5 hektare lebih lah 5 orang menentukan titik penunjuk batas, umpanya batasnya disana ngeker batas," kata saksi berkemeja putih, Selasa (8/9/2020). 

Sidang dipimpin oleh ketua Majelis Hakim PN Jaktim Syafruddin Ainor Rafiek beranggotakan Sri Asmarani dan Tohari Tapsirin. Dalam perkara Nomor 614/Pid.B/2020/PN Jkt.Tim dua tersangka berstatus daftar pencarian orang (DPO) diantaranya Benny Simon Tabalujan dan Achmad Djufri. 

Diketahui, Bahwa perbuatan terdakwa Paryoto sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut ketentuan Pasal 263 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana dan Pasal 266 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana. 

Lebih lanjut, Budi Setya Mulya juga mempertanyakan kepemilikan tanah seluas 5 hektare di Cakung Barat terhadap saksi. Budi melanjutkan, terhadap saksi dia meminta penjelasan baik lokasi maupun kepemilikan yang sah. 

" Saudara saksi pernah mengetahui tidak kepemilikan tanah itu. Saudara tahu tidak itu saudara Mardani. Lokasi dimana sih Pak," tutur JPU Kejari Jaktim. 

Sejumlah nama tak lepas disebut-sebut dimeja hijau yakni Mardani dan Abdul Halim. Tanah seluas 5 hektare diutarakan saksi di kontrakan kepada PT MSA sejak tahun 1993 dan batas lokasi bersebrangan dengan kali (sungai).

(didi/pp)