Home Ekbis RUPST PT.SAWIT SUMBERMAS SARANA Tbk Tahun 2020

RUPST PT.SAWIT SUMBERMAS SARANA Tbk Tahun 2020

156
0
SHARE
RUPST PT.SAWIT SUMBERMAS SARANA Tbk Tahun 2020

Keterangan Gambar : Rapat Umum Pemegang Ssaham Tahunan PT. SAWIT SUMBERMAS SARANA Tbk (sumber foto : mahdi/pp)

JAKARTA (Parahyangan-post.com) – PT.Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), salah satu agendanya soal penggunaan lababersih tahun 2019, Senin (29/06) di Graha CIMB Niaga, Jakarta. Sebagaimana diketahui laba bersih yang SSMS peroleh tahun lalu mencapai Rp 11,68 miliar atau turun 86,45% year on year (yoy). 

Dalam kata sambutannya Dewan Komisaris Independen, Marzuki Usman (Mantan DPR RI) mengatakan, Laporan Pertanggung Jawaban dalam RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Terpapar) tahunan  2019 dari PT Sawit Sumber Mas Sarana (SSMS) Tbk dengan paparan publik dapat diterima memuaskan ditengah Pandemi Covid-19. 

Kinerjanya maju, Direksi mampu mengoptimalkan harga CPO (Crode Palm Oil) terbaik nasional hingga suistenable  berkat kesetaraan pengurus Valautahan Subraminam (Direktur Utama) bersama Ramzi Sastra, Nazarudin, Rimbun Situmorang,  Hartono Jap, Ashari Munthe di kantor pusat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. 

Sehingga SSMS mampu raih ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan sertifikat ISO sehingga SSMS layak akan jadi Tbk kelas Internasional. Marzuki Usman mendampingi Bungaran Saragih (Pimpinan Sidang) dan Ito Warsito (Dewan Komisaris Independen) secara Webinar zoom. 

Dalam RUPST ini sempat gantikan Nicholas Justin yang mengundurkan diri sebelumnya diserahkan kepada Dewan Komisaris, disaksikan Notaris  Dr Titin Surtini SH. 

Sementara itu Direktur Utama SSMS Vallautahan Subraminam menerangkan saat konferensi pers, pada acara RUPST tersebut menyampaikan bahwa, seluruh perolehan laba bersih tahun lalu dijadikan sebagai saldo laba ditahan. Sehingga tahun ini para pemegang saham SSMS memutuskan belum ada pembagian dividen. 

“Secara finansial pada tahun 2019 SSMS mengalami penurunan dari ekspektasi. Hal tersebut karena adanya penurunan angka penjualan pada tahun 2019 mencapai Rp 3,27 triliun dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp 3,71 triliun," ujar Vallautahan 

Penurunan tersebut dikarenakan nilai penjualan harga minyak sawit mentah (CPO) turun di awal 2019, walaupun di hari-hari terakhir tahun 2019 mengalami penguatan. SSMS memang masih bisa membukukan laba usaha di 2019 meski mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018. 

Pada tahun 2019, SSMS menghasilkan total produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 1.521.602 metrik ton dengan yield sebesar 21,98 metrik ton per hektare. Jumlah itu turun dibandingkan produksi tahun 2018 yang mencapai 1.616.441 ton dengan yield sebesar 24,4 metrik ton per ha. 

Dengan adanya dua tambahan pabrik baru pada akhir tahun 2019, SSMS sebenarnya memiliki kapasitas produksi 540/ton TBS per jam. Lewat kapasitas tersebut, SSMS akan memperbaiki kinerja di tahun 2020, dimana SSMS akan menambah kapasitas penggilingan sebesar 150 metrik ton (MT) per jam. 

Menurut Vallautahan, ini akan memberikan dukungan usaha bagi SSMS untuk semakin kuat menyokong pertumbuhan kinerja pada tahun 2020. "Pertumbuhan volume CPO yang diproses memungkinkan perusahaan untuk mengambil keuntungan lebih besar dari harga yang lebih ketat dalam produk inti CPO kami pada tahun 2020," terangnya. 

Vallauthan melanjutkan, untuk meningkatkan mutu produksi CPO maupun produk turunannya bagi pasar ekspor, SSMS secara kontinyu meningkatkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada usaha hilir. Sertifikasi ISPO pada SSMS telah mencapai 80% dari total perkebunannya di tahun 2019. 

(Mahdi/pp)