Home Disaster PT Lautan Berlian Berbagi dengan Anak-anak Terlantar

PT Lautan Berlian Berbagi dengan Anak-anak Terlantar

Donasi Diserahkan Langsung oleh CEO Dewa Astawa

399
0
SHARE
PT Lautan Berlian Berbagi dengan Anak-anak  Terlantar

Keterangan Gambar : CEO PT Lautan Berlian Dewa Astawa menyerahkan sertifikat kepada Pimpinan RHAI Agnes Enteren di rumah RHAI, Jl. Baros Komplek AL, Jakarta Selatan. (foto aboe)

PT Lautan Berlian Berbagi dengan Anak-anak  Terlantar

Donasi Diserahkan Langsung oleh  CEO Dewa Astawa  

Jakarta, parahyangan-post.com PT Lautan Berlian menyerahkan bantuan pendidikan kepada anak-anak terlantar yang diasuh Rumah Hebat Anak Indonesia (RHAI), di Jl. Baros, Komplek AL, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin 15/8.

Bantuan berupa buku, alat-alat sekolah dan literasi pembelajaran diserahkan langsung oleh CEO PT Lautan Berlian Dewa Astawa, dan diterima secara simbolik oleh Pimpinan RHAI Agnes Enteren. Disaksikan seluruh anak didik  yang sedang asyik belajar. Juga orang tua mereka, yang umumnya keluarga pemulung dan tidak mampu.

Acara berlangsung penuh kekeluargaan. Ceria, hangat dan  bersemangat.  Khas Taman Kanak-kanak (TK).  Dewa Astawa, yang didampingi rombongan dari PT Lautan Berliannya,  juga  memberi wejangan. Astawa menyemangati  anak-anak yang kurang beruntung itu agar tetap giat belajar. Tidak patah semangat dengan kondisi yang kurang berutung dan selalu bercita-cita tinggi. Selalu   memelihara harapan untuk bisa hidup lebih baik.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan  dari inisiatif kita dalam berbagi. Diambilkan dari  CSR perusahaan,” tutur Dewa Astawa kepada parahyangan-post.com, usai acara.

Dikatakan Astawa, tujuan dari kegiatan tersebut  adalah untuk berbagi. PT Lautan Berlian mempunyai program rutin tahunan untuk berbagi. Khusus tahun ini ada dua moment penting dalam semangat berbagi itu. Pertama dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke 77. Dan yang kedua adalah agenda rutin peringatan  Hari Jadi PT Lautan Berlian yang tahun ini sudah berumur ke 41  tahun. PT Lautan Berlian lahir  pada tanggal 5 Oktober, 41 tahun lalu, bertepatan dengan Hari Angkatan Bersenjata RI.  

“Bersama teman-teman kita yang kurang beuntung, kita dipertemuakan di sini. Mudah-mudahan apa yang kami donasikan ini bermanfaat. Dapat membantu proses belajar mereka. Sehingga bisa menjadi Anak Indonesia yang Hebat!,” tutur Astawa.

Dijelaskan Astawa,  sebelumnya PT Lautan Berlian juga melakukan hal yang sama dengan berbagai komunitas lain yang secara ekonomi kurang beruntung.  Ini merupakan komitmen  PT Lautan Berlian untuk berbagi dengan sesama. Karena pihaknya  sangat peduli kepada pembangunan masa depan anak-anak Indonesia ini.

Menurut Astawa, penyaluran CSR Lautan Berlian tidak hanya vokus kepada anak-anak putus sekolah dan anak-anak terlantar, tetapi juga di  bidang sosial lain. Pihaknya juga melakukannya di Panti Jompo, Panti Asuhan dan bersama pemerintah melakukan donor darah.

“Sewaktu pandemik covid kemarin kita juga melakukan vaksinasi gratis kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu pimpinan RHAI Agnes Enteren mengatakan. Pihaknya merasa sangat senang. Dia  berterima kasih telah dikunjungi oleh PT Lautan Berlian yang dipimpin langsung oleh CEO nya Bapak Dewa Astawa.

“Ini merupakan kebahagiaann yang tak terhingga bagi kami.  Yang hanya Tuhan lah yang dapat membalas kebaikan hati Pak Dewa Astawa. Kami  mendoakan agar PT Lautan Berlian  terus berkembang  ‘Mengarungi Lautan Luas. Berjaya dan Maju Selamanya, UNTUKINDONESIA’,” harap Agnes.

Agnes menceritakan perjuangannya untuk mendidik anak-anak terlantar dan kurang mampu ini cukup berat. Pertama dia dan rekan-rekan voluntir lain, membuka sekolah di tempat pembuangan sampah Lebak Bulus. Mengedukasi anak-anak tidak mampu di sana. Saat sekolahnya sedang tumbuh dan berkembang, lokasinya digusur karena akan dijadikan waduk oleh Pemda DKI.

Agnes kemudian keliling mencari lokasi yang tepat. Akhirnya dapat di lokasi baru, Jl Baros no. 1 Komplek AL Jalarta Selatan.

“Status kita di sini numpang Pak. Kita diberi waktu  dua tahun. Saat ini (angkatan ke 2-red) jumlah anak yang belajar di sini sebanyak 51 orang. Semuanya berasal dari anak tidak mampu. Biaya pendidikan gratis 100%,” terang Agnes kepada parahyangan-post.com.*** (aboe/pp)