Home Nusantara Proyek Pengurugan Tanggul Saluran Skunder Bayongbong Diduga Abaikan K3

Proyek Pengurugan Tanggul Saluran Skunder Bayongbong Diduga Abaikan K3

Pengawas BBSC3 Terkesan Tutup Mata

143
0
SHARE
Proyek Pengurugan Tanggul Saluran Skunder Bayongbong Diduga Abaikan K3

Keterangan Gambar : Nampak para pekerja saat alat besar beroperasi tanpa menggunakan Alat Pelinding Diri (APD), sebagaimana ketentuan terpenuhinya K3 (sumber foto : La/PP)

SERANG, (Parahyanganpost.com) – Diduga hanya ingin meraup keuntungan besar, sejumlah perusahaan Nasional yang wilayah kerjanya berada di Kabupaten Serang Provinsi Banten banyak mengabaikan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), terutama terhadap pekerja lokal. 

Sebut saja salah satunya adalah PT. WIKA yang saat ini sudah melakukan kontrak kerja dengan BBSC3. Berdasarkan pantuan media ini, tampak para pekerja  yang dipekerjakan di Pengurugan Tanggul Saluran Skunder Bayongbong tersebut, terlihat tidak memakai perlengkapan yang memadai sebagaimana peraturan utama dalam pelaksanaan aktivitas. 

Namun mirisnya, pelanggaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. WIKA itu sepertinya tidak mendapatkan pengawasan dari BBSC3, bahkan pihak terkait malah terkesan hanya tutup mata. 

Terkait aktivitas para pekerja yang menyalahi peraturan UU (Undang – undang) tentan tenaga kerja ini, dapat dilihat saat kita berada di Lokasi Pengerjaan. 


Sementara itu Iwan Ekek selaku Humas PT WIKA saat dihubungi melalui saluran Cellularnya menjelaskan kepada awak media bahwa Perbaikan Tanggul yang Jebol yang mengakibatkan Banjir itu dilakukan sesuai standar pihaknya tidak bermaksud mengabaikan K3 untuk para pekerjanya, dan untuk K3 sepengetahuan saya ada disitu dalihnya. 

Mengetahui prihal tidak dilengkapinya alat keselamatan kerja serta alat pelindung diri oleh para pekerja yang dipekerjan pihak kontraktor PT. WIKA, langsung mendapat kecaman dari Romy Safriyal, salah seorang Aktivis pemerhati keselamatan kerja di Banten. 

“Apalagi di lokasi tidak Nampak terlihat Papan Proyek Pekerjaan serta Lemahnya pengaturan Llau lintas yang memicu kecelakaan saat alat besar sedang beroperasi”Ungkapnya. 


Romy menilai, bahwa PT. WIKA terkesan sengaja mengabaik keselamatan pekerja dalam melaksanakan pekerjaan diduga telah melanggar undang-undang nomer 13 tahun 2003 pasal 87 tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). 

Sebagai salah satu perusahaan Besar, menurut Romy, seharusnya PT.Wika icon contoh sebuah perusahaan yang benar-benar mematuhi pola keselamatan pekerja ataupun memperhatikan seluruh perangkat kerja yang ada dilingkungannya. 


”Saat ini K3 telah menjadi isu pokok dan menjadi isu kejahatan perusahaan terhadap para pekerja. Sebagai perusahaan besar,, tak ada toleransi untuk kecelakaan kerja, sudah jelas dalam undang-undang ada sanksi yang melanggar”, ungkapnya.  

“Jangan disepelekan, jika ada kealfaan atas keselamatan yang dilakukan oleh sekelas perusahaan Nasional seperti PT. Wika tindakan tegas sesuai aturan berlaku di NKRI”, himbaunya secara tegas. 


“Sanksinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bisa sanksi administrasi, sanksi teguran dan sanksi lain yang bersifat rekomendasi supervisi. Sesuai amanat undang-undang nomor 13 tahun 2003,” tutupnya. 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pihak BBSC3 yang dapat Konfirmasi, seperti yang di sampaikan salah satu pekerja bahwa pengawas dari BBSC3 baru sekali datang,itupun saat pertama kali pekerjaan akan di mulai. (La/PP).