Home Siaran Pers Pointers yang disampaikan Wartawan Senior yang juga Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) Bidang

Pointers yang disampaikan Wartawan Senior yang juga Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) Bidang

372
0
SHARE
Pointers yang disampaikan Wartawan Senior yang juga Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) Bidang

Keterangan Gambar : Wartawan Senior yang juga Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) Bidang Media, Aat Surya Safaat (paling kiri) saat Konferensi Pers Pernyataan Jama

JAKARTA (Parahyangan-Post.com) --, Berikut Pernyataan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Atas Keputusan Pemerintah Arab Saudi Menangguhkan Sementara Perjalanan Umrah 1441 H/2020 M. ; 

(1).    Saya sependapat dengan pernyataan Imaam Yakhsyallah Mansur yang menghargai keputusan Pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan sementara perjalanan umrah dengan alasan mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), namun juga mengharapkan agar perjalanan umrah bisa dibuka kembali secepatnya sebagai upaya melanjutkan tugas suci sebagai Khadimul Haramain Syarifain (Penjaga Dua Kota Suci). 

(2).    Saya juga sependapat dengan Imaam bahwa untuk menghindari penyebaran virus corona, khususnya di kalangan jamaah umrah, maka Pemerintah Saudi perlu melakukan tindakan preventif dengan cara meminta jaminan kepada biro perjalanan bahwa jamaah yang dibawanya dinyatakan aman dari virus corona oleh dokter (otoritas kesehatan). Untuk maksud ini perlu diminta pengawasan yang ketat dari pemerintah masing-masing negara bahwa travel biro yang melanggar harus diberi sanksi yang seberat-beratnya. 

(3).    Masalah penundaan perjalanan umrah ini menjadi tema yang sangat penting mengingat ummat Islam dalam waktu dua bulan ke depan akan masuk Ramadhan, di mana jamaah umrah biasanya sangat antusias melaksanakan umrah di bulan suci tersebut. 

(4).    Pemerintah perlu meminta pihak Arab Saudi supaya memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang kebijakan penundaan perjalanan umrah itu. Perlu kerjasama untuk terus membangun pemahaman yang baik antar dua negara dalam merespon persoalan itu melalui komunikasi yang dilakukan secara optimal dan efektif. 

(5).    Terkait peundaan perjalanan umrah, calon jamaah cukup melakukan penjadwalan ulang waktu keberangkatannya, menyesuaikan dengan jadwal yang tersedia pada Biro Perjalanan Umrah masing-masing. 

(6).    Di sisi lain, saya mengapresiasi peran para jurnalis di Indonesia yang memberitakan informasi soal penundaan perjalanan umrah dengan baik dan meneduhkan, sehingga publik dapat memahami keluarnya kebijakan dari Pemerintah Saudi itu. Sebagaimana diketahui, peran media sangat penting dalam membentuk opini publik.  

(7).    Media massa bahkan memegang peranan yang sangat penting dalam menjalankan “Second track diplomacy” guna mendukung “First track diplomacy” yang selama ini dijalankan oleh pemerintah kedua negara untuk terwujudnya saling pemahaman yang lebih baik antara Indonesia dan Saudi Arabia  di masa kini dan masa  mendatang. 

(8).    Media massa harus terus menyampaikan informasi berdasarkan fakta serta berlaku adil dengan tidak membesar-besarkan permasalahan kecil. Atau, sebaliknya mengecilkan persoalan yang berpotensi menjadi besar, sehingga tidak terjadi adanya miskomunikasi di kalangan publik di kedua negara. 

(9).    Dengan demikian media massa di kedua negara akan berpengaruh besar dalam meningkatkan hubungan antar pemerintah atau Government to Government (G to G), bahkan hubungan “People to People” (P to P), dan “Business to Business” (B to B).


(rls/pp)