Home Siaran Pers PN Jaktim Pastikan Habib Rizieq Shihab Jum\'at Pagi Hadir ke Persidangan

PN Jaktim Pastikan Habib Rizieq Shihab Jum\'at Pagi Hadir ke Persidangan

96
0
SHARE
PN Jaktim Pastikan Habib Rizieq Shihab Jum\

JAKARTA (Parahyanganpost.com) - Habib Rizieq Shihab akan dihadirkan langsung ke PN Jaktim pada hari Jum'at 26 Maret 2021. Alex Adam Faisal menyampaikan sebelumnya sidang Habib Rizieq Shihab Cs digelar secara virtual/online. Habib Rizieq Shihab didakwa tentang Kekarantinaan Kesehatan di masa pandemi COVID-19. 

Namun, untuk esok hari diutarakan Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) link sistem resmi yang biasanya menyiarkan sidang HRS dipastikan Alex segera ditutup. Karena, terdakwa dipastikan akan tatap muka langsung diruang sidang. 

" Sehubungan dengan perkara besok artinya offline sidang lakukan dengan dihadirkan terdakwa. Sehubungan dengan itu saluran link atau YouTube yang biasa kita share kita siarkan akan ditutup," ujar Alex, Kamis (25/3/2021). 

Alex mengatakan perintah hakim terhadap saksi-saksi agar memberikan keterangan untuk tidak berpengaruh dipersidangan. Hal ini berdasarkan Pasal 1 Nomor 59 KUHAP. Menurutnya, tujuan ditutupnya siaran link resmi sidang virtual HRS besok tak lain dikawatirkan dapat merubah fakta-fakta. 

" Jadi kalau kita siarkan kebaca, kelihatan jadi dikhawatirkan disitu-lah kalau disiarkan akan mengubah fakta-fakta," kata Alex. 

Pembatasan pengunjung akan diterapkan oleh PN Jaktim mengingat kondisi saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung. Sesuai Peraturan Gubernur No 3 Tahun 2021 dikatakan Alex Adam Faisal PN Jaktim akan menegakkan protokol kesehatan.

PN Jaktim menghimbau bagi simpatisan eks pimpinan FPI untuk tidak hadir ke area persidangan dan berdampak kerumunan. Saran Alex, jalannya persidangan dapat disaksikan langsung oleh massa pendukung atau simpatisan melalui media massa. 

" Kalau bisa jangan hadir ke persidangan akan menyebabkan penumpukan bisa dilihat melalui media elektronik, cetak dan online," terang PN Jaktim. 

Hadirnya HRS ke meja hijau atas permintaan terdakwa dan kuasa hukum saat sidang pertama dimulai. Kasus ini mencuat di tempat yang berbeda-beda perihal tentang kerumunan yakni di Petamburan, Jakarta Barat dan Megamendung, Bogor Jawa Barat.

(didi/pp)