Home Nusantara Peringati Sumpah Pemuda, Kowani Adakan Zoominar Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

Peringati Sumpah Pemuda, Kowani Adakan Zoominar Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

113
0
SHARE
Peringati Sumpah Pemuda, Kowani Adakan Zoominar Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

JAKARTA (Prahyanganpost.com) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92, Konggres Wanita Indonesia (KOWANI) menyelenggarakan zoominar, Rabu (28/10/2020). 

Kegiatan zoominar tersebut diikuti oleh jejaring, Kowani, dari pusat dan daerah, serta siswa-siswi sekolah dibawah binaan Kowani, kalangan media, dan unsur masyarakat lainnya. 

Adapun narasumber dalam zominar terebut, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayan Kemendikbud RI, Restu Gunawan mewakili Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid sebagai keynote speaker, Dr Bondan Kanumoyoso, M.Hum, Dosen Sejarah Universitas Indonesia (UI) dan musisi, Addie MS. 

Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto,  mengingatkan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 memiliki keterikatan sejarah dengan lahirnya Kowani. 

Dua bulan setelah peristiwa Sumpah Pemuda, jelas Ketua Umum Kowani, para perempuan Indonesia memprakarsai pembentukan Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia yang kemudian disingkat PPPI. 

“Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember 1928 atau dua bulan setelah Sumpah Pemuda tersebut kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi kesatuan pergerakan wanita Indonesia,” kata Giwo Rubianto pada Webinar Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 dan Hari Ibu ke-92 tahun 2020, Rabu (28/10/2020). 

Lebih lanjut Giwo Rubianto, menyampaikan bahwa semangat yang terkandung dalam peristiwa Sumpah Pemuda yakni bertumpah darah satu yakni Indonesia, berbangsa satu yakni bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia juga menjadi semangat dari perjuangan para perempuan yang tergabung dalam PPPI. 

PPPI inilah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Kowani pada 1946 dan ditetapkan sebagai Hari Ibu pada tahun 1959.  Ketua Umum Kowani juga menyampaikan, bahwa, cita-cita para pejuang perempuan tentang Ibu Bangsa yang dicetuskan sejak 1935 atau 10 tahun sebelum Indonesia merdeka tetap relevan sepanjang zaman. 

Konsep Ibu Bangsa yang menjadi cita-cita besar Kowani, memberikan tugas bagi perempuan Indonesia untuk melahirkan generasi milenial yang kreatif, inovatif dan berdaya saing. Dan ini bukanlah hal yang mudah, sehingga perlu upaya bersama untuk menjalankan mandat tersebut. 

Narasumber berikutnya, yaitu, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud RI Restu Gunawan, sebagai keynote speaker dalam acra tersebut yang mewakili Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, menyampaikan rasa haru dan pengahragaanya terhadap Kowani yang secara konsisten memberikan inspirasi kepada perempuan, bagaimana peran ibu-ibu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Kowani sudah bergerak bertahun-tahun, memiliki daya dan kekuatan untuk ikut membangun bangsa dan negara dalam situasi seperti apapun termasuk seperti sekarang ini,” kata Restu. 

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia bukanlah sekedar nama kebudayaan. Indonesia adalah sebuah cita-cita besar yang dibangun secara bersama-sama oleh seluruh rakyat Indonesia. 

Dan cita-cita tersebut harus terus dinyalakan apinya dengan menumbuhkan semangat nasionalisme terutama bagi generasi muda. Dengan mengenal kebudayaan Indonesia, Restu berharap kecintaan generasi muda terhadap tanah air Indonesia semakin kuat. 

Disisi lain, Dr Bondan Kanumoyoso, M.Hum, Dosen Sejarah Universitas Indonesia dalam pemaparanya  menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah prakarsa hebat dari para pemuda zaman sebelum kemerdekaan. 

Semangat para pemuda tersebut tentu harus diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara terus menerus. “Aktualisasi Sumpah Pemuda menjadi penting karena Indonesia memerlukan inisiatif yang besar dalam menghadapi globalisasi. Di mana persaingan ideology dan politik di masa pergerakan nasional kini telah berubah menjadi persaingan inovasi antar bangsa. Tetapi Sumpah Pemuda tetap relevan untuk dijadikan sebagai sumber inspirasi,” tutup Bondan. 

Di sesi akhir kegiatan penyampaian materi oleh, musisi, Addie MS, yang menyampaikan seputar seluk beluk terkait musik dan generasi muda. Sekaligus penampilan karya-karya Addie MS, yang begitu inspiratif dan penuh pesona. 

(rolla/ratman/pp)