Home Edukasi Pentingnya Pendidikan Karakter pada Semua Orang

Pentingnya Pendidikan Karakter pada Semua Orang

Oleh Nurangsih S. Hasan*

996
0
SHARE
Pentingnya Pendidikan Karakter pada Semua Orang

Keterangan Gambar : *Nurangsih S.Hasan

Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Semua Orang

Oleh Nurangsih S. Hasan*

Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan  sehari-hari. anak,remaja dan orang tua harus mendaptakan pendidikan yang baik. karena kemajuan suatu bangsa letaknya ada di pendidikan, dalam hal ini pendidikan yang berkarakter.pendidikan karakter bukan hanya sebatas mempelajari ilmu pengetahuan dan ketrampilan tapi lebih dari pada itu adalah moral/adab yang perlu dipelajari setiap orang karena yang berpengetahuan sekalipun belum tentu memiliki adab yang baik.  

Pengembangan pendidikan karakter merupakan hal yang perlu dipelajari setiap orang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi mempertahankan nilai-nial yang luhur/baik pada setiap orang. ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadikan seorang yang terdidik sangat penting bagi Pendidikan.

Alangkah pentingnya pendidikan. bukan hanya guru saja yang mejadi media untuk mendaptakan pendidikan yang baik bagi seorang siswa. tapi orang tua juga merupakan media yang paling utama yang akan mejadikan anak-anaknya berpengetuhan tinggi dan beradap. Itulah sebabanya pendidikan sangat penting bagi semua orang.

Tapi kalu di perhatiakan Banyak faktor yang mempengaruhi merosotnya pendidkan karakter yang melanda kalangan masarakat, remaja dan pelajar saat ini, faktor-faktor itu antara lain :

•             Kultur Modernisasi,

Dengan masuknya evolusi modernisasi di negara-negara berkembang seperti Indonesia, tentunya hal ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakatnya, salah satunya dampak negative sangat cepat merambah terhadap perkembangan psikologis masarakat dan khusunya pada remaja. Sebenarnya produk-produk industri elektronik ada manfaatnya bagi kehidupan jaman modern seperti sekarang, tetapi disisi lain justru lebih banyak yang merugikan kehidupan masyarakat dewasa ini. Dulu sebelum masuknya barang-barang elektronik,orang tua  bisa mendidik anaknya di rumah, para pendidik (guru) disekolah/madrasah, para ustad/ustadzah di tempat pengajian. Tetapi sekarang kenyataannya justru anak lebih suka nonton TV, Video, atau buka-buka internet, yang kesemua itu tidak lebih banyak madhorotnya (bahayanya) terhadap psikologis anak. Bayangkan, anak seusia 3-5 sudah hapal tokoh-tokoh film Kartun seperti film Mikey mouse, Alpin, dll. Tambah parahnya pengaruh ini dampaknya terhadap para remaja seusia sekolah SD SMP SLTA mereka sudah bisa menonton film film yang dilarang oleh Pemerintah, 

semisal film yang bersifat Pornografer (Blue film), film-film Extrim  berkaitan kriminalitas, film Gank-gank,  dan film-film yang sangat bertentangan dengan moral (Akhlak) dan etika budaya bangsa sebagai warga negara Indonesia yang baik dan beragama. Yang kemudian muncul perkembangan kebebasan Sex (Free sex), Gank-gank Motor, Preman-preman, Kenakalan Remaja, yang perilakunya mirip dengan film-film yang mereka tonton, yang kesemuanya itu memang bukan budaya asli bangsa Indonesia.

 

•             Kultur Pergaulan Bebas,

Jaman dulu di era tahun 60 s.d. 70  sebelum masuknya masa modernisasi, anak-anak sekolah dan kalangan remaja kehidupannya tidak sebebas zaman sekarang ini, saat itu orang-orang terkemuka saja sangat berhati-hati mendidik anaknya, mereka sama sekali tidak mengijinkan anaknya pergi keluar rumah kecuali pergi ke sekolah atau madrasah, paling tidak anak-anak mereka bisa bermain di halaman-halaman rumah mereka bermain lompat tali atau berayun-ayunan, itu kalau siang hari, kalau malamnya sebagai orangtua ,mereka mendidik anak-anaknya untuk bisa membaca Al-qur'an dengan memanggil ustadz atau ustazah untuk datang ke rumah, yah katakanlah pendidikan ekstrakulernya (Lest Privat), atau pada kalangan bawah dan menengah orangtua mereka mengijinkan anaknya keluar rumah pergi mengaji ke mesjid-mesjid atau mushola-mushola. Berbeda dengan perkembangan remaja saat ini, semua kalangan baik dari kalangan bawah sampai kalangan atas,  mereka sangat bebas bergaul, sehingga batasan orang tua untuk melarang mereka itu sangat sulit.belum lagi orang tua yang sibuk dengan  kerja sehingga lupa untuk mendidik anak-anak mereka. Ada alasan-alasan orang tua mengijinkan anaknya keluar rumah, diantaranya anak beralasan bahwa setelah mereka pulang dari sekolah ada kepentingan-kepentingan yang mendadak di sekolah, ada pendidikan ekstrakulerkah, ada tugas bersama dengan teman, ada rapat siswa di sekolah dan macam-macam alasan yang dikemukan mereka kepada orangtua, memang hal tersebut cukup beralasan. Tetapi jika dikaji lebih dalam justru saat kondisi jaman yang penuh dengan segala perubahan, sebagai orang tua harus berhati-hati dan penuh perhatian terhadap putra-putrinya. Kenapa anaknya bisa pulang terlambat  ke rumah sampai sore hari atau malam hari..?"  peran orang tua sangatlah penting.sebagai orang tua harus lebih waspada dan secepat mungkin melakukan investigasi, jangan tanya anaknya ada dimana, karena sudah ketahuan secara merata anak-anak  sekarang suka berbohong sama orang tua.datang dulu ke sekolah dimana anak belajar atau teman-teman dekat, kita sebagai orangtua jangan puas dengan jawaban anak melalui Handphone (HP), kalau anak sering terlambat pulang ke rumah, apakah kita tidak merasa curiga.orang tua juga harus punya pendidikan yang cukup terutama pendidikan tetang agama agar bisa mengajarakan kepada anak-anak bahwa belajar bukan membaca buku tetapi juga Al-Quran, Al-kitab untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari

•             Kultur Minuman Keras dan Narkoba

Sejenis minuman keras, Narkotik dan obat-obatan yang terlarang ini cukup berbahaya terhadap pengaruh perkembangan psikologi anak, bayangkan jika seseorang sudah mengkonsumsi minuman keras atau obat-obat terlarang seperti Ganja, ini sangat mempengaruhi mental seseorang, mereka akan merasa bangga jika sudah kecanduan Miras dan Narkotik, mereka tidak punya rasa malu, bahkan yang lebih hebat nya pengaruh kedua hal yang terlarang  justru mereka memiliki keberanian tetapi digunakan pada hal-hal negatif saja, pantas saja di dalam agama bahwa minuman keras dan obat-obat terlarang seperti ganja, heroin, narkotik dan sejenis psikotoprika lain hukumnya haram baik untuk dikonsumsi maupun untuk diperjualbelikn. Tidak sedikit dari mereka yang sudah kecanduan minuman keras, mereka berani minta uang dengan paksa terhadap orangtua, terhadap temannya bahkan kepada orang tak dikenal sekalipun berani minta duit, istilahnya NGOMPAS dikarenakan untuk membeli minuman keras (MIRAS) dan Narkoba

•             Kultur Kemiskinan

Kemiskinan merupakan salah satu  faktor akibat merosotnya moral bangsa dan negara, kenapa dikatakan demikian..?", Dengan kemiskinan tidak jarang orang nekad melakukan apa saja untuk mendapatkan harta atau uang, bisa kita perhatikan di kota-kota besar banyak pencoleng, penjambret, pencuri, perampok, itu bukan berasal dari orang-orang kaya, justru mereka terdesak oleh keadaan mereka, yang miskin dan tidak punya apa-apa, yang mungkin nasibnya terkatung-katung, kadang pagi harinya bisa makan sore hari tidak makan, disebabkan mereka sulitnya mencari pekerjaan atau pendidikan mereka rendah, sehingga mental mereka terbebani oleh kondisi saat itu. Sehingga ada anggapan mereka tidak perlu dengan pendidikan yang tinggi, makan saja mungkin dirasakan sangat sulitnya, salah satu jalan keluarnya mereka terpaksa melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela seperti yang disebut tadi, padahal hal itu bisa mendorong mereka terperosok kedalam degredasi moral.

Pendidikan sangat penting bagi semua orang siapa saja berhak untuk mendapatakan pendidikan yang layak anak,reja maupun orang tua. dengan pendidikan orang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah,begitu juga dengan sifat atau karakter sesorang baik buruknya sifat dan karakter seseorang tergantung pendidikan yang dia dapatakan dan itu akan mempengaruhi nilai etika dan estetika seseorang. Apalagi di era posmoderen ini berbagai macam faktor yang bisa merubah karakter sesorang sejam bahkan sedetik. dengan pendidikan yang terbatas di tambah kurangnya pendidkan morolatis dalam kehidupan sehari-hari kita akan cepat terjerumus dalam hal-hal yang tidak diiginkan sama sekali.***

*Nurangsih S.Hasan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Prodi Pendidikan Umum dan Karakter. Peserta Pelatihan Penulisan Skenario Film ParahyanganpostTV