Home Edukasi PENDIDIKAN BERBASIS WABAH

PENDIDIKAN BERBASIS WABAH

82
0
SHARE
PENDIDIKAN BERBASIS WABAH

Oleh: J. Faisal 
Pemerhati Pendidikan/Mahasiswa Doktoral Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor
Ketua Umum Yayasan Anugerah Qalam Indonesia (YAQIN)


Terlepas dari prasangka apakah wabah virus Covid19 yang sedang menjadi pandemic dunia saat ini, adalah buatan manusia atau terjadi secara alamiah, yang pasti warga dunia saat ini sudah dan sedang mengalami  kesakitan yang luar biasa akibat terjangkit virus Covid19 tersebut. Penyebarannya dan jangkitannya terjadi secara cepat dan massif. Hingga dalam waktu 6 bulan sejak kemunculannya di China, wabah virus ini telah menjangkiti lebih dari 1 juta manusia, dan sudah merenggut nyawa sebanyak hampir 75 ribu korban. 

Kesakitan yang dialami oleh warga dunia saat ini, bukan saja sakit dalam arti yang sebenarnya, yaitu sakit secara jasmani hingga menyebabkan kematian, tetapi juga sakit dalam arti segala sendi kehidupan. Baik itu sendi kehidupan ekonomi, sosial, peribadahan, pendidikan, dan lainnya. Dan seluruh warga dunia, termasuk Indonesia selalu berharap dan berdoa agar wabah virus Covid19 ini dapat segera berlalu.

Khususnya warga dunia yang beragama Islam, dimana dalam hitungan 17 hari lagi kedepan, umat Islam akan menyambut bulan yang suci, yaitu bulan Ramadhan 1441 Hijriyah. Pada bulan ini, umat muslim di seluruh dunia akan menjalani ibadah wajib puasa, dan ibadah-ibadah fardhu lainnya, dimana mayoritas ibadah-ibadah fardhu tersebut bernilai lebih afdhol jika ditunaikan secara berjama’ah.

Program ‘Diam di Rumah’ dan ‘Bekerja Dari Rumah’ tiba-tiba menjadi program seragam yang dicanangkan oleh seluruh warga dunia secara kompak, sebagai cara untuk memutus matarantai penyebaran virus Covid19 ini. Seluruh pemimpin Negara-negara di dunia saat ini juga sedang melakukan penguncian atau lockdown terhadap wilayah mereka masing-masing dengan kewaspadaan tingkat super, guna melindungi wilayah Negara mereka masing-masing dari masuknya wabah yang dibawa oleh warga Negara asing lainnya. Akibatnya terjadi kemandekan ekonomi dunia, karena berkurangnya transaksi dagang di antara seluruh Negara dunia saat ini. Diperlukan kesabaran ekstra untuk menghadapi wabah ini.

Dari beberapa uraian di atas, penulis akan mencoba untuk mengambil beberapa hikmah pelajaran dari kejadian penyebaran wabah ini, guna dijadikan sebagai pendidikan yang sangat berharga dan bernilai bagi kehidupan ini saat sekarang dan selanjutnya. Beberapa hikmah pelajaran atau pendidikan tersebut, antara lain tentang pendidikan kesabaran, pendidikan bermuhasabah, dan pendidikan tentang pentingnya persatuan manusia sebagai warga dunia.

Pendidikan Kesabaran

Ini adalah bentuk pelajaran atau pendidikan yang paling mendasar yang dapat kita petik hikmahnya, dan wajib kita lakukan di tengah wabah yang sedang melanda ini.  Seperti yang telah penulis uraikan di atas, bahwa terlepas dari buatan manusia atau memang terjadi secara ilmiah, yang pasti Allah SWT  telah menurunkan virus ini di tengah-tengah manusia. Entah ini merupakan teguran atau azzab-Nya, yang pasti kita harus terus memohon kepada Allah SWT untuk bersabar menerimanya, dan terus memohon ampunan kepada Allah SWT, agar Allah SWT cepat memusnahkan wabah virus ini dari dunia ini.

Mengapa kita harus bersabar? Karena Allah SWT selalu menjanjikan ‘buah’ yang sangat manis dari kesabaran kita sebagai hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 155-156: 

???????????????????? ???????? ????? ?????????? ??? ????????? ???????? ????? ????? ????? ?? ??? ???? ?????? ??? ?????????????????????? ???????????????

Artinya: 
“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ketkurangan harta jiwa, serta buah-buahan. Kemudian sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”


?????????? ?????? ????? ???????? ????????????????? ?????? ?????? ??????? ???? ?????? ???????? ????????????

Artinya: 
“Yaitu orang-orang apabila tertimpa musibah ia berkata. “Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’un” (sesungguhnya kita milik Allah dan kepada Allah kita kembali).”

Di dalam surah An-Nahl ayat 96, Allah SWT juga berfirman;

??? ?????????? ???????? ????? ?????? ??????? ??? ????????????????????? ?????????? ?????????? ?????????? ???? ?????? ??? ??? ????? ????????????

Artinya:
“Apa yang ada disisimu akan lenyap, sementara apa yang ada di sisi Allah akan tetap kekal. Sesungguhnya kita akan memberikan balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”


Bersabar dalam Islam bukanlah berarti tidak melakukan apa-apa, atau hanya diam dan berserah diri seperti itu saja. Islam mengajarkan bahwa di dalam keadaan yang sangat mendesak dan berbahaya seperti ini, kesabaran diartikan sebagai sebuah rasa tawakkal terhadap apa yang sudah menjadi kehendak Allah SWT (Qadarullah), tetapi tetap melakukan berbagai usaha yang telah dicontohkan oleh Allah SWT maupun yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, dalam upaya menanggulangi kesulitan-kesulitan kita.

Sholat adalah salahsatu cara yang harus tetap dilakukan oleh umat Islam dalam konteks bersabar, sebagai upaya melepaskan diri dari segala macam kesulitan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah AL Baqarah ayat 153:

???????? ????????? ??????? ???????????? ??????????? ???????????? ? ????? ??????? ???? ????????????

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”


Kemudian, tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan bahaya atau kondisi mendesak juga merupakan sebuah upaya melepaskan diri dari segala kesulitan, seperti kesulitan dan kesakitan akibat wabah Covid19 ini, di dalam konteks kesabaran dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Seperti yang telah Allah SWT firmankan dalam surat Al-Imran ayat 200:

???????????? ?????????? ???????? ?????????? ????? ??????? ????? ????????????? ??????? ??????? ??????????? ????????????

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu kemudian tetaplah bersiap-siaga dalam bertaqwa kepada Allah SWT, agar kamu beruntung.”


Mengunci diri dari segala macam wabah dan penyakit juga merupakan sebuah usaha dalam menghindari diri agar tidak terjangkit, tentu saja masih dalam konteks kesabaran dan ketawakallan kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dalam haditsnya:

????? ?????????? ????????????? ???????? ????? ????????????? ??????? ?????? ???????? ?????????? ????? ????? ?????????? ???????

Artinya:
Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).


Rasulullah juga mengajarkan bahwa ketika terjadi wabah maka orang yang sakit dan sehat harus dipisahkan. Ini untuk menekan terjadinya penyebaran wabah lebih meluas.

Demikianlah hikmah pendidikan tentang kesabaran dan ketawakallan yang dapat kita petik di tengah keadaan penyebaran wabah pandemic Covid19 di dunia saat ini, juga usaha-usaha yang wajib kita lakukan di dalam upaya perlindungan diri kita, di dalam konteks kesabaran dan ketawakallan  kepada Allah SWT.

Pendidikan Tentang Muhasabah

Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan dan dosa. Karena manusia yang baik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan kesalahn dan dosa. Manusia yang baik adalah manusia yang menyadari kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya, dan berjanji tidak akan pernah untuk mengulangi kesalahan dan dosa yang sama, juga kesalah dan dosa lainnya. Itulah arti dari konsep muhasabah atau perhitungan terhadap diri sendiri.  

Wabah pandemic Covid19 yang sedang terjadi ini, tentu bukanlah hal yang diinginkan oleh umat manusia sebagai warga dunia. Tetapi hal ini terjadi karena kesalahan dan dosa-dosa yang telah dilakukan oleh umat manusia itu sendiri. Terutama kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukan oleh umat manusia terhadap alam dan lingkungan, sehingga terjadi ketidakseimbangan ekosistem kehidupan. Bisa jadi timbulnya wabah ini juga karena kerakusan manusia terhadap penguasaan ekonomi, sehingga menciptakan virus Covid19 ini sebagai senjata biologis pemusnah massal, yang ujung-ujungnya digunakan untuk menyerang perekonomian Negara-negara lainnya.

Dan ketika hal itu sedang terjadi, banyak manusia lainnya yang membiarkan itu semua terjadi. Inilah yang mengundang murka Allah SWT, yaitu ketika sebagian manusia berbuat kerusakan di muka bumi, tetapi sebagian besar lainnya hanya mendiamkannya saja, tidak mengingatkan, apalagi berusaha untuk mencegahnya. Apalagi yang melakukan kerusakan-kerusakan itu adalah mereka segelintir manusia yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an surah Al- A’raf ayat 182:

??????????? ????????? ??????????? ?????????????????? ???? ?????? ??? ???????????

Artinya:
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-A’raf: 182)


Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan umat manusia dengan hal ini. Rasulullah SAW pernah bersabda:

????? ??????? ???????? ??? ????????? ??????????? ???????? ??????????? ?????? ??????? ??????????? ?????? ?????????????? ?????? ?????????? ????? ???? ???????????? ????? ?????????????? ??????? ???????? ?????? ??????? ??????? ???????? ??????????? ?????????????

Artinya:
“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak mengadzab manusia secara umum hanya karena perbuatan dosa segelintir orang, sehingga mereka melihat kemungkaran dan mereka pun mampu untuk mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka telah melakukan hal itu, maka Allah akan menyiksa segelintir orang itu dan juga manusia secara menyeluruh.” (HR. Ahmad).


Jadi, dengan demikian jelaslah bahwa dampak akibat dari tidak adanya amar ma’ruf nahi munkar, dapat merugikan banyak orang. Disinilah kita sebagai umat manusia warga dunia, khususnya sebagai umat Islam, untuk bermuhasabah terhadap musibah wabah Covid19 yang sedang terjadi saat ini. Sikap masabodo kita untuk tidak saling mengingatkan atau menegur ternyata akan mengundang azab Allah SWT, dan hal ini jangan sampai terulang kembali di waktu yang akan datang.

Sedangkan untuk konsep muhasabah itu sendiri, Imam Al Ghazali dalam kita Ihya Ulumiddinnya pernah berkata: 
“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia semestinya meninggalkan catatan wasiat pada setiap harinya, maka kewajiban juga melalukan pengiraan terhadap perilaku mereka, tidak ada bedanya dengan pedagang yang mengira untung-rugi pada tiap tahun,bulan bahkan setiap hari.” 

Dengan demikian, sangatlah baik jika waktu yang ada di dalam kondisi pandemik wabah ini, kita bermuhasabah, mengoreksi segala kesalahan diri kita, baik sebagai mahluk pribadi, maupun makhluk sosial, agar kita menyadari segala kesalahan-kesalahan kita sehingga Allah SWT menurunkan wabah, dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi di waktu yang akan datang, dengan berharap Allah SWT cepat mengangkat wabah ini dan kehidupan umat manusia seluruh dunia dapat menjadi normal kembali. 

Pendidikan Tentang Persatuan Warga Dunia dan Umat Islam 

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan kenyataan keadaan dunia yang sedang berhadapan dengan wabah Covid19, seluruh warga dunia dapat bersatupadu mengupayakan penghentian penyebarannya. 

Begitupun dengan umat Islam di Indonesia, maupun di seluruh dunia. Muslimin dunia bersatupadu untuk menghentikan peenyebaran virus Covid19 ini dengan cara mematuhi para ulama-ulama dunia, mufti-mufti, serta mematuhi pemimpin-pemimpin Negara mereka masing-masing. Fatwa-fatwa para ulama pemimpin (umaro) dalam menjalankan prosedur penghentian penyebaran wabah virus ini sudah dipatuhi dengan baik, baik dalam bidang ibadah, pergaulan social, menjaga kebersihan fisik pribadi dan lingkungan sekitar, saling membantu dalam bidang ekonomi, dan juga bidang-bidang lainnya. 

Persatuan dan kekompakan seperti inilah yang seharusnya terus dibina di kalangan muslimin seluruh dunia. Selama yang disembah sebagai Tuhan adalah Allah SWT, dan Rasulullah SAW sebagai Nabiullah, maka sejatinya Islam akan menjadi sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan, meskipun berbeda mazhab dan aliran fiqihnya. Inilah sumber kekuatan yang sangat besar bagi muslimin dalam menghadapi musuh-musuh Islam dan menegakkan agama Allah SWT ini. 

Di dalam Al-Quran, Allah SWT banyak menerangkan hakekat mengenai Persatuan, serta anjuran untuk menjaganya dan menghidari perpecahan. Di dalam surah Ali Imran ayat 19, Allah SWT berfirman: 

????? ???????? ????? ??????? ???????????? ? ????? ????????? ????????? ??????? ?????????? ?????? ??? ?????? ??? ????????? ????????? ??????? ?????????? ? ????? ???????? ???????? ??????? ??????? ??????? ??????? ??????????

Artinya: 
Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” 


Masih di dalam surah Ali Imran ayat 103, Allah SWT juga berfirman: 

????????????? ???????? ??????? ???????? ????? ??????????? ? ??????????? ???????? ??????? ?????????? ???? ??????? ????????? ????????? ?????? ??????????? ????????????? ???????????? ?????????? ????????? ?????? ????? ???????? ????? ???????? ???????????? ???????? ? ????????? ????????? ??????? ?????? ???????? ??????????? ???????????.

Artinya: 
Dan berpegang teguhlah kalian pada tali (agama) Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” 


Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada kita umatnya mengenai pentingnya arti persatuan umat Islam. Dalam haditsnya, Rasulullah SAW bersabda: 

???? ????? ?????????? ???? ?????????? ? ????????: ???? ?????? ???? ?????????? ????????? ????????????? ??????? ???????????? ???????????

Artinya: Dari Abu Hurairah , dari Nabi bersabda: “Barang siapa yang keluar dari ketaatan dan meninggalkan jama’ah (jama’atul muslimin) lalu meninggal dunia dalam kondisi seperti itu maka dia meninggal dalam kondisi Jahiliyyah.” 

Di dalam haditsnya yang lain, Rasulullah SAW bersabda: 

???? ??????? ???? ?????????? ? ?????: ??????????????? ??????????? ??????????? ????????? ????????????? ??????????? ????????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ????? ???? ?????????

Artinya: Dari Ali , dari Nabi bersabda, “Darah kaum muslimin itu setara, orang yang paling dekat menjaga kehormatannya dan yang paling jauh melindungi keamanannya. Mereka adalah satu kekuatan dalam menghadapi orang lain.”( H.R. Abu Dawud dan Nasa’i dari Ali bin Abi Thalib). 

Demikianlah tiga hikmah pendidikan yang bisa kita ambil pelajarannya dari kejadian yang sedaang berlangsung saat ini, sebagai bentuk pemikiran positif di tengah wabah pandemik virus Covid19. Semoga penulisan sederhana ini dapat diambil manfaatnya, dan semoga Allah SWT segera menghilangkan semua wabah penyakit virus Covid19, sehingga seluruh warga dunia, khususnya umat Islam dapat menjalani kembali kehidupan ini secara normal, dan dalam keadaan sehat, serta penuh keberkahan dari Allah SWT. Dan kita bisa menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H dengan sukacita, dan dapat berpuasa dalam keadaan sehat wal’afiat, serta menyambut hari raya Idul fitri dalam keadaan suci kembali dan bahagia. Aamiin ya Allah, ya Robbal’alamiin

Wallahu’alambissowab. 

*Jakarta, 8 April 2020 
*Penulis juga adalah pendiri lembaga Bimbingan Belajar ‘Al Qalam’, Cijantung, Jakarta, dan pendiri lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Adab ‘TA’DIBUNA’ Cijantung, Jakarta.