Home Edukasi Pemprov Babel Selenggarakan Pelatihan Pendamping PPH

Pemprov Babel Selenggarakan Pelatihan Pendamping PPH

Libatkan BPJPH, Bank Indonesia dan Halal Center - Institut Agama Islam Tazkia

103
0
SHARE
Pemprov Babel Selenggarakan Pelatihan Pendamping PPH

Keterangan Gambar : Suasana pelatihan via zoom

Pemprov Babel Selenggarakan Pelatihan Pendamping PPH

Libatkan BPJPH, Bank Indonesia dan Halal Center - Institut Agama Islam Tazkia.

Pangkal Pinang parahyangan-post.com- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  menyelenggarakan  pelatihan pendamping PPH bersama BPJPH, Bank Indonesia dan Halal Center - Institut Agama Islam Tazkia, pada tanggal  24 s/d 26 Juni 2022.

Pelatihan  via online tersebut berlangsung  sukses dan penuh antusias. Ditambah tugas praktek yang diharapkan dapat memberikan gambaran praktek lapangan langsung kepada para calon pendamping PPH tersebut. 

Kegiatan yang meriah itu dibuka melalui penyampaian sambutan dari Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin. Ditambah sambutan resmi dari Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia, A. Umar, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Yulizar Adnan, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Budi Widihartanto.

Dalam pelatihan tersebut, Umar menyampaikan bahwa pelatihan ini harus dilaksanakan secara serius dan berfokus pada output. Sehingga para pendamping PPH siap terjun mendampingi para UMK untuk mengurus sertifikasi halal melalui skema self declare. Selain itu, menurut Umar, profesi sebagai pendamping PPH merupakan sesuatu yang mulia. Karena para pendamping PPH ini selain bertanggungjawab kepada UMK, juga secara langsung bertanggungjawab dunia akhirat.

Pelatihan yang diisi para trainer Halal Center - Institut Agama Islam Tazkia, Muhammad Yusuf Ibrahim dan Indra tersebut diikuti secara serius oleh para peserta. Bahkan para peserta mengerjakan tugas praktek dengan penuh antusias. Mereka mengatakan bahwa meluangkan waktu semalaman setelah pelatihan untuk belajar ulang bersama. Sebagaimana yang disampaikan oleh Saepudin Suherman, salah satu peserta pelatihan pendamping PPH tersebut, "kami mengerjakan tugas praktek (tentang bahan dan PPH) sampai malam", ucap Saepudin kepada Muhammad Yusuf Ibrahim, salah satu trainer.

Pernyataan tersebut diteruskan oleh peserra lain yang jumlahnya kurang lebih tujuh puluh orang. Bahkan setelah menerima materi pelatihan, para peserta menyatakan bahwa menyusun SJPH sangat mudah. Padahal di hari kedua pelatihan banyak diantara mereka menyatakan kesulitan. Namun setelah hari ketiga, para peserta memahami bahkan dapat mengerjakan penyusunan SJPH dengan lancar.

Antusiasme para peserta pun dapat dilihat dengan cara belajar mereka yang interaktif. Dimana kelas tersebut berlangsung dengan penuh diskusi aktif, pertanyaan tentang praktek lapangan hingga diskusi mengenai permasalahan di lapangan dan solusi-solusi untuk menghadapinya. Antusiasme tersebut menjadi tanda kesiapan mental para calon pendamping PPH tersebut untuk terjun ke lapangan.

Pada pelatihan tersebut, peserta diberikan bekal ilmu mulai dari bahasan tentang regulasi, syariat, praktek pendampingan serta verifikasi dan validasi pengajuan oleh UMK hingga bisa masuk ke sidang fatwa MUI dan terbit sertifikat halal self declare nya. Namun menurut Yusuf, salah satu trainer pendamping PPH asal Halal Center - Institut Agama Islam Tazkia pada acara tersebut pelatihan ini baru gerbang awal dari perjuangan para peserta yang sejak 26 Juni 2022 ini menjadi calon pendamping PPH untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

 

"Ini baru awal bapak ibu sekalian, selamat berjuang dan menikmati segala prosesnya. Pasti banyak cerita menarik nanti, nanti kalau mau curhat... kabari saja saya atau pak Muslim", ucap Yusuf sebagai motivasi dan sekaligus kalimat penutup pada pelatihan tersebut.

Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi pertama yang mengadakan pelatihan pendamping PPH pertama dibawah komando langsung pemerintah provinsinya diharapkan menjadi contoh dan diikuti oleh pemerintah provinsi di daerah lain seperti yang disampaikan oleh A. Umar, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH. Kegiatan ini sangat disambut dan dihargai oleh BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai volunteer yang diharapkan akan menjadi percontohan bagi pemerintah provinsi lainnya. Dengan ini, maka provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memiliki setidaknya 70 pendamping PPH resmi yang bergerak untuk mencapai visi Indonesia sebagai pusat halal dunia.*** (pp/yusuf)