Home Edukasi Pegabdian Masyarakat Tim Dosen Fakultas Teknik Uhamka

Pegabdian Masyarakat Tim Dosen Fakultas Teknik Uhamka

Beri Pelatihan Katar AKSAMALA dan Remaja Musholla Al-Mabrur Membuat Ganci

92
0
SHARE
Pegabdian Masyarakat Tim Dosen Fakultas Teknik Uhamka

Keterangan Gambar : Tim Dosen Fakultas Teknik Uhamka foto bersama Katar AKSMALA dan Remaja Mushollah Al- Mabrur, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (foto tim Dosen)

Pegabdian Masyarakat Tim Dosen Fakultas Teknik Uhamka

Beri Pelatihan  Katar AKSAMALA  dan Remaja  Musholla Al-Mabrur Membuat Ganci

Jakarta, parahyangan-post.com- Tim dosen Fakultas Teknik, Universitas Muhammdiyah Prof Dr. Hamka (UHAMKA) melakukan tugas pengabdian masyarakat tahun 2020, di desa Bahagia Kecamatan Babelan,  Kabupaten  Bekasi Jawa Barat.

Tim terdiri dari 3 orang, diketuai Atiqah Meutia Hilda, M.Kom   dan Estu Sinduningrum, MT.,  Rosalina, S.T sebagai anggota.

Sasaran yang dituju adalah generasi muda yang terhimpun dalam Karang Taruna (Katar) AKSAMALA dan Remaja Musholah Al-Mabrur, di desa tersebut.

Menurut ketua tim, AKSAMALA  berarti suci. Dengan nama tersebut karang taruna dan remaja Al Mabrur  berharap bisa  menjalankan tugasnya sebagai pemuda di lingkungannya dengan niat dan hati yang bersih.

Lebih jauh ketua tim mengatakan, landasan utama  yang mendasari pihaknya melakukan pengabdian masyarakat di lokasi tersebut adalah, setiap orang pasti mempunyai impian untuk mengenyam pendidikan ke jenjang setinggi-tingginya. Mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Bahkan orang yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja selalu berharap agar salah seorang dari keluarganya dapat mengenyam bangku pendidikan sampai ke jenjang doctor. 

Namun pada kenyataannya, impian tidaklah selalu sama dengan kenyataan. Sakarang ini ijazah tak lagi menjamin pekerjaan seseorang. Jangankan ijazah SMA, bahkan orang yang berijazah Perguruan Tinggi pun tak selalu beruntung mendapatkan pekerjaan.

Apalagi saat ini, angka pengangguran di Indonesia bagaikan bom waktu yang siap meledak kapan saja.  Data Biro Pusat Statistik (BPS) bulan Februari  2020 memperlihatkan jumlah pengangguran mencapai  6,88 juta oran orang. Meningkat  60 ribu orang dari tahun sebelumnya (2019).

Data pengangguran ini belum mencakup dampak pandemi Covid-19. Sebab kasus terkonfirmasi positif pertama Covid-19 baru mencuat pada 2 Maret 2020.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja pada 2020 juga bertambah menjadi 137,91 juta. Sebanyak 131,03 juta orang di antaranya bekerja. Lapangan pekerjaan yang menurun berasal dari sektor pertanian, perdagangan, dan jasa lainnya.

Salah satu faktor tingginya angka pengangguran karena laju pertumbuhan penduduk yang tinggi sementara ketersediaan lapangan kerja sangat minim.

Melihat kenyataan tersebut, tim Dosen Fakultas Teknik Uhamka merasa terpanggil untuk memberikan pelatihan kepada generasi muda agar memiliki skill dan keahlian tertentu sehingga dapat  membuka lapangan kerja sendiri, dan mandiri. Dengan demikian angka pengangguran pun bisa dikurangi.

Ganci

Dijelaskan ketua tim, AKSAMALA  berdiri tahun 2017. Saat ini anggotanya  berjumlah 20 orang. Terdiri dari pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, pekerja dan yang masih menganggur. Mereka bergabung bersama dalam segala kegiatan kemasyarakatan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab. Dan menjadi wadah pengembangan generasi muda untuk meningkatkan cipta, rasa, karsa dan karya.

Melihat kondisi AKSAMALA & Remaja Musholah Al-Mabrur  yang masih memiliki keterbatasan dalam mengkoordinasikan keahlian dan penguasaaan terhadap teknologi, tim Dosen dari Fakultas Teknik Uhamka merasa terpanggil untuk memberikan pelatihan kepada generasi muda agar memiliki skill dan keahlian tertentu sehingga dapat angka pengangguran bisa dikurangi.

Salah satu ide kreatif yang dibimbing  adalah dalam bidang desain dan pembuatan PIN Gantungan Kunci (GANCI).

“Pengabdian terhadap masyarakat ini berupa pelatihan menciptakan kreatifitas kaula muda melalui pelatihan desain dan pembuatan PIN Gantungan Kunci (GANCI), dimana nantinya bisa menjadi peluang usaha yang sangat menghasilkan karena bisa dijadikan sebagai souvenir mulai dari dari souvenir pernikahan, kegiatan khusus, oleh-oleh, dan lain-lain. Gantungan kunci terlihat lebih unik dengan berbagai macam desain dan bentuknya,” tutur ketua Tim Dosen Uhamka tersebut.*** (pp/tim dosen UHAMKA)