Home Edukasi MI Hidayatul Mutaalimin Mampu Membangun Gedung dengan Infaq Jumat Murid

MI Hidayatul Mutaalimin Mampu Membangun Gedung dengan Infaq Jumat Murid

Semangat belajar tinggi

287
0
SHARE
MI Hidayatul Mutaalimin Mampu Membangun Gedung dengan Infaq Jumat Murid

Keterangan Gambar : Penambahan ruanga belajar MI Hidayatul Mutaalimin dengan infaq Jumat murid (foto aboe)

MI Hidayatul Mutaalimin Mampu Membangun Gedung dengan Infaq Jumat Murid

Bekasi parahyangan-posy.com-Luar biasa uletnya pengelola Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatul Mutaalimin ini. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Jl.Raya Pabuaran, Jatiranggon, Jatisampurna, Kota  Bekasi ini mampu membangun dan menambah ruang belajar dengan infaq Jumat dari murid. Padahal  nominalnya hanya sekitar Rp. 2000/anak. Sedangkan kalau ditotal, renovasi tersebut bisa menghabiskan dana sekitar Rp.1,5 milyar.

“Memang tidak semuanya berasal dari infaq Jumat murid yang Rp. 2000 itu. Tetapi kalau dikumpulkan semua, jumlah donasi dari mereka cukup besar juga,” tutur Komite Sekolah Humaidi, didampingi guru ekskul Abdul, kepada parahyangan-post.com, di komplek Sekolahan belum lama ini.

Diceritakan Humaidi, penambahan ruang belajar sangat dibutuhkan. Mengingat  animo masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anaknya di MI Hidayatul Muta’alimin cukup tinggi.  Selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sementara daya tampung kurang.

“Untuk tahun ajaran mendatang saja kita kita sudah penuh, padahal kita sudah menambah jumlah daya tampung menjadi menjadi 90 anak,” tambahnya.

Menurut Humaidi, penambahan ruang kelas hanya bisa dilakukan dengan cara menambah ke atas (bertingkat). Karena mereka kakurangan lahan. Yang sudah selesai dibangun dua ruangan kelas. Menghabiskan biaya sekitar Rp.450 juta. Sementara 3 ruang kelas lain diperkirakan akan menelan biaya sekitar 1 milyar rupiah. 

“Kita berharap orang tua murid, masyarakat sekitar dan donatur yang peduli pendidikan ikut membantu, sehingga anak-anak nyaman belajar,” harapnya.

Hebatnya, meski termasuk madrasah yang murah, dengan uang SPP cuma Rp. 90 ribu, MI Hidayatul Muta’alimin memiliki prestasi membanggakan. Salah satunya juara 2  Lomba Matematika dan Sains tingkat Jawa Barat, atas nama Fawaz Fadullah.

MI  Hidayatul Muta’alimin juga mempunyai beberapa ekskul. Diantaranya Drum Band, Silat, Hadroh, Futsal dan karate.

“Murid kelas 4-6 diwajibkan mengikuti salah satu ekskul tersebut,” terang Humaidi.

Sedangkan bagi anak yatim dan tidak mampu, MI Hidayatul Muta’alimin membebaskan seluruh biaya pendidikan

MI Hidayatul Muta’alimin berada di bawah Yayasan Diponegoro. Di komplek tersebut juga ada SMP-nya. Mengenai nama, Humaidi menjelaskan bahwa  nama tersebut tidak ada kaitannya dengan Universitas Diponegoro, Semarang. 

“Dulu para pendiri terinspirasi dengan perjuangan pahlawan nasional Diponegoro, maka sesepuh kita itu memberi nama Yayasan Diponegoro,” tutupnya.*** (aboe)