Home Disaster Mewujudkan Kota Bebas Sampah di Masa Mendatang

Mewujudkan Kota Bebas Sampah di Masa Mendatang

Zero Waste Resto (ZWR) ;

115
0
SHARE
Mewujudkan Kota Bebas Sampah di Masa Mendatang

Keterangan Gambar : Diskusi Bertajuk Konsep Zero Waste Resto (ZWR) di Kota Depok, Jumat (09/09/2016). Acara ini diinisiasi oleh Perkumpulan CREATA (foto : ratman/pp)

DEPOK,(Parahyangan-Post.com) - Pemilik usaha  hotel, restoran, dan kafe di kota Depok didorong untuk menerapkan konsep 'zero waste' dalam mengelola  unit bisnis mereka.

Sejak awal tahun, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok sebenarnya sudah mulai melakukan sosialisasi pemilahan sampah di sejumlah restoran dan kafe di Jalan Margonda. Ini merupakan salah satu upaya untuk menerapkan konsep Zero Waste Resto (ZWR) demi mewujudkan kota bebas sampah dimasa mendatang.

Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM Perkumpulan CREATA (Center for Reasearch on Environment, Appropriate Technology, and Advocay) Rakhmawati mengatakan pihaknya menindaklanjuti upaya tersebut dengan melakukan riset pengelolaa sampah di 13 restoran dan 1 hotel di Kota Depok.  Hasilnya, sejumlahrestoran sudah mulai melakukan pemilahan sampah dengan baik. Namun, tidak sedikit yang belum memahami konsep dan tata cara 'Zero Waste Resto' tersebut.

"Jika dibandingkan dengan jumlah restoran yang ada di Kota Depok maka angka rumah makan yang menerapkan pemilahan sampah masih sangat sedikit. Diperlukan upaya yang lebih keras untuk meyakinkan seluruh restoran dan elemen masyarakat di Depok untuk menerapkan ZWR,"ujarnya dalam diskusi Zero Waste Event yang digelar diKafe Sushi Miyabi, Jumat (09/09/2016).

Rakhma menjelaskan konsep dasar ZWR sebenarnya terdiri dari empat aspek utama. Pertama, bahan makanan harus besaral dari sumber yang  memenuhi standar lingkungan. Kedua, pemilik tempat makan juga harus memperhatikan aspek kandungan gizi dari makanan yang disajikan. Ketiga, melakukan pemilahan dan pengolahan pengelolaan sampah dan sisa aktivitas masak seperti minyak jelantah.

'Pengelollan sampah bisa dimulai dengan melakukan pemilahan antara sampah organik dan non organik. Sampah non organik bisa didaur ulang, sedangkan untuk sampah organik bisa diolah menjadi pupuk atau bioga," tambahnya.

Keempat, mengumpulkan sisa makanan yang seharusnya masih bisa dikonsumsi dan memanfaatkannya untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

"Bersahabatlah dengan sampah karena sampah bukan musuh kita, sampah akan menjadi masalah kalau tidak kita pilah,"ujar Pak Kusumo, Kepaa Bidang Pelayanan Kebershan DKP Kota Depok.

Endah Sulistyowati, Pelaksana Sub Bidang Pengawasan Air dan Udara Badan Lingkungan Hidup Kota Depok, menuturkan setap usaha atau kegiatan wajib memiliki Izin Lingkungan sebagai prasyarat perizinan lainya dan Isin PPLH (Perlindungan dan Pengelolaan LH). Izin PPLH ini antara Izin Pembuangan Air Limbah ke Sumber Air.

"Walikota dalam hal ini wewenangnya dilimpahkan kepada BLH, wajib melakukan pengawasan ketaatan pengusaha terhadap izin lingkungan dan izin PPLH,"katanya.

Dari sisi hukum, Pemerintah Kota Depok  sebenarnya sudah memiliki  payung hukum melalui Perda No.05 Tahun 2014 tentang  Pengelolaan Sampah. Hal inlah yang dijadikan landasan impelementasi ZWR.

Sementara itu, Kasie POM Dinas Kesehatan Kota Depok, Mutmainah Indrianti menjelaskan terkait dengan aspek gizi, pihaknya selalu mengadakan pembinaan dan pengawasan terhadap keamanan pangan yang diproduksi, termasuk di restoran dna kafe. "Dari beberapa sampel yang kami ambil masih ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti fomalin dan borax. Oleh karena itu masyarakat diharapkan lebih cerdas dalam memilih pangan yang aman,"katanya.

Berikut ini daftar Restotan dna Hotel yang sudah di survey oleh Perkumpulan Creata:
1. Surabi Bandung
2.  Roti Bakar Eddy
3. Sushi Miyabi
4. Mang Kabayan
5. Ayam Bakar Christina
6. KFC Margonda
7. RM Simpang Raya
8. Pizza hut Puri Khayangan
9. Bakso Keraton
10. Hotel Bumi Wiyata
11. Harvest

Sekilas TentangPerkumpulan Creata :
Perkumpulan Creata (Center for Reasearch on Environment, Appropriate Technology, and Advocacy) merupakan lembaga nirlaba yang fokus melakukan riset dan advokasi di bidang lingkungan. Salah satu program unggulannya adalah mengkampanyekan "Zero Waste Resto' terutama di restoran dan kafe di Kota Depok.

(ratman/pp)