Home Edukasi MENULIS UNTUK KEBAIKAN

MENULIS UNTUK KEBAIKAN

Gerakan Literasi Menulis Cilik

419
0
SHARE
MENULIS UNTUK KEBAIKAN

Keterangan Gambar : Diana saat mengajak anak-anak menulis (foto diana)

 

"Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak Ulama Besar, maka Menulislah"

 

  

Jakarta, parahyangan-post.com – Sabtu 14 Desember 2019, pukul 16.00 WIB,  Mesjid Biru At Thahirin, menggelar acara mengajak para hafidznya untuk menulis. Dengan menghadirkan nara sumber Diana Bakti, penulis buku "Catatan Aisyah" dan penulis cilik dari Blessing Kids-MI Ar Rasyid 1 Cijeruk, kabupaten Bogor yang diwakili oleh Maritza Suantara (buku KICAU MURAI) dalam tema "Menulis untuk menebar kebaikan".

 

Sore yang disirami hujan deras itu tak menghalangi langkah hafidz dan hafidzah yang terdiri dari anak-anak usia SD sampai SMP itu untuk hadir.

Dalam kesempatan ini, Maritza, penulis cilik yang baru berusia 8 tahun itu menceritakan sedikit pengalamannya menjadi penulis yang tentu tak mudah. Kesulitan mencari ide, kesulitan menentukan judul bahkan kadang harus mentok di tengah jalan karena kehabisan ide. Itu tak membuatnya menyerah meski berkali-kali tulisannya ditolak. Namun hal menyenangkan yang ia dapat setelah buku yang ia dan teman-teman Blessing Kids-nya tulis itu terbit, adalah menjadi penulis membuat ia berkesempatan untuk berbagi terutama bagi orang sangat membutuhkan.

 

Diana menambahkan bahwa niat utama mengajak anak-anak muda menulis adalah untuk mengajak mereka berkarya dan berderma bagi kemanusiaan. Maka dari itu, ia sebagai coach menulis anak-anak Blessing Kids itu, bekerjasama dengan ACT untuk menyalurkan derma para penulis cilik itu dari hasil penjualan buku mereka.

 

Diana mengajak anak-anak untuk belajar menulis supaya bisa menulis hal-hal baik yang bermanfaat.

"Menulislah tentang kebaikan agar kebaikan itu terus hidup meski kita tak hidup lagi,"ucapnya.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib :

"Semua penulis akan meninggal, hanya karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa. Maka tulislah yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti.”

"Menulis hal bermanfaat akan menjadikan hidup kita bermanfaat. Bukakankah menjadi bermanfaat itu adalah alasan keberadaan kita di dunia?"lanjut Diana.

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

 

Apalagi di era gadget ini, sebenarnya menulis malah menjadi kebiasaan di masyarakat. Buktinya, banyak yang punya waktu menuliskan status di media sosial. Kalau kita bisa menulis, tuliskanlah hal baik yang membawa kebaikan untuk kita dan pembaca tulisan kita. Itulah penutup dari obrolan Diana pada para hafidz dan hafudzah yang hadir di sore itu.

Acara itu ditutup oleh Habib Ahmad Almunawar, imam besar Mesjid Biru At Thahirin dengan mengajak para hafidz/hafidzah untuk menuliskan hikmah yang tekandung dari surat demi surat yang telah mereka hafal. Menjadikannya sebagai tulisan ilmiah yang enak dan ringan dibaca oleh siapapun yang membacanya.*** (dn/pp)