Home Seni Budaya Menjaga Nilai-Nilai Budaya Indonesia dari Serangan Globalisasi

Menjaga Nilai-Nilai Budaya Indonesia dari Serangan Globalisasi

Dengan Terus Berinovasi

263
0
SHARE
Menjaga Nilai-Nilai Budaya Indonesia dari Serangan Globalisasi

Menjaga Nilai-Nilai Budaya Indonesia dari Serangan Globalisasi

Dengan Terus Berinovasi

Jakarta, parahyangan-post.com- Kebudayaan adalah entitas suatu bangsa, dimana kebudayaan menjadi hal yang dominan dalam pengembangan jati diri bangsa kita. Oleh karenanya, budaya harus terus dilestarikan dengan cara menjaga dan merawatnya dengan baik, sehingga kita dapat menghindari degradasi kebudayaan yang berujung pada hilangnya ciri khas dan identitas kita sebagai sebuah bangsa.

Anggota Komisi I DPR RI, H. Teuku Riefky Harsya, M.T  mengatakan bahwa inovasi merupakan sebuah keharusan yang harus dimiliki. Dari inovasi tersebut diharapkan lahir hal baru yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing bangsa dan berujung peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Budaya dan inovasi harus berjalan beriringan dalam usaha memajukan bangsa,” kata Riefky selaku narasumber pada Webinar Forum Diskusi Publik yang digelar oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik dengan tema ‘Pemajuan Kebudayaan dan Inovasi Daerah dalam Penguatan Identitas Untuk Meningkatkan Kemakmuran’ secara virtual, Jakarta (10/06/2022).

Menurutnya, sebagai sebuah negara yang majemuk dan memiliki ragam budaya serta memiliki potensi yang sangat besar, Indonesia harus mampu menjaga nilai-nilai budaya dari serangan globalisasi yang mampu merusak tatanan nilai dan budaya tersebut. Begitu pula dengan inovasi, apabila tidak digalakkan masyarakat untuk terus berinovasi, maka kita akan tertinggal dari bangsa lain dalam menghadapi perkembangan zaman saat ini.

Budaya harus dipelihara sesuai dengan nilai-nilai yang dipercaya dalam sebuah masyarakat. Dan bagian dari pemeliharan Budaya adalah dengan terus berinovasi tanpa mengurangi nilai budaya itu sendiri,” ujar Anggota Komisi I DPR RI Dapil Aceh I.

Perkembangan zaman membuat Kreatifitas dan Inovasi menjadi sebuah keniscayaan. Yang kita butuhkan adalah Inovasi yang mampu menguatkan Identitas kebudayaan kita, bukan malah sebaliknya. Inovasi yang pada akhirnya mampu menjamin Kemakmuran dan kesejahteraan.

“Saya mengajak kita semua untuk tetap Optimis dan fokus dalam upaya Melestarikan Kebudayaan. Kebudayaaan harus menjadi modal dasar kebersamaan dan Persatuan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, narasumber berikutnya Drs. Wiryanta, M.A., Ph.D selaku  Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengatakan bahwa inovasi dan kebudayaan bisa di lakukkan diberbagai tempat dan berbagai sektor.

“ Inovasi dan kebudayaan dapat dilakukan berbasis localisdem menuju kemakmuran dan keadilan sosial bagi segenap masyarakat Indonesia, khususnya di dapil Aceh I,” kata Wiryanta.

Selanjutnya, narasumber terakhir  Iswadi, S.H., MELP selaku Praktisi Hukum dan Budaya mengatakan bahwa saat ini sedang gencarnya pergesaran antara budaya dan etika di lingkungan masyarakat.

Ia juga mengatakan, banyaknya konflik yang terjadi disebabkan adanya benturan yang terjadi antara psikologis dan sosiologis masyarakat. Sikap Abai atau apatis terhadap budaya dan etika berlangsung secara massif , sehingga menyebabkan terjadi marginalisasi terhadap budaya.

“Hal tersebut juga terjadi karena adanya pengaruh dari globalisasi dan pengaruh budaya lain,” ujar Iswadi.

Mengutip, Undang-Undang No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Pemajuan Kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan.

“Pemajuan budaya bertujuan untuk mengembangkan nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan masih banyak lagi,” sebut Praktisi Hukum dan Budaya tersebut.

Indonesia memilki kekayaan budaya yang sangat kaya yang dapat dijadikan dasar yang kuat untuk Pembangunan mengedepankan inovasi (innovation-driven development). Saat ini Indonesia menempati peringkat ke-14 dari 17 negara South East Asia, East Asia, dan Oceania (SEAO) dan peringkat ke-85 dari 131 negara dalam Global Innovation Index 2020.

“Pencak silat, angklung, perahu pinisi, tari saman, noken, dan lain-lain merupakan beberapa contoh warisan budaya yang dapat menarik wisatawan mancanegara,” sebutnya sambil menutup pemaparan.*** (abo/pp/wd)