Home Agama Mengoptimalkan Potensi Masjid untuk Topang Ekonomi Umat

Mengoptimalkan Potensi Masjid untuk Topang Ekonomi Umat

#EkonomiUmat

49
0
SHARE
Mengoptimalkan Potensi Masjid untuk Topang Ekonomi Umat

JAKARTA (Parahyanganpost.com) -- Sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan solusi dalam menghadapi pandemi terhadap dunia UMKM, Global Wakaf - ACT menginisiasi program Wakaf Usaha Modal Mikro pada pertengahan Agustus lalu. Untuk meluaskan kekuatan filantropi ini, Global Wakaf - ACT mengaktivasi masjid sebagai pusat peradaban sebagaimana fungsinya di zaman Rasulullah Shalallahua’laihi Wassalam. Dalam implementasinya, para pengurus masjid akan diedukasi untuk berperan aktif dalam menyejahterakan masyarakat. 

Selama berjalannya program Wakaf Modal Usaha Mikro berbasis masjid ini, para pendamping bertugas memastikan semua usaha berjalan dengan baik dan berupaya menjaga pokok dana wakaf yang menjadi modal usaha para penerima manfaat. Harapannya, dengan kehadiran pendamping, kebermanfaatan akan dirasakan secara optimal oleh para kelompok usaha. 

Selaras dengan semangat membangkitkan filantropi Islam, nilai-nilai keislaman juga akan ditanamkan kepada pelaku usaha dalam setiap pertemuan. Inilah hal besar kemuliaan wakaf yang akan berdampak perkembangan secara menyeluruh, tidak hanya dalam segi usaha, tetapi  juga berdampak secara spiritualitas. 

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah saja, masjid juga merupakan pusat kegiatan pendidikan, politik, ekonomi, dan kebudayaan. “Saat ini Indonesia memiliki 265.677 masjid dan 305.559 musala. Namun, 89,9% dari jumlah masjid tersebut tidak memiliki kegiatan apa pun selain menjadi tempat ibadah. Aktivasi Jaringan Masjid Filantropis ini diharapkan menstimulasi umat untuk mengembalikan peran masjid sebagai fondasi kebangkitan ekonomi umat,” jelas Ardiansyah selaku Chief Marketing dari Global Wakaf, dalam acara “Masjid Bangkitkan Ekonomi Umat”, Jumat (4/9) di Masjid Asy-Syakirin. 

Sebagai tahap awal, program ini akan dilakukan serentak di 6 cabang wilayah Global Wakaf - ACT. Meski demikian, proses aktivasi akan dilakukan di seluruh wilayah cakupan lembaga secara bertahap. 

“Gerakan umat Islam berbasis masjid ini dipicu dengan hadirnya program Wakaf Modal Usaha Mikro, baik kepada DKM Masjid, para dermawan yang hatinya selalu terpaut ke masjid, maupun para penerima manfaat yang 'diangkat' melalui perantaraan masjid. DKM masjid dilibatkan untuk mengorganisir filantropi sekaligus ikut mengawasi jalannya implementasi program. Dalam program ini insyaallah, setiap penerima manfaat akan mendapatkan modal usaha senilai Rp1 juta - Rp2 juta,” tambah Ardi. 

Jika direnungkan lebih jauh, masjid sebagai sebuah pusat peradaban memiliki beberapa keuntungan. Beberapa manfaat jika potensi ekonomi masjid dapat dikembangkan, yaitu dapat membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan, dapat mengurangi ketergantungan pemerintah kepada pinjaman luar negeri untuk program pengentasan kemiskinan, dan dapat dipergunakan untuk membangun kemandirian ekonomi umat. 

Dengan dasar sistem Qardh al-Hasan, program Wakaf Modal Usaha Mikro memiliki peran dalam membangun komitmen para pelaku usaha penerima modal, sehingga para penerima manfaat senantiasa bertekad dalam membangun bisnisnya untuk lebih maju dan berkembang. Pemberdayaan menjadi hal mendasar demi mendorong turunnya angka kemiskinan.

(Red/Rat/PP)