Home Siaran Pers Mengenang Pembunuhan Komandan Brigade Quds IRCG, Mayor Jendral Qasem Soleimani

Mengenang Pembunuhan Komandan Brigade Quds IRCG, Mayor Jendral Qasem Soleimani

#RepublikIslamIran

360
0
SHARE
Mengenang Pembunuhan Komandan Brigade Quds IRCG, Mayor Jendral Qasem Soleimani

Keterangan Gambar : Republik Islam Iran

JAKARTA (Parahyanganpost.com) – Hari ini, Sabtu (03/01/2021), genap satu tahun Komandan Brigade Quds IRCG, Mayor Jendral Qasem Soleimani, yang dibunuh oleh Amerika Serikat melalui sebuh serangan pengecut pada tanggal 03 Januari 2020 di Irak. 

Untuk itu, Kedutaan Besr Republik Isla Iran di Jakarta, sebagaimana dalam siaran persnya, yang diterima media ini, Sabtu (03/01/2021), menyampaikan, bahwa ; Republik Islam Iran mengutuk aksi Amerika Serikat yang meneror Mayjen Qasem Solimani yang merupakan symbol dan pahlawan anti terorisme dan radikalisme di kawasan Timur Tengah. 

Jasa, pengorbanan, keberanian dan kahlian Mayjen Soleimani dalam memerangi ISIS dan kelompok takfiri di Suriah dan Irak merupakan bagian dari sejarah konteporer yang tak terlupakan. 


Tindakan keji ini adalah serangan terror terhadap pejabat resmi Republik Islam Iran dan merupakan bentuk nyata dari aksi terorisme yang berbasis pemerintahan/terorisme negara.  Tindakan biadab ini juga adalah pelanggaran yang luas terhadap berbagai peraturan internasional dan piagam PBB. 

Berdasarlan pernyataan pejabat tinggi Irak, pasukan asing (pasukan AS) melakukan aksi terror terhadap Mayjen. Qasem Soleimani saat berkunjung ke Bagdad sebagai tamu resmi negara dan tindakan ini adalah sebuah pelanggaran kedaulatan negara Irak sebagai negara yang berdaulat. 

Tindakan jahat yang dilakukan atas konsultasi dan provokasi Rezin Zionis Israel adalah sebuah kesalahan strategis yang akan berujung pada peningkatan rasa ketidak amanan di kawasan. 

Aksi terror ini juga bertentangan dengn komitmen internasional AS dalam memrangi terorisme dikarenakan AS dengan tindkan kejinya telah melawan orang-orang dan pihak-pihak yang berperang dengan kelompok teroris. 

AS telah membuat tragedy bersejarah denga menempatkan terorisme dalam kategori baik dan buruk, berdasarkan kepentingan mereka. As menggunakan pendekaan terror dan terorisme secara selektif sebagai alat untuk memajukan agenda mereka. 

Berbagai pihak yang memberikan dukungan politik, finansial dan jurnalistik bagi tindakan dan kelompok teroris serta oknum-oknum pelaku teror yang bekerja sama dengan agen mata-mata Rezim Zionis melawan rakyat Iran, adalah bagian dari rantai terorisme internasional. 

Para musuh Iran juga pada tanggal 27 November 2020 yang lalu melalui sebuah tindakan pengecut dan terorisme negara, telah membunuh Prof. Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan terkemuka Iran dan kepala Organisasi Penelitian dan Inovasi Kementerian Pertahanan Republik Islam Iran. 


Rangakaian aksi terorisme dan sanksi maksimal terhadap Iran ini dilakukan dengan beberapa tujuan antara lain:  Membuat Republik Islam Iran menyerah agar pergantian kekuasaan terjadi dan Iran terbagi ke beberapa wilayah.  

Menghambat pendekatan diplomatik dan dialog untuk menyelesaikan perbedaan di tingkat regional dan internasional. Merampas hak sah dan wajar Republik Islam Iran atas penggunaan teknologi nuklir damai sebagaimana ditetapkan dalam peraturan internasional.

Menciptakan krisis skala besar untuk semakin membuat kawasan Timur Tengah tidak stabil melalui pendekatan Iran phobia dari pada Zionis phobia. 

Mati Syahidnya Mayjen. Soleimani dan pejabat Iran lainnya tidak akan dapat menghentikan perwalawanan terhadap terorisme dan ekstrimisme di kawasan tetapi akan memperkuat pohon muqawama di kawasan dan dunia. 

Republik Islam Iran akan mengerahkan seluruh kapasitas politik, hukum dan internasionalnya untuk membalas teror jahat ini. Iran tidak akan terpancing oleh perkembangan situasi dan akan memberikan pembalasan yang tegas pada waktu dan tempat yang diharapkannya. 


(red/rls/pp)